Aktivitas Tangkubanparahu terus meningkat
Senin, 03 September 2012 - 14:04 WIB
Aktivitas Tangkubanparahu terus meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Aktivitas Gunung Api Tangkubanparahu terus mengalami peningkatan yang signifikan. Petugas pengukur gas di Kawah Ratu sudah diperintahkan turun untuk mengantisipasi kemungkinan semburan gas beracun.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono menjelaskan, sejak malam tadi sekira pukul 20.00 WIB tercatat tremor (aktivitas dangkal) vulkanik Gunung Tangkubanparahu naik dari delapan mm, menjadi 18 mm, lalu kembali meningkat hingga 30 mm.
"Artinya ada energi yang tinggi," kata Surono, di Kantor PVMBG, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (3/9/2012).
Dia menambahkan, dengan begitu, aktivitas di Kawah Ratu sudah dangkal.
PVMBG juga mencatat di sekitar kawah utama Tangkubanparahu (Kawah Ratu) terdapat gas So2 (sulfur dioksida) dengan kandungan tinggi, yakni mencapai tiga ppm atau di atas ambang yang diperbolehkan yakni dua ppm.
"Jadi sejak pukul 21.30 WIB malam tadi dipastikan sudah tidak ada orang lagi di situ (dalam radius 1,5 KM Tangkubanparahu)," katanya.
Pihaknya juga memerintahkan petugas PVMBG yang memantau Tangkubanparahu supaya tidak melakukan pengukuran gas SO2 kembali.
Meski begitu, pengamat TWA masih disiagakan di pos pengamatan. Pasalnya, pos radiusnya di luar 1,5 kilometer dari kawah utama.
Sedangkan suhu saat ini sekira 0,2 derajat celcius. Tetapi pihaknya belum memastikan kandungan CO dan CO2 yang lebih mematikan dari gas SO2.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono menjelaskan, sejak malam tadi sekira pukul 20.00 WIB tercatat tremor (aktivitas dangkal) vulkanik Gunung Tangkubanparahu naik dari delapan mm, menjadi 18 mm, lalu kembali meningkat hingga 30 mm.
"Artinya ada energi yang tinggi," kata Surono, di Kantor PVMBG, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (3/9/2012).
Dia menambahkan, dengan begitu, aktivitas di Kawah Ratu sudah dangkal.
PVMBG juga mencatat di sekitar kawah utama Tangkubanparahu (Kawah Ratu) terdapat gas So2 (sulfur dioksida) dengan kandungan tinggi, yakni mencapai tiga ppm atau di atas ambang yang diperbolehkan yakni dua ppm.
"Jadi sejak pukul 21.30 WIB malam tadi dipastikan sudah tidak ada orang lagi di situ (dalam radius 1,5 KM Tangkubanparahu)," katanya.
Pihaknya juga memerintahkan petugas PVMBG yang memantau Tangkubanparahu supaya tidak melakukan pengukuran gas SO2 kembali.
Meski begitu, pengamat TWA masih disiagakan di pos pengamatan. Pasalnya, pos radiusnya di luar 1,5 kilometer dari kawah utama.
Sedangkan suhu saat ini sekira 0,2 derajat celcius. Tetapi pihaknya belum memastikan kandungan CO dan CO2 yang lebih mematikan dari gas SO2.
(ysw)