Evakuasi tanker terbakar tunggu tug boat
Selasa, 28 Agustus 2012 - 19:24 WIB
Evakuasi tanker terbakar tunggu tug boat
A
A
A
Sindonews.com - Nahkoda kapal tanker MT Soechi Lesmana Muhammad Arif Kurniawan mengatakan, evakuasi kapal tinggal menunggu tug boat dari Pare-Pare. Tidak ada kerusakan dalam lambung kapal, hanya dek bagian mesin saja yang kelihatan rusak.
"Kendati demikian, mesin kapal tidak bisa lagi berfungsi. Kalaupun bisa, kami khawatir akan terjadi kerusakan yang lebih parah lagi," katanya, Selasa (28/8/2012).
Dia juga mengungkapkan, awaknya berhasil diselamatkan oleh kapal asal Yunani yang kebetulan melintas di Selat Makassar. Kapal itu tidak dilarang masuk, karena melakukan penyelamatan.
Danposal Mamuju Lettu Jajat Sudrajat membenarkan hal ini. Menurutnya, untuk penyelamatan awak kapal tanker MT Soechi Lesmana, kapal asal Yunani itu tidak dikenakan sanksi.
"Kapal Yunani itu kan tidak merapat ke dermaga, dia hanya melintas di jalurnya. Dan untuk urusan penyelamatan seperti ini, tidak ada sanksi," terang Jajat.
Ditambahkan, posisi kapal saat ini sudah bergeser hingga mendekati perairan pelabuhan Mamuju. Jaraknya sekitar tujuh mil laut atau sekitar dua jam perjalanan laut dari bibir pantai Mamuju.
"Ini disebabkan karena kapal terbawa oleh arus. Kami sudah memeriksa kondisi kapal secara menyeluruh. Tidak ada kerusakan lain pada kapal, selain mesin," tambahnya.
Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sulbar Nicolas Torano, membantah isu bahwa kapal tanker itu terbakar dan posisinya sudah nyaris tenggelam. Ditegaskan, posisi kapal masih stabil dan mendekat ke perairan Mamuju.
Sementara itu, mayat Boas Fernando sudah dibawa oleh keluarganya ke Palopo 21.00 WITA dengan menggunakan kendaraan ambulance milik RSUD Mamuju. Sedang Irwan akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 01.00 WITA dini hari.
Jenazahnya juga sudah dibawa oleh keluarga ke Palopo sekitar pukul 13.00 WITA. Namun Dinar Pardede masih dalam perawatan tim medis. Menurut informasi salah seorang perawat, kondisinya sudah mulai membaik.
Hingga berita ini disusun, sejumlah staf PT Aquarius Maritim (Soecy group) yang berada di Mamuju masih enggan berkomentar.
"Kendati demikian, mesin kapal tidak bisa lagi berfungsi. Kalaupun bisa, kami khawatir akan terjadi kerusakan yang lebih parah lagi," katanya, Selasa (28/8/2012).
Dia juga mengungkapkan, awaknya berhasil diselamatkan oleh kapal asal Yunani yang kebetulan melintas di Selat Makassar. Kapal itu tidak dilarang masuk, karena melakukan penyelamatan.
Danposal Mamuju Lettu Jajat Sudrajat membenarkan hal ini. Menurutnya, untuk penyelamatan awak kapal tanker MT Soechi Lesmana, kapal asal Yunani itu tidak dikenakan sanksi.
"Kapal Yunani itu kan tidak merapat ke dermaga, dia hanya melintas di jalurnya. Dan untuk urusan penyelamatan seperti ini, tidak ada sanksi," terang Jajat.
Ditambahkan, posisi kapal saat ini sudah bergeser hingga mendekati perairan pelabuhan Mamuju. Jaraknya sekitar tujuh mil laut atau sekitar dua jam perjalanan laut dari bibir pantai Mamuju.
"Ini disebabkan karena kapal terbawa oleh arus. Kami sudah memeriksa kondisi kapal secara menyeluruh. Tidak ada kerusakan lain pada kapal, selain mesin," tambahnya.
Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sulbar Nicolas Torano, membantah isu bahwa kapal tanker itu terbakar dan posisinya sudah nyaris tenggelam. Ditegaskan, posisi kapal masih stabil dan mendekat ke perairan Mamuju.
Sementara itu, mayat Boas Fernando sudah dibawa oleh keluarganya ke Palopo 21.00 WITA dengan menggunakan kendaraan ambulance milik RSUD Mamuju. Sedang Irwan akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 01.00 WITA dini hari.
Jenazahnya juga sudah dibawa oleh keluarga ke Palopo sekitar pukul 13.00 WITA. Namun Dinar Pardede masih dalam perawatan tim medis. Menurut informasi salah seorang perawat, kondisinya sudah mulai membaik.
Hingga berita ini disusun, sejumlah staf PT Aquarius Maritim (Soecy group) yang berada di Mamuju masih enggan berkomentar.
(san)