Kecelakaan mudik di Jabar naik 30,71 persen
Selasa, 28 Agustus 2012 - 04:17 WIB
Kecelakaan mudik di Jabar naik 30,71 persen
A
A
A
Sindonews.com - Angka kecelakaan arus mudik Lebaran 2012 di Jawa Barat naik 30,71 persen. Mayoritas insiden lalulintas tersebut disebabkan faktor kelalaian manusia.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, kecelakaan saat arus mudik tahun ini mencapai 349 kasus. Angka itu merupakan rekapitulasi data selama Operasi Ketupat Lodaya 2012 yang digelar 10-26 Agustus.
Angka tersebut meningkat 30,71 persen dibanding arus mudik tahun 2011 dengan 267 kasus kecelakaan.
“Kecelakaan selama arus mudik tahun ini meningkat sebanyak 82 kasus dibandingkan tahun lalu. Jika diprosentasekan mencapai 30,71 persen,” katanya, Senin (27/8/2012).
Sebanyak 349 kasus kecelakaan tersebut menyebabkan 63 orang tewas, 122 korban luka berat, dan 238 orang luka ringan. Kecelakaan itu tersebar di semua jalur mudik yaitu jalur pantura 53 kasus, jalur tengah 44 kasus, jalur selatan 141 kasus, jalur wisata 43 kasus, dan jalan tol tiga kasus kecelakaan.
“Yang paling banyak terjadi kecelakaan itu di jalur selatan.Terjadi 141 kasus kecelakaan yang menyebabkan 30 orang meninggal, 48 luka berat, dan 140 luka ringan. Di jalur selatan terdapat 85 titik rawan kecelakaan yang jauh lebih banyak dibandingkan titik rawan di jalur lain. Jalur pantura hanya 15 titik rawan, sedangkan jalur tengah memiliki 12 titik rawan,” ujar Martinus (selebihnya lihat info grafis). Dia berharap jumlah kecelakaan tahun ini dapat ditekan pada arus mudik Lebaran 2013.
Namun, upaya tersebut tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan aparat kepolisian. Karena itu, dia meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas. Selain menghindari kecelakaan, hal itu perlu untuk mencegah semakin parahnya kemacetan.
“Kedisiplinan dan ketaatan pengemudi mutlak diperlukan. Pengendara yang melanggar tak hanya menyebabkan kemacetan, tapi juga membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” katanya.
Sepanjang arus mudik dan balik Lebaran tercatat 43 kasus kecelakaan di sejumlah jalur utama Kabupaten Garut. Tingginya angka kecelakaan ini membuat Kabupaten Garut dinobatkan sebagai daerah dengan angka kecelakaan terbanyak.
“Dari 43 kasus kecelakaan ini, 83 persennya didominasi para pemudik sepeda motor,” kata Kapolres Garut AKBP Enjang Hasan Kurnia.
Sebagian besar kecelakaan tersebut terjadi di jalur utara Garut yaitu Jalan Raya Malangbong- Limbangan. Ketidakhati-hatian pemudik menjadi faktor utama banyaknya kecelakaan.
“Anehnya di jalur berbelok-belok dan menanjak seperti kawasan Cilawu, Kadungora, dan Leles, mereka berhati-hati. Namun, di jalur lurus dan datar seperti Malangbong-Limbangan, para pemudik tidak hati-hati dengan ngebut di jalan. Sebab, hampir seluruh kasus terjadi ketika pengendara motor mengambil jalur tengah dan bertabrakan dengan mobil atau bus,” jelasnya.
Dari 43 kasus kecelakaan di jalan raya, sebanyak 13 pemudik meninggal. Kemarin, kecelakaan kembali terjadi di Kampung Simpang, Desa Mandalawangi,Kecamatan Sukasari,Kabupaten Subang. Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 45 orang mengalami luka-luka.Kecelakaan berawal ketika bus Dewi Sri G 1565 BE hendak keluar dari Rumah Makan Sukasari, Pantura Subang (arah Jakarta- Cirebon), yang hendak berputar arah menuju Jakarta (jalur barat).
Saat bersamaan meluncur kencang bus Antar Lintas Sumatera (ALS) BK 7187 FY yang tengah menuju Cirebon, lalu menghajar Dewi Sri. “Akibat kecelakaan itu, 45 orang mengalami luka. Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pamanukan Medical Centre (PMC),“ ujar Kanitlantas Polres Subang Ipda Harman R Sitorus.
