Jokowi tantang TS3 buktikan laporannya
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 05:22 WIB
Jokowi tantang TS3 buktikan laporannya
A
A
A
Sindonews.com - Calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menantang Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia (TS3) untuk membuktikan dugaan korupsi anggaran program Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) terhadap 110.000 siswa.
Walikota Solo itu mengatakan, seharusnya TS3 tidak hanya melaporkan dirinya sebagai pihak pelaku korupsi, dan bukan hanya menuduh sebagai pihak yang membiarkan terjadinya tindak pidana korupsi.
"Laporkan saja, laporkan saja Jokowi langsung, jangan dilaporkan karena melakukan pembiaran terhadap tindak pidana korupsi. Pembiaran itu kan berarti ragu-ragu," katanya kepada Sindonews, di Jakarta, Kamis 30 Agustus 2012 malam.
Dia mengungkapkan, laporan TS3 terhadap dirinya sangat tidak masuk akal, karena hanya melaporkan dirinya sebagai Walikota Solo yang diduga membiarkan tindak pidana korupsi.
Menurutnya, apa yang dilakukan TS3 hanyalah upaya untuk menjegal dirinya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua mendatang. Sehingga, dirinya tidak mau ambil pusing terhadap laporan itu.
"Ya mau pilkada, biasa seperti itu. Laporannya katanya pembiaran, membiarkan ada korupsi di Pemerintah Kota (Solo). Pembiaran bagaimana? Itu sudah kita cek," tandasnya.
Walikota Solo itu mengatakan, seharusnya TS3 tidak hanya melaporkan dirinya sebagai pihak pelaku korupsi, dan bukan hanya menuduh sebagai pihak yang membiarkan terjadinya tindak pidana korupsi.
"Laporkan saja, laporkan saja Jokowi langsung, jangan dilaporkan karena melakukan pembiaran terhadap tindak pidana korupsi. Pembiaran itu kan berarti ragu-ragu," katanya kepada Sindonews, di Jakarta, Kamis 30 Agustus 2012 malam.
Dia mengungkapkan, laporan TS3 terhadap dirinya sangat tidak masuk akal, karena hanya melaporkan dirinya sebagai Walikota Solo yang diduga membiarkan tindak pidana korupsi.
Menurutnya, apa yang dilakukan TS3 hanyalah upaya untuk menjegal dirinya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua mendatang. Sehingga, dirinya tidak mau ambil pusing terhadap laporan itu.
"Ya mau pilkada, biasa seperti itu. Laporannya katanya pembiaran, membiarkan ada korupsi di Pemerintah Kota (Solo). Pembiaran bagaimana? Itu sudah kita cek," tandasnya.
(lil)