Jokowi: tidak ada strategi untuk isu SARA
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 06:02 WIB
Jokowi: tidak ada strategi untuk isu SARA
A
A
A
Sindonews.com - Calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak memiliki strategi khusus untuk menangkal isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang kerap ditujukan kepada pihaknya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua.
Pasangan Basuki Tjahaja Purnama itu mengungkapkan, dirinya hanya akan mengandalkan kerja keras untuk menyampaikan visi misinya sebagai cagub DKI Jakarta. Dengan demikian, diharapkan masyarakat DKI Jakarta bisa simpati dan mau memilihnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Kalau saya itu ingin bekerja saja lah. Bekerja menyampaikan visi saya, bekerja menyampaikan program saya, bekerja menyampaikan solusi kepada masyarakat yang juga mendengar, melihat ke lapangan," katanya kepada Sindonews di Jakarta, Kamis 30 Agustus 2012 malam.
Dia mengatakan, pihaknya tidak mau ambil pusing terhadap penggunaan isu SARA yang terus digunakan untuk menyudutkannya. "Memang mau saya apakan, isu SARA ini mau saya apain? isu seperti ini, apa pada senang kalau saya marah? Saya disuruh apa?," ujarnya.
Disinggung soal strateginya di putaran kedua, Jokowi mengaku tidak memiliki strategi khusus untuk mengajak warga Jakarta memilihnya 20 September 2012 nanti. Pihaknya pun hanya akan membalas isu SARA dengan senyuman untuk meredamnya.
"Kalau pakai strategi, pakai biaya lagi. Dihantam dengan isu ya senyum, dihantam lagi ya senyum. Pokoknya keras dilawan dengan lembut," tandasnya.
Pasangan Basuki Tjahaja Purnama itu mengungkapkan, dirinya hanya akan mengandalkan kerja keras untuk menyampaikan visi misinya sebagai cagub DKI Jakarta. Dengan demikian, diharapkan masyarakat DKI Jakarta bisa simpati dan mau memilihnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Kalau saya itu ingin bekerja saja lah. Bekerja menyampaikan visi saya, bekerja menyampaikan program saya, bekerja menyampaikan solusi kepada masyarakat yang juga mendengar, melihat ke lapangan," katanya kepada Sindonews di Jakarta, Kamis 30 Agustus 2012 malam.
Dia mengatakan, pihaknya tidak mau ambil pusing terhadap penggunaan isu SARA yang terus digunakan untuk menyudutkannya. "Memang mau saya apakan, isu SARA ini mau saya apain? isu seperti ini, apa pada senang kalau saya marah? Saya disuruh apa?," ujarnya.
Disinggung soal strateginya di putaran kedua, Jokowi mengaku tidak memiliki strategi khusus untuk mengajak warga Jakarta memilihnya 20 September 2012 nanti. Pihaknya pun hanya akan membalas isu SARA dengan senyuman untuk meredamnya.
"Kalau pakai strategi, pakai biaya lagi. Dihantam dengan isu ya senyum, dihantam lagi ya senyum. Pokoknya keras dilawan dengan lembut," tandasnya.
(lil)