Kapal tanker terbakar di Mamuju, 1 tewas
Selasa, 28 Agustus 2012 - 06:10 WIB
Kapal tanker terbakar di Mamuju, 1 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Kapal Tanker MT Soechi Lesmana yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Depo Pertamina Parepare, terbakar di Perairan Mamuju.
Akibatnya, satu Anak Buah Kapal (ABK) yakni Boas Fernando (34) tewas akibat luka bakar serius. ABK asal Kota Palopo ini meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Mamuju. Sementara, dua orang lainnya menderita luka bakar serius diketahui bernama Dinar Pardede (33) dan Irwan (34). Dari informasi yang dihimpun, saat musibah terjadi,Tanker MT Soechi Lesmana milik PT Aquarius Maritim (Soecy group) memuat BBM berupa cero sebanyak 2.000 ton dan premium 2.000 ton.
Kapal yang sebelumnya mengangkut solar dan premium dari Balikpapan ini tengah dalam pelayaran menuju Donggala Sulawesi Tengah.
“Kebakaran sekitar pukul 03.00 Wita. Sumber api diduga berasal dari kamar mesin,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Chevy A Sopari menjelaskan Senin 27 Agustus 2012.
Nahkoda Kapal Tanker MT Soechi Lesmana,Muh Arif Kurniawan menuturkan, pada malam naas tersebut, ketiga korban mendapat giliran tugas jaga.
Sementara, 17 ABK lainnya tengah beristirahat. Sekitar pukul 03.00 WITA, terdengar ledakan keras disertai kobaran api dari ruang mesin.
”Saya mendengar bunyi sirine dan melihat kepulan asap dari arah ruang mesin kapal. Khawatir kapal meledak, akhirnya kami semua terjun ke laut. Termasuk Boas, Pardede dan Irwan. Beruntung ada kapal tanker lain yang lewat dan menolong kami,” katanya di Maposal Mamuju.
Arif mengaku,sebelum menyelamatkan diri, pihaknya sempat menyampaikan berita darurat melalui radio ke Depo Pertamina Parepare dan otoritas Pelabuhan Belang-belang Mamuju yang berjarak sekitar 20 mil dari lokasi kejadian.
Sementara, Danposal Mamuju Lettu Jajat Sudrajat mengungkapkan, pihaknya mendapatkan pesan darurat dari Kapal Tanker MT Soechi Lesmana sekitar pukul 09.30 WITA.Komunikasi awalnya dengan nahkoda terkait titik koordinat musibah.
”Dugaan sementara, kebakaran ini terjadi akibat salah satu mesin meledak dan menyulut api hingga membakar seluruh ruang mesin.Tapi kami bisa menghubungi pada pagi hari dan langsung melakukan penyelamatan,” katanya.
Menurutnya, proses evakuasi dengan menggunakan kapal milik TNI AL berjalan cepat. Tim penyelamat yang dikerahkan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 10.30 Wita. Seluruh ABK dan korban tewas kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Belang-belang dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Mamuju. Hingga tadi malam, jenazah Boas Fernando yang beralamat di Desa Patedong Kota Palopo ini masih berada di ruang pemulasaran RSUD Mamuju. Sementara, dua korban luka menjalani perawatan intensif. Sementara akibat peristiwa tersebut, BBM yang sedianya dipasok ke Depo Pertamina Donggala tertunda.
Kepala Depo Pertamina Donggala Sukamto Purwadi mengakui kapal pengangkut BBM tersebut,sedianya akan memasok BBM ke Depo Pertamina Donggala Sulteng. Sukamto menjelaskan, guna mengantisipasi kebutuhan BBM di wilayah ini, pihaknya akan mendatangkan BBM dari Balik Papan. Dijadwalkan, kapal pengangkut BBM pengganti tersebut akan tiba di Donggala, Rabu 29 Agustus. Kendati demikian, stok BBM masih bisa mencukupi hingga kapal pengangkut BBM pengganti, Kapal Tanker Golden Fil tiba dari Balikpapan.
Akibatnya, satu Anak Buah Kapal (ABK) yakni Boas Fernando (34) tewas akibat luka bakar serius. ABK asal Kota Palopo ini meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Mamuju. Sementara, dua orang lainnya menderita luka bakar serius diketahui bernama Dinar Pardede (33) dan Irwan (34). Dari informasi yang dihimpun, saat musibah terjadi,Tanker MT Soechi Lesmana milik PT Aquarius Maritim (Soecy group) memuat BBM berupa cero sebanyak 2.000 ton dan premium 2.000 ton.
Kapal yang sebelumnya mengangkut solar dan premium dari Balikpapan ini tengah dalam pelayaran menuju Donggala Sulawesi Tengah.
“Kebakaran sekitar pukul 03.00 Wita. Sumber api diduga berasal dari kamar mesin,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Chevy A Sopari menjelaskan Senin 27 Agustus 2012.
Nahkoda Kapal Tanker MT Soechi Lesmana,Muh Arif Kurniawan menuturkan, pada malam naas tersebut, ketiga korban mendapat giliran tugas jaga.
Sementara, 17 ABK lainnya tengah beristirahat. Sekitar pukul 03.00 WITA, terdengar ledakan keras disertai kobaran api dari ruang mesin.
”Saya mendengar bunyi sirine dan melihat kepulan asap dari arah ruang mesin kapal. Khawatir kapal meledak, akhirnya kami semua terjun ke laut. Termasuk Boas, Pardede dan Irwan. Beruntung ada kapal tanker lain yang lewat dan menolong kami,” katanya di Maposal Mamuju.
Arif mengaku,sebelum menyelamatkan diri, pihaknya sempat menyampaikan berita darurat melalui radio ke Depo Pertamina Parepare dan otoritas Pelabuhan Belang-belang Mamuju yang berjarak sekitar 20 mil dari lokasi kejadian.
Sementara, Danposal Mamuju Lettu Jajat Sudrajat mengungkapkan, pihaknya mendapatkan pesan darurat dari Kapal Tanker MT Soechi Lesmana sekitar pukul 09.30 WITA.Komunikasi awalnya dengan nahkoda terkait titik koordinat musibah.
”Dugaan sementara, kebakaran ini terjadi akibat salah satu mesin meledak dan menyulut api hingga membakar seluruh ruang mesin.Tapi kami bisa menghubungi pada pagi hari dan langsung melakukan penyelamatan,” katanya.
Menurutnya, proses evakuasi dengan menggunakan kapal milik TNI AL berjalan cepat. Tim penyelamat yang dikerahkan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 10.30 Wita. Seluruh ABK dan korban tewas kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Belang-belang dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Mamuju. Hingga tadi malam, jenazah Boas Fernando yang beralamat di Desa Patedong Kota Palopo ini masih berada di ruang pemulasaran RSUD Mamuju. Sementara, dua korban luka menjalani perawatan intensif. Sementara akibat peristiwa tersebut, BBM yang sedianya dipasok ke Depo Pertamina Donggala tertunda.
Kepala Depo Pertamina Donggala Sukamto Purwadi mengakui kapal pengangkut BBM tersebut,sedianya akan memasok BBM ke Depo Pertamina Donggala Sulteng. Sukamto menjelaskan, guna mengantisipasi kebutuhan BBM di wilayah ini, pihaknya akan mendatangkan BBM dari Balik Papan. Dijadwalkan, kapal pengangkut BBM pengganti tersebut akan tiba di Donggala, Rabu 29 Agustus. Kendati demikian, stok BBM masih bisa mencukupi hingga kapal pengangkut BBM pengganti, Kapal Tanker Golden Fil tiba dari Balikpapan.
(azh)