Pesawat Sky Aviation tergelincir di Natuna
Selasa, 28 Agustus 2012 - 11:17 WIB
Pesawat Sky Aviation tergelincir di Natuna
A
A
A
Sindonews.com - Pesawat dari maskapai Sky Aviation jenis Fokker (F-50) PK-ECD mengalami crash landing di Bandara Lanud Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin 27 Agustus 2012 pukul 11.10 WIB. Akibat kejadian tersebut, penerbangan dari dan ke Natuna sempat ditutup sementara.
Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian tersebut. Sebanyak 44 orang penumpang dan crew pesawat berhasil selamat pada kecelakaan itu.
Menurut informasi dari bagian Penerangan dan Perpustakaan (Pentak) Lanud Ranai menyebutkan, sesaat setelah kecelakaan, evakuasi penyelamatan penumpang dan kru pesawat langsung dilakukan.
Evakuasi dipimpin langsung Komandan Lanud Ranai Letkol Psk Tribowo Setyo Cahyono. "Sebanyak 44 orang penumpang dan kru pesawat selamat," tulisnya dalam siaran pers, Selasa (28/8/2012).
Menurut pengakuan kapten pilot yang diterima bagian Pentak, pesawat mengalami trouble pada refresh break. "Pesawat masih melaju kencang dikarenakan mengalami pecah ban sebelah kanan luar," ceritanya.
Pesawat yang masih melaju itu kemudian diarahkan ke kiri landasan dan dapat berhenti di grass turning area run way 36. Komandan Lanud Ranai mengerahkan seluruh anggota untuk mengevakuasi pesawat dengan terlebih dahulu mengganti ban yang pecah.
Dalam tempo tiga jam pesawat dapat ditarik ke Hanggar Barat Lanud Ranai.
Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian tersebut. Sebanyak 44 orang penumpang dan crew pesawat berhasil selamat pada kecelakaan itu.
Menurut informasi dari bagian Penerangan dan Perpustakaan (Pentak) Lanud Ranai menyebutkan, sesaat setelah kecelakaan, evakuasi penyelamatan penumpang dan kru pesawat langsung dilakukan.
Evakuasi dipimpin langsung Komandan Lanud Ranai Letkol Psk Tribowo Setyo Cahyono. "Sebanyak 44 orang penumpang dan kru pesawat selamat," tulisnya dalam siaran pers, Selasa (28/8/2012).
Menurut pengakuan kapten pilot yang diterima bagian Pentak, pesawat mengalami trouble pada refresh break. "Pesawat masih melaju kencang dikarenakan mengalami pecah ban sebelah kanan luar," ceritanya.
Pesawat yang masih melaju itu kemudian diarahkan ke kiri landasan dan dapat berhenti di grass turning area run way 36. Komandan Lanud Ranai mengerahkan seluruh anggota untuk mengevakuasi pesawat dengan terlebih dahulu mengganti ban yang pecah.
Dalam tempo tiga jam pesawat dapat ditarik ke Hanggar Barat Lanud Ranai.
(ysw)