Tata kawasan kumuh, Jokowi libatkan masyarakat
Selasa, 04 September 2012 - 08:18 WIB
Tata kawasan kumuh, Jokowi libatkan masyarakat
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) akan melibatkan masyarakat setempat dalam penataan kawasan kumuh. Pihaknya juga berjanji tidak akan menggusur pedagang kaki lima (PKL), tapi hanya melakukan pembinaan.
Ahok mengatakan, karakter Jokowi yang ramah sudah terbukti dengan upayanya untuk mengikutsertakan masyarakat dalam proses pembangunan. Salah satu contoh konkret adalah ketika pasangan tersebut akan membuat logo desain. Saat itu dirinya mengajak masyarakat Solo dengan sayembara.
"Masyarakat merasa diperhatikan. Untuk mengatasi permukiman kumuh harus dilakukan seperti itu. Artinya warga yang saat ini hidup di kawasan kumuh harus diajak untuk memikirkan kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian, warga tidak segan-segan untuk beralih ke kehidupan yang lebih baik,” kata Ahok di Jakarta, Senin 3 September 2012.
Dia menambahkan, saat bertemu dengan warga yang tinggal di kawasan kumuh, mereka tidak keberatan direlokasi. Syaratnya, lokasinya tidak jauh dengan permukiman semula karena berdekatan dengan tempat kerja. "Yang kami perjuangkan adalah Jakarta yang manusiawi dan bermartabat,” ungkapnya.
Pihaknya akan melakukan perbaikan Jakarta tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Salah satu caranya adalah dengan cara berdialog mengenai apa keinginan masyarakat Jakarta. Salah satu kawasan kumuh yang menjadi sasaran relokasi, yakni di sepanjang bantaran Kali Ciliwung.
Di kawasan itu, aliran air menyempit akibat maraknya bangunan liar. Saat musim hujan air selalu meluap ke perkampungan warga. Untuk itulah, Pemprov DKI Jakarta sejak beberapa tahun lalu merencanakan relokasi, tapi belum terealisasi.
Ahok mengatakan, karakter Jokowi yang ramah sudah terbukti dengan upayanya untuk mengikutsertakan masyarakat dalam proses pembangunan. Salah satu contoh konkret adalah ketika pasangan tersebut akan membuat logo desain. Saat itu dirinya mengajak masyarakat Solo dengan sayembara.
"Masyarakat merasa diperhatikan. Untuk mengatasi permukiman kumuh harus dilakukan seperti itu. Artinya warga yang saat ini hidup di kawasan kumuh harus diajak untuk memikirkan kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian, warga tidak segan-segan untuk beralih ke kehidupan yang lebih baik,” kata Ahok di Jakarta, Senin 3 September 2012.
Dia menambahkan, saat bertemu dengan warga yang tinggal di kawasan kumuh, mereka tidak keberatan direlokasi. Syaratnya, lokasinya tidak jauh dengan permukiman semula karena berdekatan dengan tempat kerja. "Yang kami perjuangkan adalah Jakarta yang manusiawi dan bermartabat,” ungkapnya.
Pihaknya akan melakukan perbaikan Jakarta tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Salah satu caranya adalah dengan cara berdialog mengenai apa keinginan masyarakat Jakarta. Salah satu kawasan kumuh yang menjadi sasaran relokasi, yakni di sepanjang bantaran Kali Ciliwung.
Di kawasan itu, aliran air menyempit akibat maraknya bangunan liar. Saat musim hujan air selalu meluap ke perkampungan warga. Untuk itulah, Pemprov DKI Jakarta sejak beberapa tahun lalu merencanakan relokasi, tapi belum terealisasi.
(lil)