Pelaku tertutup dan sering mengurung diri
Senin, 27 Agustus 2012 - 16:30 WIB
Pelaku tertutup dan sering mengurung diri
A
A
A
Sindonews.com - Kasus pembunuhan yang dilakukan Ivan Reza Pahlevi (32), terhadap putri bungsunya sendiri Kaysa Ivanna Salsabila (4), memasuki babak baru. Hari ini tersangka serta sejumlah saksi telah dimintai keterangannya oleh pihak kepolisian seputar kejadian yang merenggut nyawa bocah tidak berdosa itu.
Edi Sughiyadi (70), ayah pelaku pembunuh itu mengatakan, tidak menyangka anak bungsunya tersebut tega melakukan tindakan keji terhadap darah dagingnya sendiri. Apalagi sebelum kejadian pelaku dan korban diketahui tidak ada hal yang janggal.
"Anaknya kan datang pada hari Kamis, waktu malam harinya juga lari-larian di rumah. Tidak ada kecurigaan apa-apa," ungkap pria yang juga kakek dari Kaysa itu, Sabtu (27/8/2012).
Edi menambahkan, jika anaknya itu memiliki sifat yang pendiam dan kerap mengurung diri di kamar. Hanya sesekali pelaku diketahui keluar kamar untuk bersosialisasi.
"Saya jarang berbincang dengan dia (Ivan Reza Pahlevi), karena memang lebih dekat sama ibunya. Selain itu memang dia lebih sering berada di kamar, bertemu teman sekitar rumah juga jarang," lanjut Edi.
Edi pun tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh anaknya tersebut. Dia menjelaskan anaknya tersebut memang sosok yang labil sehingga tidak mudah ditebak.
"Kalau lagi rajin salatnya bisa sampai zikir berjam-jam, namun kalau salat Jumat malah jarang. Saya juga heran," tuturnya.
Selain itu, keterbatasan kemampuan berpikir yang dimiliki oleh anaknya membuat pelaku hanya mengeyam pendidikan hingga bangku SMP. Ditambahkan Edi, pelaku juga diketahui berpisah dengan istrinya karena sering terlibat cek-cok dan terjadi kesalahpahaman.
"Cerai sejak 2009, anak yang kedua memang ikut dengan ibunya, sementara anak pertama ikut dengan bapaknya," tambah Edi.
Edi Sughiyadi (70), ayah pelaku pembunuh itu mengatakan, tidak menyangka anak bungsunya tersebut tega melakukan tindakan keji terhadap darah dagingnya sendiri. Apalagi sebelum kejadian pelaku dan korban diketahui tidak ada hal yang janggal.
"Anaknya kan datang pada hari Kamis, waktu malam harinya juga lari-larian di rumah. Tidak ada kecurigaan apa-apa," ungkap pria yang juga kakek dari Kaysa itu, Sabtu (27/8/2012).
Edi menambahkan, jika anaknya itu memiliki sifat yang pendiam dan kerap mengurung diri di kamar. Hanya sesekali pelaku diketahui keluar kamar untuk bersosialisasi.
"Saya jarang berbincang dengan dia (Ivan Reza Pahlevi), karena memang lebih dekat sama ibunya. Selain itu memang dia lebih sering berada di kamar, bertemu teman sekitar rumah juga jarang," lanjut Edi.
Edi pun tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh anaknya tersebut. Dia menjelaskan anaknya tersebut memang sosok yang labil sehingga tidak mudah ditebak.
"Kalau lagi rajin salatnya bisa sampai zikir berjam-jam, namun kalau salat Jumat malah jarang. Saya juga heran," tuturnya.
Selain itu, keterbatasan kemampuan berpikir yang dimiliki oleh anaknya membuat pelaku hanya mengeyam pendidikan hingga bangku SMP. Ditambahkan Edi, pelaku juga diketahui berpisah dengan istrinya karena sering terlibat cek-cok dan terjadi kesalahpahaman.
"Cerai sejak 2009, anak yang kedua memang ikut dengan ibunya, sementara anak pertama ikut dengan bapaknya," tambah Edi.
(mhd)