Gunung Tangkubanperahu berstatus Waspada
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 13:57 WIB
Gunung Tangkubanperahu berstatus Waspada
A
A
A
Sindonews.com - Status Gunung Tangkubanparahu yang berlokasi di antara Kabupaten Bandung Barat dan Subang, Jawa Barat, naik dari aktif normal dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II).
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, peningkatan status ini terhitung tanggal 23 Agustus 2012 pukul 23.00 WIB.
"Peningkatan status tersebut berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, visual dan suhu air danau kawah serta analisis data kegiatan Gunung Tangkubanperahu," kata Surono, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/8/2012).
Aktivitas Gubung Tangkubanperahu telah dievaluasi dalam kurun waktu 1 Januari–22 Agustus 2012. Secara visual, cuaca di sekitar gunung terang-mendung, hujan gerimis, suhu udara sekitar pos 20-23 derajat Celcius.
Lalu antara 1 Juli-22 Agustus 2012, teramati secara umum cuaca terang, suhu udara sekitar pos 16-22 derajat Celcius.
Suhu rata-rata pada solfatara Kawah Ratu relatif stabil yaitu berkisar pada 100-110 derajat Celcius. Namun suhu solfatara relatif naik sedikit dari bulan Juli ke Agustus 2012.
Kegempaan bulan Januari-22 Agustus 2012 tercatat, 161 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 32 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 5 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 70 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Pada 1 Juli-22 Agustus 2012, terekam 264 kali Gempa VB, 16 kali GempaVA, 18 kali Gempa TL, dan 50 kali Gempa TJ.
Aktivitas gempa vulkanik tersebut diikuti oleh tremor menerus selama 4 jam (amplituda 5 – 20 mm) pada tanggal 23 Agustus 2012 pukul 00.00-04.00 WIB. "Sampai saat ini masih terekam gempa-gempa vulkanik dangkal," kata Surono.
Lalu sejak 13 Agustus 2012, teramati adanya peningkatan cukup signifikan aktivitas gempa vulkanik Gunung Tangkubanperahu yang ditandai oleh makin meningkatnya jumlah harian Gempa VB maupun Gempa VA.
Meski peningkatan status waspada, masyarakat sekitar Gunung Tangkubanperahu diimbau tetap tenang dan memerhatikan imbauan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PVMBG.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, peningkatan status ini terhitung tanggal 23 Agustus 2012 pukul 23.00 WIB.
"Peningkatan status tersebut berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, visual dan suhu air danau kawah serta analisis data kegiatan Gunung Tangkubanperahu," kata Surono, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/8/2012).
Aktivitas Gubung Tangkubanperahu telah dievaluasi dalam kurun waktu 1 Januari–22 Agustus 2012. Secara visual, cuaca di sekitar gunung terang-mendung, hujan gerimis, suhu udara sekitar pos 20-23 derajat Celcius.
Lalu antara 1 Juli-22 Agustus 2012, teramati secara umum cuaca terang, suhu udara sekitar pos 16-22 derajat Celcius.
Suhu rata-rata pada solfatara Kawah Ratu relatif stabil yaitu berkisar pada 100-110 derajat Celcius. Namun suhu solfatara relatif naik sedikit dari bulan Juli ke Agustus 2012.
Kegempaan bulan Januari-22 Agustus 2012 tercatat, 161 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 32 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 5 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 70 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
Pada 1 Juli-22 Agustus 2012, terekam 264 kali Gempa VB, 16 kali GempaVA, 18 kali Gempa TL, dan 50 kali Gempa TJ.
Aktivitas gempa vulkanik tersebut diikuti oleh tremor menerus selama 4 jam (amplituda 5 – 20 mm) pada tanggal 23 Agustus 2012 pukul 00.00-04.00 WIB. "Sampai saat ini masih terekam gempa-gempa vulkanik dangkal," kata Surono.
Lalu sejak 13 Agustus 2012, teramati adanya peningkatan cukup signifikan aktivitas gempa vulkanik Gunung Tangkubanperahu yang ditandai oleh makin meningkatnya jumlah harian Gempa VB maupun Gempa VA.
Meski peningkatan status waspada, masyarakat sekitar Gunung Tangkubanperahu diimbau tetap tenang dan memerhatikan imbauan instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PVMBG.
(hyk)