Jalan Lingkar Selatan (Lingsel) yang menghubungkan ruas jalan Kota dan Kabupaten Sukabumi, kembali ditutup setelah sebelumnya dioperasikan sebagai jalan alternatif selama musim mudik Lebaran. Penutupan ruas jalan ini karena akan dilanjutkan kembali pengerjaan fisik oleh PT Pembangunan Pemuda (PP) selaku kontraktor pembangunan.
Saat dioperasikan pada musim mudik,jalan sepanjang 6,9 km dari Jalan Raya Cibolang-Jalan Raya Baros tersebut masih dalam tahap pengerjaan sekitar 81 persen. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Sukabumi Ahmad Riyadie mengatakan,penutupan jalan akan dilakukan Selasa (28/8/2012) dini hari.
“Jalan ini sudah dioperasikan selama 10 hari. Selama pengoperasian sementara itu pengerjaan jalan menjadi tertunda,” ujarnya.
Safety Healt and Environment PT Pembangunan Pemuda (PP) Robby Sumarna menjelaskan, sebelum dilanjutkan kembali pengerjaan jalan Lingsel, pihaknya akan terlebih dulu melakukan pemeriksaan. Hal ini untuk mengetahui kondisi ruas jalan pascapengoperasian selama musim mudik.
“Pengerjaannya akan kembali dilanjutkan karena ditargetkan jalan Lingsel ini tuntas pada November mendatang,” katanya.
Sementara itu, volume kendaraan selama arus mudik dan balik di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung mengalami peningkatan sekitar 7,31 persen. Koordinator Pos Perhitungan Arus Mudik/Balik Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo mengungkapkan, total kendaraan selama arus mudik dan balik mencapai 1.690.679 unit. “Menunjukkan ada peningkatan volume kendaraan sekitar 7,31 persen dari total kendaraan pada mudik dan balik tahun 2011 yang hanya 1.575.507 unit,” jelas Eric.
Menurut Kapolres Bandung AKBP Sandi Nugraha, peningkatan volume kendaraan pada musim mudik kali ini begitu signifikan. Iklim mudik tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana masyarakat sangat memanfaatkan sarana dan prasarana untuk mudik yaitu mobil dan motor.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, kecelakaan saat arus mudik tahun ini mencapai 349 kasus. Angka itu merupakan rekapitulasi data selama Operasi Ketupat Lodaya 2012 yang digelar 10-26 Agustus.
Angka tersebut meningkat 30,71 persen dibanding arus mudik tahun 2011 dengan 267 kasus kecelakaan.
“Kecelakaan selama arus mudik tahun ini meningkat sebanyak 82 kasus dibandingkan tahun lalu. Jika diprosentasekan mencapai 30,71 persen,” katanya, Senin (27/8/2012).
Sebanyak 349 kasus kecelakaan tersebut menyebabkan 63 orang tewas, 122 korban luka berat, dan 238 orang luka ringan. Kecelakaan itu tersebar di semua jalur mudik yaitu jalur pantura 53 kasus, jalur tengah 44 kasus, jalur selatan 141 kasus, jalur wisata 43 kasus, dan jalan tol tiga kasus kecelakaan.
“Yang paling banyak terjadi kecelakaan itu di jalur selatan.Terjadi 141 kasus kecelakaan yang menyebabkan 30 orang meninggal, 48 luka berat, dan 140 luka ringan. Di jalur selatan terdapat 85 titik rawan kecelakaan yang jauh lebih banyak dibandingkan titik rawan di jalur lain. Jalur pantura hanya 15 titik rawan, sedangkan jalur tengah memiliki 12 titik rawan,” ujar Martinus (selebihnya lihat info grafis). Dia berharap jumlah kecelakaan tahun ini dapat ditekan pada arus mudik Lebaran 2013.
Namun, upaya tersebut tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan aparat kepolisian. Karena itu, dia meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas. Selain menghindari kecelakaan, hal itu perlu untuk mencegah semakin parahnya kemacetan.
“Kedisiplinan dan ketaatan pengemudi mutlak diperlukan. Pengendara yang melanggar tak hanya menyebabkan kemacetan, tapi juga membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” katanya.
