Adri: Daeng banyak mengajari saya
Minggu, 02 September 2012 - 00:02 WIB
Adri: Daeng banyak mengajari saya
A
A
A
Sindonews.com - Bripda Adri rekan almarhum Briptu Suherman biasa memanggil Daeng pada almarhum yang dikenal selalu memotivasi rekan-rekannya.
Bripda Adri, mengaku sangat kehilangan sosok seorang kakak yang sangat perhatian. “Dia kakak letting saya. Kami panggilnya Daeng,” kata Adri yang ditemui di rumah duka Desa Padalloang, Kecamatan Atampanua, Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu 1 September 2012 malam.
Diceritakan Adri, beberapa hari sebelum nahas menimpa, dia masih sempat tidur siang bareng korban di markasnya di Jakarta. Saat itu hari Jumat. Usai Salat Jumat, Daeng (sapaan Suherman) hendak keluar. Setelah itu, dia beristirahat bersama. Adri mengaku sangat dekat dengan almarhum. Apalagi mereka sama-sama dari Sulsel.
“Daeng banyak mengajari saya. Termasuk saya dimotivasi untuk mengikuti jejaknya beli mobil dan rumah. Karena katanya, kalau sudah ada rumah, kita sudah bisa fokus dan ada tempat,” kata Adri yang juga bersama almarhum mengikuti pelatihan khusus di Amerika.
Duka menyelimuti Indonesia, termasuk Desa Padalloang. Sang Pahlawan disambut dan diantar dengan kibaran bendera setengah tiang yang dipasang di depan-depan rumah warga. Semua berduka. Selamat jalan.
Jenazah almarhum mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian sejak dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin hingga Pinrang. Mobil pengawal polisi meraung-raung sepanjang jalan.
Pantauan di lapangan, motor pawal polisi tersebar di beberapa titik jalan yang akan dilalui mobil yang membawa jenazah Suherman. Di beberapa persimpangan polisi standby untuk memberikan penujuk arah kepada mereka yang akan ke rumah duka.
Bripda Adri, mengaku sangat kehilangan sosok seorang kakak yang sangat perhatian. “Dia kakak letting saya. Kami panggilnya Daeng,” kata Adri yang ditemui di rumah duka Desa Padalloang, Kecamatan Atampanua, Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu 1 September 2012 malam.
Diceritakan Adri, beberapa hari sebelum nahas menimpa, dia masih sempat tidur siang bareng korban di markasnya di Jakarta. Saat itu hari Jumat. Usai Salat Jumat, Daeng (sapaan Suherman) hendak keluar. Setelah itu, dia beristirahat bersama. Adri mengaku sangat dekat dengan almarhum. Apalagi mereka sama-sama dari Sulsel.
“Daeng banyak mengajari saya. Termasuk saya dimotivasi untuk mengikuti jejaknya beli mobil dan rumah. Karena katanya, kalau sudah ada rumah, kita sudah bisa fokus dan ada tempat,” kata Adri yang juga bersama almarhum mengikuti pelatihan khusus di Amerika.
Duka menyelimuti Indonesia, termasuk Desa Padalloang. Sang Pahlawan disambut dan diantar dengan kibaran bendera setengah tiang yang dipasang di depan-depan rumah warga. Semua berduka. Selamat jalan.
Jenazah almarhum mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian sejak dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin hingga Pinrang. Mobil pengawal polisi meraung-raung sepanjang jalan.
Pantauan di lapangan, motor pawal polisi tersebar di beberapa titik jalan yang akan dilalui mobil yang membawa jenazah Suherman. Di beberapa persimpangan polisi standby untuk memberikan penujuk arah kepada mereka yang akan ke rumah duka.
(ysw)