Duel maut, pedagang obat gosok tewas
Senin, 03 September 2012 - 08:23 WIB
Duel maut, pedagang obat gosok tewas
A
A
A
Sindonews.com - Dua pedagang obat gosok asal Bima, NTB, terlibat duel maut di Jalan Jambu Gang Masjid Baiturahim RT 4/3, Cipondoh, Kota Tangerang, akhir pekan lalu. Itu terjadi karena pembagian hasil penjualan obat gosok tak merata.
Dalam duel ini Udin (40), tewas dengan luka sabetan senjata tajam. Adapun pelaku Junaidin (28), juga menderita luka berat dan kini masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang.
Ketua RT 4/3 Mujani menuturkan, duel sesama pedagang obat gosok keliling ini tidak ada satu warga pun yang mengetahuinya. Saat itu kondisi di lokasi kejadian sepi karena sedang terjadi pemadaman listrik. Informasi yang didapat Mujani, saat itu Udin mendatangi rumah kontrakan Junaidin yang tinggal bersama istri dan seorang anaknya berusia 2,5 tahun.
Ketika Junaidin keluar rumah, Udin tiba-tiba saja menyerang Junaidin menggunakan sebilah golok. Serangan yang dilakukan Udin ini membuat Junaidin terdesak ke dalam rumah. Udin bahkan sempat berusaha mengambil bayi milik Junaidin. Hal ini sontak saja membuat Junaidin balik melakukan penyerangan. Bermodalkan sebilah golok yang terpajang di tembok rumahnya, Junaidin menyerang balik.
Duel sengit pun terjadi tanpa diketahui tetangga dan warga setempat. Menurut Mujani, warga baru mengetahui duel maut ini setelah Junaidin berteriak minta pertolongan warga.
"Saat warga keluar rumah, Udin sudah tergeletak di aspal, begitu juga Junaidin. Keduanya dalam keadaan terluka parah,” tuturnya di Tangerang, Banten, Minggu 2 September 2012.
Oleh warga, keduanya dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang. Nahas, Udin yang terkena bacokan di leher, tangan, serta kepala meregang nyawa setibanya di rumah sakit. Adapun Junaidin yang juga menderita luka bacok di tangan dan kepalanya hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Kapolsek Cipondoh Kompol Suyono menerangkan, sehari sebelum duel maut ini terjadi sejumlah saksi sempat melihat antara korban dan pelaku terlibat cekcok mulut.
Namun, pertengkaran mulut tersebut tak berujung kepada bentrok fisik. “Dugaan sementara motif duel maut ini dipicu perselisihan bagi hasil penjualan obat gosok sebesar Rp300.000,” ungkapnya.
Namun, untuk memastikan itu, penyidik akan meminta keterangan pelaku setelah kesehatannya pulih.
Dalam duel ini Udin (40), tewas dengan luka sabetan senjata tajam. Adapun pelaku Junaidin (28), juga menderita luka berat dan kini masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang.
Ketua RT 4/3 Mujani menuturkan, duel sesama pedagang obat gosok keliling ini tidak ada satu warga pun yang mengetahuinya. Saat itu kondisi di lokasi kejadian sepi karena sedang terjadi pemadaman listrik. Informasi yang didapat Mujani, saat itu Udin mendatangi rumah kontrakan Junaidin yang tinggal bersama istri dan seorang anaknya berusia 2,5 tahun.
Ketika Junaidin keluar rumah, Udin tiba-tiba saja menyerang Junaidin menggunakan sebilah golok. Serangan yang dilakukan Udin ini membuat Junaidin terdesak ke dalam rumah. Udin bahkan sempat berusaha mengambil bayi milik Junaidin. Hal ini sontak saja membuat Junaidin balik melakukan penyerangan. Bermodalkan sebilah golok yang terpajang di tembok rumahnya, Junaidin menyerang balik.
Duel sengit pun terjadi tanpa diketahui tetangga dan warga setempat. Menurut Mujani, warga baru mengetahui duel maut ini setelah Junaidin berteriak minta pertolongan warga.
"Saat warga keluar rumah, Udin sudah tergeletak di aspal, begitu juga Junaidin. Keduanya dalam keadaan terluka parah,” tuturnya di Tangerang, Banten, Minggu 2 September 2012.
Oleh warga, keduanya dilarikan ke RSUD Kabupaten Tangerang. Nahas, Udin yang terkena bacokan di leher, tangan, serta kepala meregang nyawa setibanya di rumah sakit. Adapun Junaidin yang juga menderita luka bacok di tangan dan kepalanya hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Kapolsek Cipondoh Kompol Suyono menerangkan, sehari sebelum duel maut ini terjadi sejumlah saksi sempat melihat antara korban dan pelaku terlibat cekcok mulut.
Namun, pertengkaran mulut tersebut tak berujung kepada bentrok fisik. “Dugaan sementara motif duel maut ini dipicu perselisihan bagi hasil penjualan obat gosok sebesar Rp300.000,” ungkapnya.
Namun, untuk memastikan itu, penyidik akan meminta keterangan pelaku setelah kesehatannya pulih.
(lil)