4 orang berbadan tegap aniaya sopir angkot
Selasa, 28 Agustus 2012 - 17:10 WIB
4 orang berbadan tegap aniaya sopir angkot
A
A
A
Sindonews.com - Empat orang pengendara mobil Toyota Fortuner nopol B 2549 QY menganiaya Dasriwadi (40), seorang sopir angkutan umum M-19 jurusan Cililitan-Kranji, di sekitar Jalan Kalimalang, Jakarta Timur.
Kejadian berawal dari kesalahpahaman saat berkendara di jalan, yang berujung pada perselisihan dan penganiayaan. Saat kejadian, korban yang sedang membawa istrinya tersebut mengaku sempat dipukuli hingga diceburkan kedalam parit di pinggiran Jalan Kalimalang.
Pria paruh baya itu juga sempat mempertanyakan mengenai aksi meludahi yang dilakukan salah seorang pelaku, namun hal tersebut malah dibalas dengan pemukulan. "Saya sempat menepikan kendaraan untuk menanyakan mengapa meludahi saya. Namun empat orang itu malah memukuli dan menceburkan saya, bahkan kepala saya sempat diinjak," ungkapnya di Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Tidak berhenti sampai disitu, aksi empat orang berbadan tegap tersebut juga hampir melukai istri korban, Widya (30), yang mencoba melerai aksi pemukulan tersebut. "Istri saya sempat ditendang oleh salah seorang pelaku, namun tidak kena karena istri saya menghindar," lanjutnya.
Puas memukuli korban, keempatnya langsung melarikan diri setelah beberapa warga datang untuk menolong korban yang sudah tidak berdaya. Sementara itu, Widya yang ditemui di Polsek Duren Sawit menjelaskan para pelaku memiliki ciri-ciri memakai jeket hitam, memakai topi dan berbadan tegap.
"Saya sempat mempertanyakan mengapa mereka tega memukuli suami saya, padahal kan mobil mereka pun tidak ada kerusakan apa-apa," tuturnya.
Dia menjelaskan, pelaku awalnya menyalip mobil angkot suaminya dari sebelah kanan, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi meludahi wajah suaminya tersebut. "Yang meludah dari kaca sebelah kiri mobil itu, duduknya yang berada di tengah," jelas Widya.
Widya pun kini berharap pihak kepolisian dapat segera membekuk para pelaku yang telah mencederai suaminya tersebut. Korban sendiri saat ini telah dibawa ke RS Harum, Kalimalang, Jakarta Timur, untuk melakukan visum.
Kejadian berawal dari kesalahpahaman saat berkendara di jalan, yang berujung pada perselisihan dan penganiayaan. Saat kejadian, korban yang sedang membawa istrinya tersebut mengaku sempat dipukuli hingga diceburkan kedalam parit di pinggiran Jalan Kalimalang.
Pria paruh baya itu juga sempat mempertanyakan mengenai aksi meludahi yang dilakukan salah seorang pelaku, namun hal tersebut malah dibalas dengan pemukulan. "Saya sempat menepikan kendaraan untuk menanyakan mengapa meludahi saya. Namun empat orang itu malah memukuli dan menceburkan saya, bahkan kepala saya sempat diinjak," ungkapnya di Jakarta, Selasa (28/8/2012).
Tidak berhenti sampai disitu, aksi empat orang berbadan tegap tersebut juga hampir melukai istri korban, Widya (30), yang mencoba melerai aksi pemukulan tersebut. "Istri saya sempat ditendang oleh salah seorang pelaku, namun tidak kena karena istri saya menghindar," lanjutnya.
Puas memukuli korban, keempatnya langsung melarikan diri setelah beberapa warga datang untuk menolong korban yang sudah tidak berdaya. Sementara itu, Widya yang ditemui di Polsek Duren Sawit menjelaskan para pelaku memiliki ciri-ciri memakai jeket hitam, memakai topi dan berbadan tegap.
"Saya sempat mempertanyakan mengapa mereka tega memukuli suami saya, padahal kan mobil mereka pun tidak ada kerusakan apa-apa," tuturnya.
Dia menjelaskan, pelaku awalnya menyalip mobil angkot suaminya dari sebelah kanan, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi meludahi wajah suaminya tersebut. "Yang meludah dari kaca sebelah kiri mobil itu, duduknya yang berada di tengah," jelas Widya.
Widya pun kini berharap pihak kepolisian dapat segera membekuk para pelaku yang telah mencederai suaminya tersebut. Korban sendiri saat ini telah dibawa ke RS Harum, Kalimalang, Jakarta Timur, untuk melakukan visum.
(lil)