Aktivitas gunung meningkat, warga Ciater panik
Senin, 03 September 2012 - 16:31 WIB
Aktivitas gunung meningkat, warga Ciater panik
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah warga Desa Ciater, Kecamatan Subang, Jawa Barat panik dan mendatangi Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jalan Tangkubanparahu. Berhembus kabar bahwa Gunung Tangkubanparahu akan meletus dan membuat sejumlah warga sudah berkemas untuk mengungsi.
Teni (30), seorang warga yang mendatangi Pos Pemantau Gunung Api (PGA) mengaku desanya terjadi kepanikan. "Tetangga menerima informasi simpang siur, masyarakat resah, malah ada ada yang mau ngungsi," kata Teni, di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jalan Tangkubanparahu, Senin (3/9/2012).
Teni menuturkan, informasi yang beredar di desanya, penutupan Tangkubanparahu karena gunung akan meletus. Bahkan status Gunung Tangkubanparahu diumumkan lewat pengeras suara masjid.
Untuk itu, Teni memberanikan diri mendatangi Pos PVMBG di Tangkubanparahu untuk memastikan kabar tersebut.
Lalu Teni diberi penjelasan beberapa petugas, termasuk kepolisian, tentang kondisi Tangkubanparahu. Bahwa status gunung memang waspada, tetapi masih dalam kondisi aman jika berada diluar area 1,5 kilometer.
"Setelah datang ke sini (Pos PVMBG) ya saya jadi tenang," katanya. Dia mengaku akan menjelaskan aktivitas Tangkubanparahu kepada tetangga-tetangganya supaya tetap tenang.
Sementara itu, Pengamat Gunung Api Tangkubanparahu dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ilham Mardikayanta meminta warga sekitar Tangkubanparahu, supaya tidak panik.
"Masyarajat dihimbau tenang, jangan panik," kata Ilham di Pos PVMBG, Jalan Tangkubanparahu, Kabupaten Bandung Barat, Senin (3/8/2012).
Menurutnya, status waspada berlaku bagi radius 1,5 kilometer dari kawah utama Tangkubanparahu, yakni Kawah Ratu. Masyarakat diimbau tidak berada dalam radius tersebut.
"Yang perlu diantisipasi (dalam radius 1,5 kilometer) terutama gas SO2-nya," katanya. Sejauh ini PVMBG belum mendeteksi munculnya gas CO maupun CO2.
Teni (30), seorang warga yang mendatangi Pos Pemantau Gunung Api (PGA) mengaku desanya terjadi kepanikan. "Tetangga menerima informasi simpang siur, masyarakat resah, malah ada ada yang mau ngungsi," kata Teni, di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jalan Tangkubanparahu, Senin (3/9/2012).
Teni menuturkan, informasi yang beredar di desanya, penutupan Tangkubanparahu karena gunung akan meletus. Bahkan status Gunung Tangkubanparahu diumumkan lewat pengeras suara masjid.
Untuk itu, Teni memberanikan diri mendatangi Pos PVMBG di Tangkubanparahu untuk memastikan kabar tersebut.
Lalu Teni diberi penjelasan beberapa petugas, termasuk kepolisian, tentang kondisi Tangkubanparahu. Bahwa status gunung memang waspada, tetapi masih dalam kondisi aman jika berada diluar area 1,5 kilometer.
"Setelah datang ke sini (Pos PVMBG) ya saya jadi tenang," katanya. Dia mengaku akan menjelaskan aktivitas Tangkubanparahu kepada tetangga-tetangganya supaya tetap tenang.
Sementara itu, Pengamat Gunung Api Tangkubanparahu dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ilham Mardikayanta meminta warga sekitar Tangkubanparahu, supaya tidak panik.
"Masyarajat dihimbau tenang, jangan panik," kata Ilham di Pos PVMBG, Jalan Tangkubanparahu, Kabupaten Bandung Barat, Senin (3/8/2012).
Menurutnya, status waspada berlaku bagi radius 1,5 kilometer dari kawah utama Tangkubanparahu, yakni Kawah Ratu. Masyarakat diimbau tidak berada dalam radius tersebut.
"Yang perlu diantisipasi (dalam radius 1,5 kilometer) terutama gas SO2-nya," katanya. Sejauh ini PVMBG belum mendeteksi munculnya gas CO maupun CO2.
(ysw)