Pemprov Jatim bantah telantarkan pengungsi Sampang
Kamis, 30 Agustus 2012 - 09:03 WIB
Pemprov Jatim bantah telantarkan pengungsi Sampang
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) membantah tudingan Komnas HAM yang menyebut mereka tidak serius menangani para pengungsi korban konflik Syiah-Sunni di Sampang, Madura.
Bantahan keras di sampaikan Saefullah Yusuf atau biasa dipanggil Gus Ipul, saat menghadiri acara halal bihalal di Pondok Pesantren Kiai Mojo di Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu, 29 Agustus 2012.
Menurut Gus Ipul, pemerintah sangat serius menangani para pengungsi korban kerusuhan di Sampang. Bahkan kini pemerintah juga masih sibuk mencarikan tempat baru yang lebih layak untuk para pengungsi tersebut.
Jumlah pengungsi yang ada saat ini, menurut Gus Ipul ada 63 kepala keluarga yang terdiri dari 63 laki-laki, 71 perempuan, 93 anak-anak dan sisanya balita. "Tempat yang ada sekarang memang kurang layak karena laki-laki-perempuan dan anak-anak bercampur jadi satu. Tapi kami sedang mencari tempat yang lebih baik," katanya.
Pemprov Jatim juga berjanji akan memenuhi segala kebutuhan pengungsi mulai dari makanan, obat-obatan, selimut, MCK dan segala keperluan lainnya. Sedangkan terkait isu akan merelokasi para pengungsi dengan cara mentransmigrasikan mereka secara paksa, juga dibantah Gus Ipul.
"Seluruh pengungsi di berikan hak untuk memilih di mana mereka akan tinggal," tegasnya.
Jika mereka memilih tetap ingin tinggal di Sampang, Pemprov Jatim akan membantu. Termasuk membantu dengan mendirikan tempat tinggal baru hingga menyediakan fasilitas kesehatan dan pendidikan buat anak-anak pengungsi tersebut.
Bantahan keras di sampaikan Saefullah Yusuf atau biasa dipanggil Gus Ipul, saat menghadiri acara halal bihalal di Pondok Pesantren Kiai Mojo di Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu, 29 Agustus 2012.
Menurut Gus Ipul, pemerintah sangat serius menangani para pengungsi korban kerusuhan di Sampang. Bahkan kini pemerintah juga masih sibuk mencarikan tempat baru yang lebih layak untuk para pengungsi tersebut.
Jumlah pengungsi yang ada saat ini, menurut Gus Ipul ada 63 kepala keluarga yang terdiri dari 63 laki-laki, 71 perempuan, 93 anak-anak dan sisanya balita. "Tempat yang ada sekarang memang kurang layak karena laki-laki-perempuan dan anak-anak bercampur jadi satu. Tapi kami sedang mencari tempat yang lebih baik," katanya.
Pemprov Jatim juga berjanji akan memenuhi segala kebutuhan pengungsi mulai dari makanan, obat-obatan, selimut, MCK dan segala keperluan lainnya. Sedangkan terkait isu akan merelokasi para pengungsi dengan cara mentransmigrasikan mereka secara paksa, juga dibantah Gus Ipul.
"Seluruh pengungsi di berikan hak untuk memilih di mana mereka akan tinggal," tegasnya.
Jika mereka memilih tetap ingin tinggal di Sampang, Pemprov Jatim akan membantu. Termasuk membantu dengan mendirikan tempat tinggal baru hingga menyediakan fasilitas kesehatan dan pendidikan buat anak-anak pengungsi tersebut.
(ysw)