Siswa SMA dalangi pencurian motor
Senin, 03 September 2012 - 08:13 WIB
Siswa SMA dalangi pencurian motor
A
A
A
Sindonews.com - Seorang siswa sekolah menengah atas (SMA) di Bogor masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Ciputat, Tangerang Selatan. Siswa berinisial ED ini diketahui sebagai dalang pencurian sepeda motor di Tangerang.
Kapolsek Ciputat Komisaris Polisi (Kompol) Alip menerangkan, ED diketahui sebagai dalang pencurian sepeda motor ini bermula dari penangkapan terhadap Supriyadi (17), di Kampung Jombang Kramat, Ciputat. Saat itu Supriyadi bersama ED tertangkap warga saat hendak mencuri sepeda motor Yamaha Vixion milik Fahrudin.
Ketika akan menyalakan mesin sepeda motor dengan nopol B 3081 NLL ini aksi kedua remaja ini pun diketahui sang pemilik. Fahrudin pun berteriak minta pertolongan warga sekitar. Alhasil, Supriyadi pun hanya bisa pasrah saat ratusan warga berhasil mengepungnya.
Adapun ED saat itu berhasil meloloskan diri. Setelah menerima bogem mentah bertubi-tubi dari ratusan massa, Supriyadi pun diserahkan warga ke Polsek Ciputat. Dari keterangan Supriyadi inilah diketahui aksi pencurian sepeda motor tersebut dilakukan bersama ED.
"ED berstatus pelajar kelas II di salah satu SMA di Bogor. ED dan Supriyadi telah tiga kali mencuri sepeda motor,” katanya di Tangerang, Banten, Minggu 2 September 2012.
Tiga aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan kedua remaja ini dilakukan di Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kawasan Ciputat dan Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Menurut Alip, penyidik telah menyambangi sekolah ED, dan pihak sekolah membenarkan bila ED masih tercatat sebagai siswa di SMA tersebut.
Sayangnya, saat penyidik mendatangi sekolah tersebut, ED belum masuk sekolah lantaran masih libur. Selain memburu ED, penyidik juga saat ini memburu Riki yang merupakan penadah barang hasil curian kedua pelaku.
Sementara Supriyadi mengaku, dirinya bersama ED baru melakukan pencurian sejak pertengahan Agustus lalu. Meski terbilang baru, Supriyadi bersama ED telah berhasil mencuri tiga unit sepeda motor bermodalkan kunci letter T. Supriyadi dan ED nekat mencuri lantaran tergiur uang yang didapat sangat besar dalam tempo sikat.
Uang hasil penjualan sepeda motor curian selama ini dipergunakannya untuk senang-senang. "Saya tergiur hasilnya yang sangat besar Pak. Saya baru tiga kali mencuri itu juga karena diajak teman,” ujar remaja yang putus sekolah di bangku kelas II SMP ini.
Di bagian lain, satu dari empat perampok sepeda motor bersenjata tajam ditembak petugas saat beraksi di Jalan Bintaro Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Meski mengalami luka tembak di bagian punggung, pelaku berhasil diselamatkan oleh pelaku lain.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, penembakan terhadap pelaku perampokan sepeda motor ini bermula saat petugas Polsek Pesanggrahan mendapati empat lelaki tak dikenal tengah saling berebut sepeda motor dengan seorang lelaki.
Saat didekati, satu dari empat pelaku membacok tangan seorang lelaki yang diketahui bernama Bahri (32). Melihat hal ini, petugas pun terus mendekat dengan maksud menggagalkan dan menangkap perampok itu. Kedatangan petugas ini membuat empat pelaku panik dan kabur sambil membawa sepeda motor Honda Vario dengan nopol B 6765 UWT milik korban.
Aksi kejar-kejaran antara polisi dan empat perampok ini pun terjadi. Untuk menghentikan langkah para pelaku, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara. Sayangnya, tembakan tersebut tak digubris pelaku yang terus berusaha kabur ke arah Fatmawati, Jakarta Selatan.
Karena tembakan peringatan tak digubris, petugas pun melepaskan tembakan ke arah pelaku dan mengenai punggung salah seorang pelaku yang kabur dengan sepeda motor korban. "Pelaku yang tertembak di punggung sempat terjatuh dari sepeda motor. Tapi, pelaku lain berhasil menyelamatkannya dan membawa kabur pelaku yang tertembak itu,” ungkapnya.
Rikwanto belum dapat memastikan apakah pelaku tewas atau hanya mengalami luka tembak saja. Adapun sepeda motor korban berhasil diselamatkan. Saat ini penyidik telah melakukan koordinasi dengan sejumlah rumah sakit untuk melapor bila ada pasien yang mengalami luka tembak di punggung.
“Kami masih menyelidiki kasus ini dan belum dapat memastikan apakah pelaku yang tertembak itu tewas atau tidak,” katanya.
Kapolsek Ciputat Komisaris Polisi (Kompol) Alip menerangkan, ED diketahui sebagai dalang pencurian sepeda motor ini bermula dari penangkapan terhadap Supriyadi (17), di Kampung Jombang Kramat, Ciputat. Saat itu Supriyadi bersama ED tertangkap warga saat hendak mencuri sepeda motor Yamaha Vixion milik Fahrudin.
Ketika akan menyalakan mesin sepeda motor dengan nopol B 3081 NLL ini aksi kedua remaja ini pun diketahui sang pemilik. Fahrudin pun berteriak minta pertolongan warga sekitar. Alhasil, Supriyadi pun hanya bisa pasrah saat ratusan warga berhasil mengepungnya.
Adapun ED saat itu berhasil meloloskan diri. Setelah menerima bogem mentah bertubi-tubi dari ratusan massa, Supriyadi pun diserahkan warga ke Polsek Ciputat. Dari keterangan Supriyadi inilah diketahui aksi pencurian sepeda motor tersebut dilakukan bersama ED.
"ED berstatus pelajar kelas II di salah satu SMA di Bogor. ED dan Supriyadi telah tiga kali mencuri sepeda motor,” katanya di Tangerang, Banten, Minggu 2 September 2012.
Tiga aksi pencurian sepeda motor yang dilakukan kedua remaja ini dilakukan di Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kawasan Ciputat dan Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Menurut Alip, penyidik telah menyambangi sekolah ED, dan pihak sekolah membenarkan bila ED masih tercatat sebagai siswa di SMA tersebut.
Sayangnya, saat penyidik mendatangi sekolah tersebut, ED belum masuk sekolah lantaran masih libur. Selain memburu ED, penyidik juga saat ini memburu Riki yang merupakan penadah barang hasil curian kedua pelaku.
Sementara Supriyadi mengaku, dirinya bersama ED baru melakukan pencurian sejak pertengahan Agustus lalu. Meski terbilang baru, Supriyadi bersama ED telah berhasil mencuri tiga unit sepeda motor bermodalkan kunci letter T. Supriyadi dan ED nekat mencuri lantaran tergiur uang yang didapat sangat besar dalam tempo sikat.
Uang hasil penjualan sepeda motor curian selama ini dipergunakannya untuk senang-senang. "Saya tergiur hasilnya yang sangat besar Pak. Saya baru tiga kali mencuri itu juga karena diajak teman,” ujar remaja yang putus sekolah di bangku kelas II SMP ini.
Di bagian lain, satu dari empat perampok sepeda motor bersenjata tajam ditembak petugas saat beraksi di Jalan Bintaro Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Meski mengalami luka tembak di bagian punggung, pelaku berhasil diselamatkan oleh pelaku lain.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, penembakan terhadap pelaku perampokan sepeda motor ini bermula saat petugas Polsek Pesanggrahan mendapati empat lelaki tak dikenal tengah saling berebut sepeda motor dengan seorang lelaki.
Saat didekati, satu dari empat pelaku membacok tangan seorang lelaki yang diketahui bernama Bahri (32). Melihat hal ini, petugas pun terus mendekat dengan maksud menggagalkan dan menangkap perampok itu. Kedatangan petugas ini membuat empat pelaku panik dan kabur sambil membawa sepeda motor Honda Vario dengan nopol B 6765 UWT milik korban.
Aksi kejar-kejaran antara polisi dan empat perampok ini pun terjadi. Untuk menghentikan langkah para pelaku, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara. Sayangnya, tembakan tersebut tak digubris pelaku yang terus berusaha kabur ke arah Fatmawati, Jakarta Selatan.
Karena tembakan peringatan tak digubris, petugas pun melepaskan tembakan ke arah pelaku dan mengenai punggung salah seorang pelaku yang kabur dengan sepeda motor korban. "Pelaku yang tertembak di punggung sempat terjatuh dari sepeda motor. Tapi, pelaku lain berhasil menyelamatkannya dan membawa kabur pelaku yang tertembak itu,” ungkapnya.
Rikwanto belum dapat memastikan apakah pelaku tewas atau hanya mengalami luka tembak saja. Adapun sepeda motor korban berhasil diselamatkan. Saat ini penyidik telah melakukan koordinasi dengan sejumlah rumah sakit untuk melapor bila ada pasien yang mengalami luka tembak di punggung.
“Kami masih menyelidiki kasus ini dan belum dapat memastikan apakah pelaku yang tertembak itu tewas atau tidak,” katanya.
(lil)