Status waspada, Tangkubanparahu masih ramai pengunjung

Sabtu, 25 Agustus 2012 - 19:31 WIB
Status waspada, Tangkubanparahu...
Status waspada, Tangkubanparahu masih ramai pengunjung
A A A
Sindonews.com - Meski status Gunung Tangkubanparahu sudah ditetapkan menjadi waspada, namun, hal itu tidak mempengaruhi para wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata alam itu.

Menurut pantauan di lokasi, ribuan wisatawan memadati Taman Wisata Alam (TWA) yang berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang tersebut.

Para pengunjung menggunakan berbagai jenis kendaraan mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga bus. Mereka berdatangan sejak pagi, hingga sore hari para pengunjung masih berdatangan.

salah seorang pengujung Dede Muhammad (18) dari Subang mengaku, tidak mengetahui bahwa status gunung kini waspada. Dia hanya tahu status gunung tersebut aktif normal.

Namun, Dede yang datang bersama temannya Susi (18) mengaku, tidak takut dengan kondisi gunung. "Enggak takut," katanya, di lokasi, Jawa Barat, Sabtu (25/8/2012).

Dia mengaku sudah dua kali mendatangi gunung tersebut. Menurutnya, Tangkubanparahu memiliki banyak kawah, bahkan beberapa kawah ada yang sudah kering sehingga bisa didekati.

Apa daya tarik Tangkubanparahu? Kata Dede, gunung tersebut sangat cocok untuk pacaran, terutama untuk foto-foto. "Untuk romantis-romantisanlah," kata siswa SKM 2 Subang itu.

Seperti diketahui, Tangkubanparahu terus menunjukkan aktivitas gempa vulkaniknya. Bahkan, pada 23 Agustus 2012 lalu, aktivitas vulkanik ini diikuti tremor selama empat jam (amplituda 5–20 mm).

Karena itulah Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Badan Geologi menetapkan status Gunung Tangkubanparahu menjadi waspada dari aktif normal.

Sementara di sekitar dua kawah utama Gunung Tangkubanparahu, Kawah Upas dan Kawah Ratu, para pengunjung tampak menikmati aktivitasnya. Mereka asyik berfoto dengan latar belakang kawah yang tampak mengepul.

Para pengunjung juga diimbau agar tidak mendekat ke TWA tersebut, pengunjung hanya disarankan tidak boleh didekati dalam radius 1,5 kilometer.
(mhd)
Berita Terkait
Apakah Gunung Bisa Bergerak?...
Apakah Gunung Bisa Bergerak? Ternyata Pernah Disebutkan dalam Al-Qur’an
4 Legenda Gunung Berapi...
4 Legenda Gunung Berapi di Tanah Jawa, dari Merapi hingga Kelud
Gawat! Gunung Kerinci...
Gawat! Gunung Kerinci Level Waspada, 10 Pendaki Masih di Puncak
7 Negara yang Memiliki...
7 Negara yang Memiliki Gunung Berapi Paling Aktif, Indonesia Juaranya
Rahasia Gunung Berapi:...
Rahasia Gunung Berapi: Bisa Tidur Ribuan Tahun Lalu Bangun Tiba-tiba!
6 Gunung dengan Pemandangan...
6 Gunung dengan Pemandangan Terindah di Indonesia, Nomor Terakhir Cocok untuk Pendaki Pemula
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
58 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved