Marzuki promosikan Foke-Nara kepada Fatayat NU
Minggu, 26 Agustus 2012 - 13:46 WIB
Marzuki promosikan Foke-Nara kepada Fatayat NU
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPR Marzuki Alie memanfaatkan acara halal bihalal dengan anggota Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) untuk memilih pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
Dalam pidatonya dalam acara yang dihadiri Nachrowi Ramli dan sekira 300 anggota Fatayat NU, Marzuki beberapa kali menyisipkan ajakan untuk memilih pasangan Foke-Nara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) putaran kedua mendatang.
"Kan pak Nachrowi (Nachrowi Ramli) dicintai sahabat Fatayat. InsyaAllah jadi haji kita kalau pilih Nachrowi," katanya di Twins Plaza Hotel, Jakarta, Minggu (26/8/2012).
Pada kesempatan itu, Marzuki juga secara gamblang menyebutkan iming-iming jika Fatayat NU memilih pasangan Foke-Nara. "Makanya dipilih Pak Nachrowi. Kalau enggak dipilih, enggak bakal jadi itu barang," ujarnya.
Selain itu, Marzuki juga mengutip beberapa ayat dari Alquran untuk mengajak anggota Fatayat NU memilih pemimpin yang seiman. "Jangan mengambil orang kafir, atau orang tidak beriman sebagai pemimpin bagi orang orang muslim. Bagaimana pun, hal itu akan mempengaruhi kualitas keberagaman rakyat yang dipimpinnya," tandasnya.
Dalam pidatonya dalam acara yang dihadiri Nachrowi Ramli dan sekira 300 anggota Fatayat NU, Marzuki beberapa kali menyisipkan ajakan untuk memilih pasangan Foke-Nara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) putaran kedua mendatang.
"Kan pak Nachrowi (Nachrowi Ramli) dicintai sahabat Fatayat. InsyaAllah jadi haji kita kalau pilih Nachrowi," katanya di Twins Plaza Hotel, Jakarta, Minggu (26/8/2012).
Pada kesempatan itu, Marzuki juga secara gamblang menyebutkan iming-iming jika Fatayat NU memilih pasangan Foke-Nara. "Makanya dipilih Pak Nachrowi. Kalau enggak dipilih, enggak bakal jadi itu barang," ujarnya.
Selain itu, Marzuki juga mengutip beberapa ayat dari Alquran untuk mengajak anggota Fatayat NU memilih pemimpin yang seiman. "Jangan mengambil orang kafir, atau orang tidak beriman sebagai pemimpin bagi orang orang muslim. Bagaimana pun, hal itu akan mempengaruhi kualitas keberagaman rakyat yang dipimpinnya," tandasnya.
(lil)