Hindari tawuran, kakek tewas tertabrak kereta
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 02:33 WIB
Hindari tawuran, kakek tewas tertabrak kereta
A
A
A
Sindonews.com - Bermaksud menghindari tawuran antar sekolah, Rahiman (64), warga asal Dusun Gempol Jaya RT05/02, Karawang, tewas seketika setelah tertabrak kereta api listrik (KRL) Commuter Line di jalur dua arah Bekasi di perlintasan Kereta api, Klender, Jakarta Timur.
Saat ditemukan, korban yang mengenakan kemeja putih, dan bercelana panjang abu-abu tersebut mengalami luka parah di bagian kepala yang membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Dari saku korban ditemukan kartu identitas diri, beberapa lembar uang kertas serta karcis kereta api ekonomi. Selain itu korban juga diketahui membawa tas berukuran sedang.
Salah satu saksi mata di lokasi kejadian, Rahmat Hidayat (48), menuturkan, sebelum kejadian memang sempat terjadi aksi tawuran antar anak sekolah di lokasi tersebut. Diduga karena panik korban kemudian mencoba menjauhi lokasi tawuran dengan melintasi rel kereta.
"Tadi memang ada tawuran, dia sepertinya bingung dan panik mau kemana. Lalu dia menyebrang rel tapi tidak sadar jika ada kereta yang melintas," ujar Rahmat yang sehari berprofesi sebagai Mandor di stasiun klender lama, di Jakarta, Kamis 30 Agustus 2012.
Dia mengungkapkan, dirinya sempat meneriaki korban yang ketika itu sedang dalam keadaan tergesa-gesa, namun sepertinya usahanya tersebut tidak didengar oleh korban. "Saya sempat lihat dia menyeberang, dan berteriak kalau ada kereta yang melintas. Namun mungkin tidak didengar, sehingga dia tetap saja menyeberang," ujarnya.
Menurutnya, di kawasan tersebut memang sering terjadi aksi tawuran, khususnya yang melibatkan anak sekolah. "Di sekitar lokasi ini pelajar sekolah memang sering terlibat tawuran," jelasnya.
Saat ditemukan, korban yang mengenakan kemeja putih, dan bercelana panjang abu-abu tersebut mengalami luka parah di bagian kepala yang membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Dari saku korban ditemukan kartu identitas diri, beberapa lembar uang kertas serta karcis kereta api ekonomi. Selain itu korban juga diketahui membawa tas berukuran sedang.
Salah satu saksi mata di lokasi kejadian, Rahmat Hidayat (48), menuturkan, sebelum kejadian memang sempat terjadi aksi tawuran antar anak sekolah di lokasi tersebut. Diduga karena panik korban kemudian mencoba menjauhi lokasi tawuran dengan melintasi rel kereta.
"Tadi memang ada tawuran, dia sepertinya bingung dan panik mau kemana. Lalu dia menyebrang rel tapi tidak sadar jika ada kereta yang melintas," ujar Rahmat yang sehari berprofesi sebagai Mandor di stasiun klender lama, di Jakarta, Kamis 30 Agustus 2012.
Dia mengungkapkan, dirinya sempat meneriaki korban yang ketika itu sedang dalam keadaan tergesa-gesa, namun sepertinya usahanya tersebut tidak didengar oleh korban. "Saya sempat lihat dia menyeberang, dan berteriak kalau ada kereta yang melintas. Namun mungkin tidak didengar, sehingga dia tetap saja menyeberang," ujarnya.
Menurutnya, di kawasan tersebut memang sering terjadi aksi tawuran, khususnya yang melibatkan anak sekolah. "Di sekitar lokasi ini pelajar sekolah memang sering terlibat tawuran," jelasnya.
(lil)