Panwaslu: Gambar yang provokatif bukan domain kami

Minggu, 26 Agustus 2012 - 22:09 WIB
Panwaslu: Gambar yang...
Panwaslu: Gambar yang provokatif bukan domain kami
A A A
Sindonews.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta mengaku tidak memiliki kewenangan untuk membendung gambar, selebaran, dan spanduk yang dinilai menyudutkan salah satu calon gubernur dan calon wakil gubernur (cagub-cawagub) DKI Jakarta.

Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengatakan, umumnya gambar yang menyudutkan salah satu pasangan itu menyebar di jejaring sosial yang bukan menjadi ranah Panwaslu DKI Jakarta.

"Gambar itu sih nggak apa-apa. Itu kan foto profile dari salah seorang pengguna jejaring sosial, itu bukan domain Panwaslu," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Minggu (26/8/2012).

Dia mengungkapkan, penyebaran gambar yang menjatuhkan salah satu cagub-cawagub DKI Jakarta itu merupakan kewenangan dari pihak lain yang diberikan kekuasaan untuk menyelesaikannya. "Kalau pun itu dianggap pelanggaran, di jejaring sosial itu pelanggaran UU ITE, dan UU KUHP. Sekali lagi itu bukan domain Panwaslu," tandasnya.

Sekedar diketahui, menjelang putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, banyak bermunculan gambar, selebaran, dan spanduk yang menyudutkan salah satu cagub-cawagub DKI Jakarta yang lolos putaran kedua. Bahkan, ada video yang muncul di Youtube dan mengancam untuk memilih pasangan tertentu.

Sebelumnya, pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) merasa dirugikan dengan banyaknya gambar, selebaran, dan spanduk yang menyudutkan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) yang menjadi lawannya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta putaran kedua nanti.

Sekretaris tim sukses Foke-Nara Budi Siswanto mengatakan, munculnya berbagai gambar, selebaran, dan spanduk yang menyerang pasangan Jokowi-Ahok justru merugikan pihaknya. Pasalnya, masyarakat akan terus melihat pihaknya sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas seluruh gambar itu.

"Kita sangat dirugikan dengan gambar-gambar yang digunakan untuk kampanye secara tidak elegan tersebut," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta.

Dia pun menyayangkan bentuk kreatifitas yang digunakan untuk saling mengadu domba dua pihak yang akan berlaga di Pilgub DKI Jakarta putaran kedua itu. "Itu bagian dari kreatifitas yang kita tidak tahu, karena itu bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun," ujarnya.
(lil)
Berita Terkait
Noer Fajrieansyah Didorong...
Noer Fajrieansyah Didorong Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Respons PAN soal Kaesang...
Respons PAN soal Kaesang Bakal Maju Pilgub DKI: Semua Punya Hak
Ditanya Mau Jadi Gubernur,...
Ditanya Mau Jadi Gubernur, Wagub Ariza: Kita Lagi Mikirin Omicron
Pemuda Pancasila Deklarasi...
Pemuda Pancasila Deklarasi Dukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta
Demokrat Pamer Jagoan...
Demokrat Pamer Jagoan Pilgub DKI, Golkar: Pilkadanya Tahun 2024, Masih Jauh
DPD Hanura Sodorkan...
DPD Hanura Sodorkan Nama Djafar Badjeber Cawagub Jakarta, Ketua DPW Perindo: Kita Sambut Baik
Berita Terkini
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
33 menit yang lalu
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
5 jam yang lalu
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
6 jam yang lalu
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
7 jam yang lalu
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
14 jam yang lalu
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
15 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved