Dikepung, bandar besar narkoba di Medan lolos
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 09:52 WIB
Dikepung, bandar besar narkoba di Medan lolos
A
A
A
Sindonews.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut menggerebek enam rumah milik bandar besar narkoba bernama Icang di Jalan Sering No 43, lingkungan VIII, Kelurahan Siderejo, Medan Tembung. Namun sayangnya, Icang berhasil meloloskan diri dari kepungan polisi.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Pol Andjar Dewanto mengakui dalam penggerebekan itu dua orang berhasil melarikan diri, termasuk bandar besarnya,Icang. Sementara delapan orang yang berada di dalam rumah dan sedang asyik mengonsumsi narkoba jenis sabudiamankan polisi.
Mereka adalah Maza Harianto (27), warga Jalan Suluh, Kelurahan Siderejo, Medan Perjuangan; Hendra (35) warga Jalan Belibis, Perumnas Mandala, Budi (40) warga Simpang Kantor, Marelan. Selanjutnya, Chandra (41) warga Komplek Rusun Sukaramai, Hendrik Syahputra (50) warga Jalan Rela, Kelurahan Siderejo, Medan Perjuangan, Agus (40) warga Jalan Karya Utama Lorong Haji, Titi Kuning.
Kemudian, Muhammad Yusuf (38) warga Jalan Jati Luhur, Medan Tembung dan Hedrik (34) warga Jalan Kelambir V, Tanjung Gusta. Sedangkan dari hasil penggerebekan polisi menyita sejumlah barang bukti dua ons daun ganja kering, dua alat penghisap sabu. Selain itu disita, satu senjata tajam celurit dan golok.Polisi juga menyita satu unit mobil BK 1234 QY serta dua paket sabu.
Dari pengamatan di lokasi penggerebekan, rumah milik bandar bercat warna krem memiliki panjang sekitar 20 meter. Sementara dua rumah yang mengapit rumah bandar hanya berbatasan satu dinding dan memiliki pintu kecil. Di belakang rumah bandar narkoba dipagari besi setinggi satu meter dan terdapat sebuah lorong kecil. Diduga Icang meloloskan diri melewati pagar belakang rumah itu dibantu oleh keluarganya. Sementara di dalam rumah terdapat fasilitas karaoke yang berada di lantai satu dan dua.
“Icang termasuk bandar terbesar di Medan. Bandar narkoba ini dikenal cukup licin dan lolos dari sergapan petugas.Penggerebekan ini kami lakukan untuk yang kedua kalinya. Namun lagi-lagi bandar besarnya lolos,” ujar Andjar Dewanto menjelaskan, Kamis 30 Agustus 2012.
Padahal kepolisian sudah menurunkan satu pleton Satuan Brimob dan 30 personel dari Polresta Medan. Lolosnya Icang ternyata juga dibantu warga sekitar.Dewanto menyayangkan warga justru juga ikut melindungi Icang serta menyerang personel saat melakukan penggerebekan.
“Bandar narkoba ini (Icang) juga mempunyai banyak rumah di Kelurahan Siderejo, tujuannya mungkin agar bisa mengelabui personel saat penggerebekan. Mobil petugas juga sempat dilempari oleh masyarakat dan keluarga Icang. Wartawan yang berada di luar rumah juga diserang oleh masyarakat di sini,” sebutnya.
Seorang tersangka yang berhasil dibekuk polisi Hendrik Syahputra mengaku, dirinya datang ke rumah tersebut hanya untuk melepas suntuk.
“Aku datang diajak kawan untuk karaoke saja. Aku belum sempat menggunakan sabu atau daun ganja kering,” kata dia.
Tersangka lainnya Chandra mengaku pernah masuk bui karena kasus sabu-sabu. “Saya pernah masuk dalam sel karena kasus sabu dan saya ditangkap Sat Narkoba Polresta Medan. Saya datang kemarin juga untuk membeli sabu,” pungkasnya.
Dari penggerebekan itu juga menimbulkan insiden di luar dugaan. Wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Pandopotan Sitompul (48) yang ikut bersama rombongan polisi saat penggerebekan tak menyangka dirinya bakal dikeroyok sekelompok orang.
