Gara-gara ban motor, Jufri dibantai
Kamis, 30 Agustus 2012 - 09:17 WIB
Gara-gara ban motor, Jufri dibantai
A
A
A
Sindonews.com - Gara-gara ban motor, dua kelompok pemuda di Pussepang, Desa Jambu Mala, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar (Polman), terlibat perkelahian.
Peristiwa itu mengakibatkan satu orang tewas dan satu luka parah.Korban tewas di lokasi kejadian adalah Jufri (30), warga Kambe, Desa Rappang,Kecamatan Tapango. Tubuh korban penuh luka tusuk dan sabetan senjata tajam. Sedangkan, korban luka parah yakni, Syukur (16), kini dirawat intensif di RS Polres Polewali.
Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Wahyudi Rahman, SIK,mengatakan,peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 Wita dini hari kemarin. Diduga, pelaku yang terlibat perkelahian maut itu lebih dari empat orang. Tiga pelaku yang diduga terlibat, yakni, Sahabuddin, Syukur,dan Supriadi telah diamankan di Mapolres. Sementara, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Menurut perwira menengah ini, peristiwa tersebut bermula dari perselisihan antara korban Jufri dengan para pelaku. Dari hasil penyelidikan sementara, korban menuduh Supriadi mengempiskan ban motornya.
“Tidak terima tuduhan itu, Supriadi dan tiga rekannya menghadang Jufri yang tengah bersama Na’ia (istrinya) baru pulang dari menonton elektone di salah satu pesta di Pussepang,” kata Wahyudi menjelaskan, Rabu 29 Agustus 2012.
Ketika itu, lanjut Wahyudi, Syukur, salah satu dari kelompok Supriadi langsung memeluk korban. Korban yang diketahui membawa sebuah parang tidak bisa berbuat apa-apa. Seorang pelaku yang diketahui bernama Kalling, langsung mengambil parang yang dibawa Jufri dan menebaskannya ke tubuh korban berkali-kali. Akibat luka parah di sekujur tubuh dan kehabisan darah, korban Jufri tewas di lokasi kejadian.
Tak lama kemudian, Iwan, teman korban Jufri, datang ke lokasi kejadian. Iwan sempat menebas Syukur dengan parang di bagian punggung.
“Kami sudah mengamankan tiga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan itu. Sementara, dua orang lainnya yang juga terlibat masih dalam pengejaran,” tutur dia.
Untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya kini telah memeriksa ketiga tersangka dan saksi yang diduga mengetahui kejadian tersebut.
Peristiwa itu mengakibatkan satu orang tewas dan satu luka parah.Korban tewas di lokasi kejadian adalah Jufri (30), warga Kambe, Desa Rappang,Kecamatan Tapango. Tubuh korban penuh luka tusuk dan sabetan senjata tajam. Sedangkan, korban luka parah yakni, Syukur (16), kini dirawat intensif di RS Polres Polewali.
Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Wahyudi Rahman, SIK,mengatakan,peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 Wita dini hari kemarin. Diduga, pelaku yang terlibat perkelahian maut itu lebih dari empat orang. Tiga pelaku yang diduga terlibat, yakni, Sahabuddin, Syukur,dan Supriadi telah diamankan di Mapolres. Sementara, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Menurut perwira menengah ini, peristiwa tersebut bermula dari perselisihan antara korban Jufri dengan para pelaku. Dari hasil penyelidikan sementara, korban menuduh Supriadi mengempiskan ban motornya.
“Tidak terima tuduhan itu, Supriadi dan tiga rekannya menghadang Jufri yang tengah bersama Na’ia (istrinya) baru pulang dari menonton elektone di salah satu pesta di Pussepang,” kata Wahyudi menjelaskan, Rabu 29 Agustus 2012.
Ketika itu, lanjut Wahyudi, Syukur, salah satu dari kelompok Supriadi langsung memeluk korban. Korban yang diketahui membawa sebuah parang tidak bisa berbuat apa-apa. Seorang pelaku yang diketahui bernama Kalling, langsung mengambil parang yang dibawa Jufri dan menebaskannya ke tubuh korban berkali-kali. Akibat luka parah di sekujur tubuh dan kehabisan darah, korban Jufri tewas di lokasi kejadian.
Tak lama kemudian, Iwan, teman korban Jufri, datang ke lokasi kejadian. Iwan sempat menebas Syukur dengan parang di bagian punggung.
“Kami sudah mengamankan tiga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan itu. Sementara, dua orang lainnya yang juga terlibat masih dalam pengejaran,” tutur dia.
Untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya kini telah memeriksa ketiga tersangka dan saksi yang diduga mengetahui kejadian tersebut.
(azh)