Lestarikan kesenian, Disabudpar gelar show jalanan
Minggu, 02 September 2012 - 03:08 WIB
Lestarikan kesenian, Disabudpar gelar show jalanan
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung kini telah merintis upaya melestarikan seni Sunda yang tertinggal dengan membawa pertunjukkan seni Sunda ke ranah publik.
"Kami menjawab perintah Wali dan Wakil Wali Kota Bandung, mereka ingin agar seni Sunda dapat ruang untuk apresiasi. Diakui pengunjung ke gedung pertunjukkan sekarang minim, maka apa salahnya kalau pertunjukannya dibawa ke jalan," kata Kepala Disbudpar Kota Bandung Priana Wirasaputra, Sabtu 1 September 2012.
Pihaknya tengah merumuskan program pertunjukan bersama komunitas peduli Seni Sunda dan para pengusaha. "Kami ingin mengembangkan pertunjukan 'on the street', bekerjasama dengan relawan dari Pasoban (Paguyuban Sepeda Ontel Bandung,-red) dan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia)," ujar Priana.
Selain itu, para penggiat usaha wisata akan memiliki pusat informasi turis mobile. Rencananya, setiap ada titik pariwisata di situ juga akan ada pertunjukan yang disertai kampanye seni tradisi.
"Sebelumnya, baru ada di satu titik yakni car free day, inginnya tambah lagi empat titik. Perusahaan sudah banyak yang mau mendukung," kata Priana.
Menurut Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, kini animo untuk melestarikan seni pertunjukan Sunda tinggi namun memusat di bagian timur Kota Bandung.
"Masyarakat lainnya jarang ada kesempatan melihat kecuali di Bandung Timur. Yang lain kita harap tidak hanya diperdengarkan tapi ikut langsung," kata Ayi.
Salah satu kesenian pertunjukan Sunda yang bersikeras ingin dipasarkan oleh pihaknya adalah Benjang. Karena terdapat unsur kesenian musik, tari, dan olahraga gulat dalam Benjang. Ayi berharap Benjang sepopuler olahraga khas Jepang Sumo.
"Paguyuban Benjang telah dibantu pemerintah, dan juga event-event pertunjukan Benjang. Mudah-mudahann dapat seperti halnya Calung, Ketuk Tilu, dan Angklung yang dibawa oleh kreatifitas sehingga bisa mendunia," harap Ayi.
"Kami menjawab perintah Wali dan Wakil Wali Kota Bandung, mereka ingin agar seni Sunda dapat ruang untuk apresiasi. Diakui pengunjung ke gedung pertunjukkan sekarang minim, maka apa salahnya kalau pertunjukannya dibawa ke jalan," kata Kepala Disbudpar Kota Bandung Priana Wirasaputra, Sabtu 1 September 2012.
Pihaknya tengah merumuskan program pertunjukan bersama komunitas peduli Seni Sunda dan para pengusaha. "Kami ingin mengembangkan pertunjukan 'on the street', bekerjasama dengan relawan dari Pasoban (Paguyuban Sepeda Ontel Bandung,-red) dan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia)," ujar Priana.
Selain itu, para penggiat usaha wisata akan memiliki pusat informasi turis mobile. Rencananya, setiap ada titik pariwisata di situ juga akan ada pertunjukan yang disertai kampanye seni tradisi.
"Sebelumnya, baru ada di satu titik yakni car free day, inginnya tambah lagi empat titik. Perusahaan sudah banyak yang mau mendukung," kata Priana.
Menurut Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, kini animo untuk melestarikan seni pertunjukan Sunda tinggi namun memusat di bagian timur Kota Bandung.
"Masyarakat lainnya jarang ada kesempatan melihat kecuali di Bandung Timur. Yang lain kita harap tidak hanya diperdengarkan tapi ikut langsung," kata Ayi.
Salah satu kesenian pertunjukan Sunda yang bersikeras ingin dipasarkan oleh pihaknya adalah Benjang. Karena terdapat unsur kesenian musik, tari, dan olahraga gulat dalam Benjang. Ayi berharap Benjang sepopuler olahraga khas Jepang Sumo.
"Paguyuban Benjang telah dibantu pemerintah, dan juga event-event pertunjukan Benjang. Mudah-mudahann dapat seperti halnya Calung, Ketuk Tilu, dan Angklung yang dibawa oleh kreatifitas sehingga bisa mendunia," harap Ayi.
(ysw)