Mereka diduga keluarga dan tangan kanan Icang. Pandopotan terkena pukulan di bagian kepala dengan batu. Usai dipukuli, para pelaku, kata Pandopotan, langsung meninggalkannya begitu saja. Pandopotan juga sempat melihat para pelaku mengumpulkan batu bata yang berada di lokasi kejadian. Batu itu lantas dilemparkan ke petugas yang sedang berada di dalam rumah Icang.
“Aku ingat betul siapa pelaku yang memukul saya. Lebih dari dua orang pelakunya,” tuturnya.
Aksi warga tak sampai di situ saja. Satu unit mobil BK 1118 KY milik petugas ringsek dipukuli dan dilempari. Polisi juga terpaksa meletuskan beberapa tembakan senjata api ke atas karena mendapat serangan dari warga sekitar. Sementara insiden tak terduga lainnya yakni Darmansyah, warga Jalan Tuasan, Medan Perjuangan terkena tembakan di mata kaki sebelah kiri. Hingga tadi malam, pria berusia 37 tahun itu masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Pirngadi Medan.
Arnold Tambunan (38) teman korban menuturkan, musibah itu terjadi ketika petugas Ditresnarkoba Polda Sumut sedang menggerebek rumah bandar besar narkoba Icang, Darmansyah sedang membeli rokok di salahsatu warung yang berjarak sekitar tujuh meter dari lokasi kejadian. Ketika petugas dan wargakisruh, dan terdengar suara letusan senjata. Tak disangka, seketika itu juga Darmansyah langsung jatuh terkapar menahan sakit di kakinya. Saat itu tak seorangpun yang memperhatikan Darmansyah, karena sebagian besar warga melihat aksi penggerebekan itu.
Seorang warga bernama David yang mengetahui Darmansyah terkapar, langsung membawanya ke RSU Pirngadi dengan mengendarai becak bermotor. Direktur Reserse Narkoba Poldasu Kombes Andjar Dewanto yang dihubungi tadi malam mengaku baru mengetahui kejadian itu.
”Memang saya dengar ada warga yang mengaku tertembak,ini saya masih dalam perjalanan ke rumah sakit,” ujarnya.
Namun Andjar belum dapat memastikan apakah luka tembak di kaki Darmansyah berasal dari senjata api petugas.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Pol Andjar Dewanto mengakui dalam penggerebekan itu dua orang berhasil melarikan diri, termasuk bandar besarnya,Icang. Sementara delapan orang yang berada di dalam rumah dan sedang asyik mengonsumsi narkoba jenis sabudiamankan polisi.
Mereka adalah Maza Harianto (27), warga Jalan Suluh, Kelurahan Siderejo, Medan Perjuangan; Hendra (35) warga Jalan Belibis, Perumnas Mandala, Budi (40) warga Simpang Kantor, Marelan. Selanjutnya, Chandra (41) warga Komplek Rusun Sukaramai, Hendrik Syahputra (50) warga Jalan Rela, Kelurahan Siderejo, Medan Perjuangan, Agus (40) warga Jalan Karya Utama Lorong Haji, Titi Kuning.
Kemudian, Muhammad Yusuf (38) warga Jalan Jati Luhur, Medan Tembung dan Hedrik (34) warga Jalan Kelambir V, Tanjung Gusta. Sedangkan dari hasil penggerebekan polisi menyita sejumlah barang bukti dua ons daun ganja kering, dua alat penghisap sabu. Selain itu disita, satu senjata tajam celurit dan golok.Polisi juga menyita satu unit mobil BK 1234 QY serta dua paket sabu.
Dari pengamatan di lokasi penggerebekan, rumah milik bandar bercat warna krem memiliki panjang sekitar 20 meter. Sementara dua rumah yang mengapit rumah bandar hanya berbatasan satu dinding dan memiliki pintu kecil. Di belakang rumah bandar narkoba dipagari besi setinggi satu meter dan terdapat sebuah lorong kecil. Diduga Icang meloloskan diri melewati pagar belakang rumah itu dibantu oleh keluarganya. Sementara di dalam rumah terdapat fasilitas karaoke yang berada di lantai satu dan dua.
