Dipanggil Panwaslu, Dewi berdalih hanya kritik
Rabu, 29 Agustus 2012 - 19:19 WIB
Dipanggil Panwaslu, Dewi berdalih hanya kritik
A
A
A
Sindonews.com - Politikus PDI Perjuangan Dewi Aryani sangat menyayangkan aduan yang disampaikan Komunitas Intelektual Muda Betawi (KIMB) kepada Panwaslu terkait pernyatannya mengenai kebakaran yang marak terjadi di Jakarta merupakan tragedi yang sistematis.
Menurut Dewi, dirinya hanya berusaha mengkritisi tata kota Jakarta yang semakin karut-marut. Tapi kritikan itu justru dianggap sebagai upaya black campaign oleh salah satu pihak.
“Saya hanya menyatakan keprihatinan dan tidak ada ajakan visi-misi yang menjurus pada kampanye hitam," kata Dewi saat mendatangi kantor Panwaslu, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Ia mengatakan, wajar jika sebagai anggota DPR menyatakan prihatin dengan kondisi tata kelola Jakarta yang bermasalah. Padahal, bukan hanya dirinya yang mengkritisi permasalahan tata letak Jakarta.
“Lingkungan Jakarta bermasalah itu dinyatakan banyak pakar, bukan hanya saya. Saya sebagai anggota DPR wajib menyuarakan aspirasi masyarakat," katanyanya.
Ia menegaskan, pernyataannya selama ini tidak memiliki maksud untuk menyudutkan siapa pun. "Saya ingin membuka fakta bahwa ada kesalahan tata kelola di Jakarta," jelasnya.
Menurut Dewi, dirinya hanya berusaha mengkritisi tata kota Jakarta yang semakin karut-marut. Tapi kritikan itu justru dianggap sebagai upaya black campaign oleh salah satu pihak.
“Saya hanya menyatakan keprihatinan dan tidak ada ajakan visi-misi yang menjurus pada kampanye hitam," kata Dewi saat mendatangi kantor Panwaslu, Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Ia mengatakan, wajar jika sebagai anggota DPR menyatakan prihatin dengan kondisi tata kelola Jakarta yang bermasalah. Padahal, bukan hanya dirinya yang mengkritisi permasalahan tata letak Jakarta.
“Lingkungan Jakarta bermasalah itu dinyatakan banyak pakar, bukan hanya saya. Saya sebagai anggota DPR wajib menyuarakan aspirasi masyarakat," katanyanya.
Ia menegaskan, pernyataannya selama ini tidak memiliki maksud untuk menyudutkan siapa pun. "Saya ingin membuka fakta bahwa ada kesalahan tata kelola di Jakarta," jelasnya.
(ysw)