Jokowi: Dugaan korupsi BPMKS hanya rekayasa
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 05:03 WIB
Jokowi: Dugaan korupsi BPMKS hanya rekayasa
A
A
A
Sindonews.com - Calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mempertanyakan laporan Lembaga Swadaya Masyarakat Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia (TS3) yang menyebut adanya dugaan korupsi anggaran program Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) terhadap 110.000 siswa.
Jokowi yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Solo itu mengatakan, laporan TS3 hanya rekayasa yang sengaja dilakukan untuk menjegal dirinya menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua.
"Semua orang tahu kalau itu laporannya hanya dibuat buat saja. Mana mungkin saya melakukan seperti itu, tidak benar itu," katanya kepada Sindonews di Jakarta, Kamis 30 Agustus 2012 malam.
Menurutnya, dugaan korupsi tersebut sebenarnya telah diselesaikan tahun lalu, dan hasil audit menunjukkan tidak ada yang salah dalam program BPMKS itu. "Itu sudah kita cek. Ini yang tahun yang lalu, sudah di cek BPK dan tidak ada masalah," tegasnya.
Dia mengungkapkan, laporan dugaan korupsi memang sengaja terus dilakukan untuk menyasar dirinya, karena merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menjegalnya di Pilgub DKI Jakarta putaran kedua.
"Kenapa enggak dilaporkan tahun yang lalu. Kan sudah dicek BPK, kita sudah BTP dua kali. Saat ini laporan itu hanya mencari kesalahan Jokowi," tandasnya.
Jokowi yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Solo itu mengatakan, laporan TS3 hanya rekayasa yang sengaja dilakukan untuk menjegal dirinya menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua.
"Semua orang tahu kalau itu laporannya hanya dibuat buat saja. Mana mungkin saya melakukan seperti itu, tidak benar itu," katanya kepada Sindonews di Jakarta, Kamis 30 Agustus 2012 malam.
Menurutnya, dugaan korupsi tersebut sebenarnya telah diselesaikan tahun lalu, dan hasil audit menunjukkan tidak ada yang salah dalam program BPMKS itu. "Itu sudah kita cek. Ini yang tahun yang lalu, sudah di cek BPK dan tidak ada masalah," tegasnya.
Dia mengungkapkan, laporan dugaan korupsi memang sengaja terus dilakukan untuk menyasar dirinya, karena merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menjegalnya di Pilgub DKI Jakarta putaran kedua.
"Kenapa enggak dilaporkan tahun yang lalu. Kan sudah dicek BPK, kita sudah BTP dua kali. Saat ini laporan itu hanya mencari kesalahan Jokowi," tandasnya.
(lil)