“Icang termasuk bandar terbesar di Medan. Bandar narkoba ini dikenal cukup licin dan lolos dari sergapan petugas.Penggerebekan ini kami lakukan untuk yang kedua kalinya. Namun lagi-lagi bandar besarnya lolos,” ujar Andjar Dewanto menjelaskan, Kamis 30 Agustus 2012.
Padahal kepolisian sudah menurunkan satu pleton Satuan Brimob dan 30 personel dari Polresta Medan. Lolosnya Icang ternyata juga dibantu warga sekitar.Dewanto menyayangkan warga justru juga ikut melindungi Icang serta menyerang personel saat melakukan penggerebekan.
“Bandar narkoba ini (Icang) juga mempunyai banyak rumah di Kelurahan Siderejo, tujuannya mungkin agar bisa mengelabui personel saat penggerebekan. Mobil petugas juga sempat dilempari oleh masyarakat dan keluarga Icang. Wartawan yang berada di luar rumah juga diserang oleh masyarakat di sini,” sebutnya.
Seorang tersangka yang berhasil dibekuk polisi Hendrik Syahputra mengaku, dirinya datang ke rumah tersebut hanya untuk melepas suntuk.
“Aku datang diajak kawan untuk karaoke saja. Aku belum sempat menggunakan sabu atau daun ganja kering,” kata dia.
Tersangka lainnya Chandra mengaku pernah masuk bui karena kasus sabu-sabu. “Saya pernah masuk dalam sel karena kasus sabu dan saya ditangkap Sat Narkoba Polresta Medan. Saya datang kemarin juga untuk membeli sabu,” pungkasnya.
Dari penggerebekan itu juga menimbulkan insiden di luar dugaan. Wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Pandopotan Sitompul (48) yang ikut bersama rombongan polisi saat penggerebekan tak menyangka dirinya bakal dikeroyok sekelompok orang.
Mereka diduga keluarga dan tangan kanan Icang. Pandopotan terkena pukulan di bagian kepala dengan batu. Usai dipukuli, para pelaku, kata Pandopotan, langsung meninggalkannya begitu saja. Pandopotan juga sempat melihat para pelaku mengumpulkan batu bata yang berada di lokasi kejadian. Batu itu lantas dilemparkan ke petugas yang sedang berada di dalam rumah Icang.
“Aku ingat betul siapa pelaku yang memukul saya. Lebih dari dua orang pelakunya,” tuturnya.
Aksi warga tak sampai di situ saja. Satu unit mobil BK 1118 KY milik petugas ringsek dipukuli dan dilempari. Polisi juga terpaksa meletuskan beberapa tembakan senjata api ke atas karena mendapat serangan dari warga sekitar. Sementara insiden tak terduga lainnya yakni Darmansyah, warga Jalan Tuasan, Medan Perjuangan terkena tembakan di mata kaki sebelah kiri. Hingga tadi malam, pria berusia 37 tahun itu masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Pirngadi Medan.
Arnold Tambunan (38) teman korban menuturkan, musibah itu terjadi ketika petugas Ditresnarkoba Polda Sumut sedang menggerebek rumah bandar besar narkoba Icang, Darmansyah sedang membeli rokok di salahsatu warung yang berjarak sekitar tujuh meter dari lokasi kejadian. Ketika petugas dan wargakisruh, dan terdengar suara letusan senjata. Tak disangka, seketika itu juga Darmansyah langsung jatuh terkapar menahan sakit di kakinya. Saat itu tak seorangpun yang memperhatikan Darmansyah, karena sebagian besar warga melihat aksi penggerebekan itu.
Seorang warga bernama David yang mengetahui Darmansyah terkapar, langsung membawanya ke RSU Pirngadi dengan mengendarai becak bermotor. Direktur Reserse Narkoba Poldasu Kombes Andjar Dewanto yang dihubungi tadi malam mengaku baru mengetahui kejadian itu.
”Memang saya dengar ada warga yang mengaku tertembak,ini saya masih dalam perjalanan ke rumah sakit,” ujarnya.
Namun Andjar belum dapat memastikan apakah luka tembak di kaki Darmansyah berasal dari senjata api petugas.
(azh)