Tangkubanparahu ditutup radius 1,5 Km
Senin, 03 September 2012 - 13:35 WIB
Tangkubanparahu ditutup radius 1,5 Km
A
A
A
Sindonews.com - Gunung Tangkubanparahu ditutup baik untuk pengunjung ataupun untuk para pedagang. Penutupan dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat terkait adanya peningkatan aktivitas gunung.
Hal itu sejalan dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang sudah menaikan status waspada Tangkubanparahu pada 23 Agustus 2012 lalu.
Sejalan penaikan status itu, Tangkubanparahu ditutup dalam radius 1,5 kilometer dari pusat kawah utama (Kawah Ratu). "Sejak malam tadi, sudah ditutup," kata Kepala BPBD Ujwalprana Sigit, di Kantor PVMBG, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (3/9/2012).
Sigit menjelaskan, sebelum menutup Tempat Wisata Alam (TWA) itu pihaknya sudah berbicara kepada pengelola, yakni PT Graha Rani Putera Persada (GRPP), dengan pihak pedagang, dan warga sekitar. Hasilnya, dua akses menuju TWA ditutup. Penutupan dilakukan sampai batas waktu tidak dutentukan.
"Sudah ngobrol pengusaha dari hat ke hati. Ditutup sampai radius 1,5 kilometer. Alhamdulillah penutupan berjalan normal," terangnya.
Pihaknya juga akan memasang plang himbauan. "Kita tidak mau buat panik masyarakat," katanya.
Menindaklanjuti penutupan, tadi pagi pihaknya mengerahkan tim bekerja sama dengan polisi setempat dan BPBD Kabupaten Bandung Barat, serta dibantu perusahaan.
BPBD mencegat para pedagang yang akan berdagang di atas gunung api itu. Sekira pukul 7.30 WIB dilakukan pencegatan. Hasilnya, para pedagang mengerti. "Ya kita cegat yang naik. Jadi tidak perlu nurunin dari atas," pungkasnya.
Hal itu sejalan dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang sudah menaikan status waspada Tangkubanparahu pada 23 Agustus 2012 lalu.
Sejalan penaikan status itu, Tangkubanparahu ditutup dalam radius 1,5 kilometer dari pusat kawah utama (Kawah Ratu). "Sejak malam tadi, sudah ditutup," kata Kepala BPBD Ujwalprana Sigit, di Kantor PVMBG, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (3/9/2012).
Sigit menjelaskan, sebelum menutup Tempat Wisata Alam (TWA) itu pihaknya sudah berbicara kepada pengelola, yakni PT Graha Rani Putera Persada (GRPP), dengan pihak pedagang, dan warga sekitar. Hasilnya, dua akses menuju TWA ditutup. Penutupan dilakukan sampai batas waktu tidak dutentukan.
"Sudah ngobrol pengusaha dari hat ke hati. Ditutup sampai radius 1,5 kilometer. Alhamdulillah penutupan berjalan normal," terangnya.
Pihaknya juga akan memasang plang himbauan. "Kita tidak mau buat panik masyarakat," katanya.
Menindaklanjuti penutupan, tadi pagi pihaknya mengerahkan tim bekerja sama dengan polisi setempat dan BPBD Kabupaten Bandung Barat, serta dibantu perusahaan.
BPBD mencegat para pedagang yang akan berdagang di atas gunung api itu. Sekira pukul 7.30 WIB dilakukan pencegatan. Hasilnya, para pedagang mengerti. "Ya kita cegat yang naik. Jadi tidak perlu nurunin dari atas," pungkasnya.
(san)