Prabowo tak hadiri panggilan Panwaslu
Selasa, 04 September 2012 - 08:29 WIB
Prabowo tak hadiri panggilan Panwaslu
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Prabowo Subianto tidak memenuhi panggilan Panwaslu DKI Jakarta. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini hanya mewakilkan kepada kolega dekatnya.
Pemanggilan Prabowo tersebut terkait laporan dugaan curi start kampanye dalam iklan APPSI yang ditayangkan sejumlah stasiun televisi swasta. Prabowo diwakili Ketua DPD DKI Partai Gerindra M Taufik, Ketua Harian APPSI Supriyatno, Ketua Litbang APPSI Setyo Edi, dan Sekjen APPSI Ngadiran.
Setyo Edi mengatakan, kehadirannya ke panwaslu untuk memberikan klarifikasi secara organisasi, karena laporan itu ditujukan kepada organisasi, bukan secara personal kepada Prabowo Subianto.
"Cukup pengurus APPSI saja yang menghadiri pemberian klarifikasi ini,” kata Setyo di Jakarta, Senin 3 September 2012.
Menurut Setyo, tayangan iklan tentang pasar yang terdapat Prabowo Subianto di dalamnya itu bukan bagian dari kampanye pasangan cagub Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). Iklan itu dibuat oleh APPSI dan organisasi ini tidak memiliki keterkaitan dengan tim kampanye pasangan Jokowi-Ahok.
Kehadiran iklan itu dalam bentuk apresiasi atas kecintaan APPSI kepada Jokowi. Wali Kota Surakarta (Solo) itu dianggap berhasil memberikan perlindungan untuk pedagang pasar. "Ini bukan kampanye di luar jadwal. Kami bukan tim sukses Jokowi-Ahok,” sambungnya.
Lebih jauh Setyo menuturkan, sosok Jokowi selama menjabat sebagai Wali Kota Surakarta memiliki komitmen tinggi terhadap pedagang pasar. Para pedagang pasar di Solo pun mengakui hal demikian.
"Ini prestasi Wali Kota Solo itu kepada para pedagang di kotanya,” sambung Setyo.
Ketua Harian APPSI Supriyatno menambahkan, klarifikasi yang disampaikan ke panwaslu untuk memberikan keterangan dalam kapasitas sebagai warga masyarakat. Selanjutnya, APPSI menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Panwaslu DKI Jakarta.
Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah menegaskan, dari keterangan APPSI diketahui iklan tersebut tidak memiliki kaitan dengan kampanye pasangan Jokowi-Ahok. "Mereka bagian dari masyarakat yang mengagumi salah satu pasangan cagub, tapi mereka bukan tim kampanye cagub dimaksud,” tandas Ramdansyah.
Sebelumnya, Tim Advokasi pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) melaporkan adanya iklan kampanye di luar jadwal pasangan Jokowi-Ahok. Iklan tersebut sudah ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi swasta.
Tim advokasi Foke-Nara, Dasril, mengungkapkan kendati iklan tersebut menonjolkan pedagang pasar, di dalamnya terdapat Prabowo Subianto yang juga Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra. Artinya iklan tersebut tetap menjual Jokowi ke publik Jakarta, di luar jadwal ditentukan oleh KPU DKI Jakarta.
Pemanggilan Prabowo tersebut terkait laporan dugaan curi start kampanye dalam iklan APPSI yang ditayangkan sejumlah stasiun televisi swasta. Prabowo diwakili Ketua DPD DKI Partai Gerindra M Taufik, Ketua Harian APPSI Supriyatno, Ketua Litbang APPSI Setyo Edi, dan Sekjen APPSI Ngadiran.
Setyo Edi mengatakan, kehadirannya ke panwaslu untuk memberikan klarifikasi secara organisasi, karena laporan itu ditujukan kepada organisasi, bukan secara personal kepada Prabowo Subianto.
"Cukup pengurus APPSI saja yang menghadiri pemberian klarifikasi ini,” kata Setyo di Jakarta, Senin 3 September 2012.
Menurut Setyo, tayangan iklan tentang pasar yang terdapat Prabowo Subianto di dalamnya itu bukan bagian dari kampanye pasangan cagub Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok). Iklan itu dibuat oleh APPSI dan organisasi ini tidak memiliki keterkaitan dengan tim kampanye pasangan Jokowi-Ahok.
Kehadiran iklan itu dalam bentuk apresiasi atas kecintaan APPSI kepada Jokowi. Wali Kota Surakarta (Solo) itu dianggap berhasil memberikan perlindungan untuk pedagang pasar. "Ini bukan kampanye di luar jadwal. Kami bukan tim sukses Jokowi-Ahok,” sambungnya.
Lebih jauh Setyo menuturkan, sosok Jokowi selama menjabat sebagai Wali Kota Surakarta memiliki komitmen tinggi terhadap pedagang pasar. Para pedagang pasar di Solo pun mengakui hal demikian.
"Ini prestasi Wali Kota Solo itu kepada para pedagang di kotanya,” sambung Setyo.
Ketua Harian APPSI Supriyatno menambahkan, klarifikasi yang disampaikan ke panwaslu untuk memberikan keterangan dalam kapasitas sebagai warga masyarakat. Selanjutnya, APPSI menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Panwaslu DKI Jakarta.
Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah menegaskan, dari keterangan APPSI diketahui iklan tersebut tidak memiliki kaitan dengan kampanye pasangan Jokowi-Ahok. "Mereka bagian dari masyarakat yang mengagumi salah satu pasangan cagub, tapi mereka bukan tim kampanye cagub dimaksud,” tandas Ramdansyah.
Sebelumnya, Tim Advokasi pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) melaporkan adanya iklan kampanye di luar jadwal pasangan Jokowi-Ahok. Iklan tersebut sudah ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi swasta.
Tim advokasi Foke-Nara, Dasril, mengungkapkan kendati iklan tersebut menonjolkan pedagang pasar, di dalamnya terdapat Prabowo Subianto yang juga Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra. Artinya iklan tersebut tetap menjual Jokowi ke publik Jakarta, di luar jadwal ditentukan oleh KPU DKI Jakarta.
(lil)