Bom di bak sampah high explosive
Selasa, 28 Agustus 2012 - 15:52 WIB
Bom di bak sampah high explosive
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko mengatakan, penemuan bom siap rakit di Jalan Natuna No 87, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Jawa Barat, berdaya ledak tinggi (high ekplosive).
"Jika dirakit itu bisa menyebabkan ledakan yang cukup besar. Tapi untuk jelasnya akan diperiksa dulu," katanya kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/8/2012).
Saat ini, pihaknya masih memeriksa lima orang saksi termasuk satu di antaranya adalah seorang pemulung Asep Supriadi (21), yang pertama kali menemukan.
"Untuk saksi jalani pemeriksaan di Satreskirm Polrestabes Bandung. Sedangkan barang bukti sudah dibawa oleh Polda Jabar," terangnya.
Dari data yang dihimpun wartawan, dalam kresek tersebut terdapat satu detonator, dua granat nanas atau granat antipersonel buatan Amerika, satu TNT satu titik ukuran 50 gram.
Selain itu, terdapat pula dua peluru signal, 24 peluru hampa kaliber 5,56, enam peluru tajam kaliber 7,62, enam peluru tajam kaliber 5,56, dan satu peluru tajam US Carabong.
Kemudian, dua peluru tajam kaliber 22, satu peluru tajam SNB, satu peluru tajam kaliber 45, serta satu peluru hampa kaliber 7,62.
Tidak hanya itu, dalam kresek tersebut ditemukan juga sembilan tabung isian gas air softgun dan satu buah pin AirBorne 503 berwarna biru.
Menurut salah seorang sumber di Kepolisian, jika temuan tersebut berhasil dirakit maka dapat menimbulkan efek besar. Bahkan disebut-sebut bisa meluluhlantakan sebuah bangunan besar.
"Itu tinggal rakit saja. Pemicu sudah ada, semuanya sudah ada. Untuk efek ledakan, yang biasanya pakai paku atau benda tajam lainnya bisa diganti dengan proyektil peluru," tuturnya.
"Jika dirakit itu bisa menyebabkan ledakan yang cukup besar. Tapi untuk jelasnya akan diperiksa dulu," katanya kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/8/2012).
Saat ini, pihaknya masih memeriksa lima orang saksi termasuk satu di antaranya adalah seorang pemulung Asep Supriadi (21), yang pertama kali menemukan.
"Untuk saksi jalani pemeriksaan di Satreskirm Polrestabes Bandung. Sedangkan barang bukti sudah dibawa oleh Polda Jabar," terangnya.
Dari data yang dihimpun wartawan, dalam kresek tersebut terdapat satu detonator, dua granat nanas atau granat antipersonel buatan Amerika, satu TNT satu titik ukuran 50 gram.
Selain itu, terdapat pula dua peluru signal, 24 peluru hampa kaliber 5,56, enam peluru tajam kaliber 7,62, enam peluru tajam kaliber 5,56, dan satu peluru tajam US Carabong.
Kemudian, dua peluru tajam kaliber 22, satu peluru tajam SNB, satu peluru tajam kaliber 45, serta satu peluru hampa kaliber 7,62.
Tidak hanya itu, dalam kresek tersebut ditemukan juga sembilan tabung isian gas air softgun dan satu buah pin AirBorne 503 berwarna biru.
Menurut salah seorang sumber di Kepolisian, jika temuan tersebut berhasil dirakit maka dapat menimbulkan efek besar. Bahkan disebut-sebut bisa meluluhlantakan sebuah bangunan besar.
"Itu tinggal rakit saja. Pemicu sudah ada, semuanya sudah ada. Untuk efek ledakan, yang biasanya pakai paku atau benda tajam lainnya bisa diganti dengan proyektil peluru," tuturnya.
(mhd)