HTI: Deradikalisasi di Indonesia pesanan AS

Selasa, 04 September 2012 - 00:01 WIB
HTI: Deradikalisasi...
HTI: Deradikalisasi di Indonesia pesanan AS
A A A
Sindonews.com - Deradikalisasi (peredam gerakan radikal) yang selama ini dijalankan Badan Nasional Penanggulangan (BNPT) disinyalir merupakan program Amerika Serikat (AS).

Karena itu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat (Jabar) menyatakan penolakannya terhadap program itu. Sebab, deradikalisasi versi AS sesungguhnya ingin meredam gerakan Syariat Islam.

"Deradikalisasi program dari negara barat itu untuk tekan gerakan radikal versi AS," kata Humas HTI Jabar Luthfi Afandi, di sela aksi penolakan kedatangan Menlu AS Hillary Clonton ke Jakarta, di Gedung Sate Bandung, Senin (3/9/2012).

Dia menilai, program deradikalisasi yang dilakukan BNPT selalu menghubungkan gerakan terorisme dengan negara Islam. Kata Luthfi, HTI menolak keras program tersebut.

"Bom tidak mungkin dilakukan oleh yang ingin mendirikan gerakan Islam. Contohnya HTI, kami melakukan deradikalisasi dengan gerakan damai gerakan intelektual," tegasnya.

Kata dia, program deradikalisasi bahaya jika dikaitkan dengan terorisme yang terkait dengan agenda Syariat Islam. "HTI tolak keras ini," katanya.

Disebutkan, Jabar menjadi sasaran deradikalisasi paling tinggi. "Deradikalisasi ini program BNPT untuk edukasi masyarakat, mengubah cara pikir terkait Syariat Islam, jihad, dan lainnya. Program ini untuk melunakan atau membelokan pola pikir umat yang komitmen dengan syariat islam," katanya.

BNPT gencar sekali melakukannya di Jabar dengan tujuan Jabar steril dari ide-ide Syariat Islam.

"Bentuk kegiatannya lewat seminar-seminar di pesantren dan kampus-kampus untuk membelokan pola pikir. BNPT juga kerjasama dengan MUI," ujarnya.

Menurutnya, terorisme terjadi karena ketidakadilan. Salah satunya oleh penjajahan AS sendiri.

Dalam aksi itu, ratusan massa HTI Jabar melakukan unjuk rasa menolak kedatangan Menlu AS. Dalam aksinya mereka mengusung spanduk dan poster yang menolak kedatangan istri mantan presiden AS Bill Clinton itu.

"Aksi ini untuk menolak kedatatangan Menlu Hillary ke Indonesia. Sebagai Menlu AS, AS memiliki track record penjajahan termasuk di Indonesia," pungkasnya.
(lns)
Berita Terkait
Demo Serentak Mahasiswa...
Demo Serentak Mahasiswa Se-Indonesia di Palembang Diwarnai Kericuhan
Aksi Demo Mahasiswa...
Aksi Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Mahasiswa Demo DPR:...
Mahasiswa Demo DPR: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Demo Mahasiswa Uhamka...
Demo Mahasiswa Uhamka di Sudirman Diwarnai Saling Dorong dengan Polisi
Demo Indonesia Gelap...
Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
5 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
5 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
5 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
6 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved