Antisipasi teroris, Polres Bone gelar Razia
Minggu, 02 September 2012 - 23:30 WIB
Antisipasi teroris, Polres Bone gelar Razia
A
A
A
Sindonews.com - Dalam rangka mengantisipasi meluasnya aksi teror di Tanah Air, Polres Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar razia di sejumlah ruas jalan jalur masuk ke Kabupaten Bone. Dalam razia tersebut, polisi yang bekerjasama dengan Polisi Militer (POM) Bone mengamankan dua orang warga karena membawa senjata tajam (sajam).
Pasca penembakan polisi di Solo, Jawa Tengah (Jateng) membuat Polres Bone bekerjasama dengan POM Bone menggelar razia. Razia tersebut digelar di sejumlah ruas jalan jalur masuk ke Kabupaten Bone seperti di Jalan Urif Sumoharjo, Jalan Makassar dan Jalan MH Thamrin.
Kanit Patroli Polres Bone, Ipda Yusuf mengatakan razia akan dilakukan pada setiap kendaraan umum maupun pribadi yang melintas di jalur tersebut. Para pengendara diminta untuk berhenti kemudian diperiksa oleh petugas dari kepolisian dan polisi militer baik dari kelengkapan kendaraan maupun barang bawaan.
"Kami mengamankan dua orang warga yang didapati membawa sajam berupa parang dan badik. Bukan hanya itu, polisi juga mengamankan sejumlah kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan dan Surat Izin Mengemudi (SIM)," ujar Yusuf menjelaskan kepada wartawan, Minggu (2/9/2012).
Yusuf mengatakan razia yang digelar tersebut adalah operasi cipta kondisi yang dimaksudkan untuk mengantisipasi masuknya teroris di Kabupaten Bone. Sementara dua warga yang membawa sajam berupa parang dan badik tersebut langsung digiring ke mapolres bone/ guna dimintai keterangan.
Pemilik sajam, Januar mengakui badik yang sengaja dia bawa tersebut hanya untuk berjaga-jaga karena dirinya akan melakukan perjalanan jauh.
"Saya bawa badik untuk berjaga-jaga. Kalau perjalanan malam rawan sekali kejahatan," ujar Ridwan.
Pasca penembakan polisi di Solo, Jawa Tengah (Jateng) membuat Polres Bone bekerjasama dengan POM Bone menggelar razia. Razia tersebut digelar di sejumlah ruas jalan jalur masuk ke Kabupaten Bone seperti di Jalan Urif Sumoharjo, Jalan Makassar dan Jalan MH Thamrin.
Kanit Patroli Polres Bone, Ipda Yusuf mengatakan razia akan dilakukan pada setiap kendaraan umum maupun pribadi yang melintas di jalur tersebut. Para pengendara diminta untuk berhenti kemudian diperiksa oleh petugas dari kepolisian dan polisi militer baik dari kelengkapan kendaraan maupun barang bawaan.
"Kami mengamankan dua orang warga yang didapati membawa sajam berupa parang dan badik. Bukan hanya itu, polisi juga mengamankan sejumlah kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan dan Surat Izin Mengemudi (SIM)," ujar Yusuf menjelaskan kepada wartawan, Minggu (2/9/2012).
Yusuf mengatakan razia yang digelar tersebut adalah operasi cipta kondisi yang dimaksudkan untuk mengantisipasi masuknya teroris di Kabupaten Bone. Sementara dua warga yang membawa sajam berupa parang dan badik tersebut langsung digiring ke mapolres bone/ guna dimintai keterangan.
Pemilik sajam, Januar mengakui badik yang sengaja dia bawa tersebut hanya untuk berjaga-jaga karena dirinya akan melakukan perjalanan jauh.
"Saya bawa badik untuk berjaga-jaga. Kalau perjalanan malam rawan sekali kejahatan," ujar Ridwan.
(azh)