Rezky, penderita gizi buruk kritis di RSUD
Senin, 03 September 2012 - 15:43 WIB
Rezky, penderita gizi buruk kritis di RSUD
A
A
A
Sindonews.com – Seorang bayi gizi buruk, asal Desa Batu Karaeng, Kecamatan Pa’jukukang, Bantaeng, Rezky yang baru berusia 11 bulan, dilarikan ke Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makkatutu Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Kondisi Rezky dikabarkan terus memburuk sehingga harus mendapatkan penanganan medis secepatnya. Keluarga membawa Rezky ke RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin (3/9/2012) pagi. Begitu tiba di RSUD, Rezky langsung mendapat suplai oksigen melalui hidungnya karena dia terlihat sulit bernafas.
Menurut ibu Rezky, Hartati (26) putri keduanya tersebut sebelumnya sempat masuk ke RSUD pada 20 Agustus 2012 lalu. Namun hanya beberapa hari, sudah diperolehkan pulang. Saat itu, Rezky sempat diberikan vitamin dan dan susu. "Kami memang kesulitan memenuhi gizi untuk Rezky," ungkap Hartati yang bersuamikan buruh bangunan ini.
Kepala Puskesmas Kassi-Kassi, Kecamatan Pa'jukukang, Muhammad Sultan mengatakan, awalnya Rezky memang divonis mengalami gizi kurang. Namun, belakangan sudah masuk pada ketegori gizi buruk. Saat ini, berat badan Rezky hanya 4,7 Kg, padahal idealnya untuk anak usia 11 bulan seharusnya 10 Kg.
“Setelah masuk RSUD pertama kali, kami selalu memberikan pemantauan dan menyuplasi makanan bergizi seperti vitamin dan susu,” jelas Sultan. Sultan optimistis kondisi Rezky masih bisa ditangani dengan baik dan berat badannya bisa kembali normal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng Himkawaty, menyebutkan bahwa Rezky saat ini memang dalam keadaan kritis.
“Saat masuk ke RSUD, sekitar pukul 11. 10 Wita tadi, pasien sudah dalam kondisi dehidrasi berat yang mengakibatkan diare, dan kehilangan kesadaran (ensefalopati),” ungkap Hikmawaty.
Sementara, Petugas Gizi Puskesmas Pa'jukukang, Nuraeni mengatakan, diwilayah kerjanya terdapat sebanyak enam balita yang masuk kategori Bawah Garis Merah (BGM). BGM adalah kondisi bayi yang sudah mulai masuk kategori gizi kurang. Hingga saat ini, pihak puskesmas masih memantau perkembangan mereka.
Kondisi Rezky dikabarkan terus memburuk sehingga harus mendapatkan penanganan medis secepatnya. Keluarga membawa Rezky ke RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin (3/9/2012) pagi. Begitu tiba di RSUD, Rezky langsung mendapat suplai oksigen melalui hidungnya karena dia terlihat sulit bernafas.
Menurut ibu Rezky, Hartati (26) putri keduanya tersebut sebelumnya sempat masuk ke RSUD pada 20 Agustus 2012 lalu. Namun hanya beberapa hari, sudah diperolehkan pulang. Saat itu, Rezky sempat diberikan vitamin dan dan susu. "Kami memang kesulitan memenuhi gizi untuk Rezky," ungkap Hartati yang bersuamikan buruh bangunan ini.
Kepala Puskesmas Kassi-Kassi, Kecamatan Pa'jukukang, Muhammad Sultan mengatakan, awalnya Rezky memang divonis mengalami gizi kurang. Namun, belakangan sudah masuk pada ketegori gizi buruk. Saat ini, berat badan Rezky hanya 4,7 Kg, padahal idealnya untuk anak usia 11 bulan seharusnya 10 Kg.
“Setelah masuk RSUD pertama kali, kami selalu memberikan pemantauan dan menyuplasi makanan bergizi seperti vitamin dan susu,” jelas Sultan. Sultan optimistis kondisi Rezky masih bisa ditangani dengan baik dan berat badannya bisa kembali normal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng Himkawaty, menyebutkan bahwa Rezky saat ini memang dalam keadaan kritis.
“Saat masuk ke RSUD, sekitar pukul 11. 10 Wita tadi, pasien sudah dalam kondisi dehidrasi berat yang mengakibatkan diare, dan kehilangan kesadaran (ensefalopati),” ungkap Hikmawaty.
Sementara, Petugas Gizi Puskesmas Pa'jukukang, Nuraeni mengatakan, diwilayah kerjanya terdapat sebanyak enam balita yang masuk kategori Bawah Garis Merah (BGM). BGM adalah kondisi bayi yang sudah mulai masuk kategori gizi kurang. Hingga saat ini, pihak puskesmas masih memantau perkembangan mereka.
(ysw)