Sepanjang arus mudik dan balik Lebaran tercatat 43 kasus kecelakaan di sejumlah jalur utama Kabupaten Garut. Tingginya angka kecelakaan ini membuat Kabupaten Garut dinobatkan sebagai daerah dengan angka kecelakaan terbanyak.
“Dari 43 kasus kecelakaan ini, 83 persennya didominasi para pemudik sepeda motor,” kata Kapolres Garut AKBP Enjang Hasan Kurnia.
Sebagian besar kecelakaan tersebut terjadi di jalur utara Garut yaitu Jalan Raya Malangbong- Limbangan. Ketidakhati-hatian pemudik menjadi faktor utama banyaknya kecelakaan.
“Anehnya di jalur berbelok-belok dan menanjak seperti kawasan Cilawu, Kadungora, dan Leles, mereka berhati-hati. Namun, di jalur lurus dan datar seperti Malangbong-Limbangan, para pemudik tidak hati-hati dengan ngebut di jalan. Sebab, hampir seluruh kasus terjadi ketika pengendara motor mengambil jalur tengah dan bertabrakan dengan mobil atau bus,” jelasnya.
Dari 43 kasus kecelakaan di jalan raya, sebanyak 13 pemudik meninggal. Kemarin, kecelakaan kembali terjadi di Kampung Simpang, Desa Mandalawangi,Kecamatan Sukasari,Kabupaten Subang. Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 45 orang mengalami luka-luka.Kecelakaan berawal ketika bus Dewi Sri G 1565 BE hendak keluar dari Rumah Makan Sukasari, Pantura Subang (arah Jakarta- Cirebon), yang hendak berputar arah menuju Jakarta (jalur barat).
Saat bersamaan meluncur kencang bus Antar Lintas Sumatera (ALS) BK 7187 FY yang tengah menuju Cirebon, lalu menghajar Dewi Sri. “Akibat kecelakaan itu, 45 orang mengalami luka. Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pamanukan Medical Centre (PMC),“ ujar Kanitlantas Polres Subang Ipda Harman R Sitorus.
Jalan Lingkar Selatan (Lingsel) yang menghubungkan ruas jalan Kota dan Kabupaten Sukabumi, kembali ditutup setelah sebelumnya dioperasikan sebagai jalan alternatif selama musim mudik Lebaran. Penutupan ruas jalan ini karena akan dilanjutkan kembali pengerjaan fisik oleh PT Pembangunan Pemuda (PP) selaku kontraktor pembangunan.
Saat dioperasikan pada musim mudik,jalan sepanjang 6,9 km dari Jalan Raya Cibolang-Jalan Raya Baros tersebut masih dalam tahap pengerjaan sekitar 81 persen. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Sukabumi Ahmad Riyadie mengatakan,penutupan jalan akan dilakukan Selasa (28/8/2012) dini hari.
“Jalan ini sudah dioperasikan selama 10 hari. Selama pengoperasian sementara itu pengerjaan jalan menjadi tertunda,” ujarnya.
Safety Healt and Environment PT Pembangunan Pemuda (PP) Robby Sumarna menjelaskan, sebelum dilanjutkan kembali pengerjaan jalan Lingsel, pihaknya akan terlebih dulu melakukan pemeriksaan. Hal ini untuk mengetahui kondisi ruas jalan pascapengoperasian selama musim mudik.
“Pengerjaannya akan kembali dilanjutkan karena ditargetkan jalan Lingsel ini tuntas pada November mendatang,” katanya.
Sementara itu, volume kendaraan selama arus mudik dan balik di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung mengalami peningkatan sekitar 7,31 persen. Koordinator Pos Perhitungan Arus Mudik/Balik Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo mengungkapkan, total kendaraan selama arus mudik dan balik mencapai 1.690.679 unit. “Menunjukkan ada peningkatan volume kendaraan sekitar 7,31 persen dari total kendaraan pada mudik dan balik tahun 2011 yang hanya 1.575.507 unit,” jelas Eric.
Menurut Kapolres Bandung AKBP Sandi Nugraha, peningkatan volume kendaraan pada musim mudik kali ini begitu signifikan. Iklim mudik tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana masyarakat sangat memanfaatkan sarana dan prasarana untuk mudik yaitu mobil dan motor.
(azh)