Pengamat: Soal dugaan Jokowi sumber isu SARA
Kamis, 23 Agustus 2012 - 07:25 WIB
Pengamat: Soal dugaan Jokowi sumber isu SARA
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengenai isu
suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) bersumber dari kubu Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat tanggapan dari pengamat politik Yunarto Wijaya.
Menurutnya, pernyataan Hayono tersebut harus memiliki dasar yang kuat. “Hayono Isman harusnya bisa membuktikan pernyataannya,“ kata Yunarto saat dihubungi sindonews, Rabu 22 Agustus 2012.
Sebelumnya, Hayono Isman mengatakan, pihak penyebar isu SARA kemungkinan berasal dari salah
satu calon gubernur untuk menjatuhkan pesaingnya di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Indikasinya, dari pembagian buku kecil di stasiun kereta yang berisi ajakan untuk tidak memilih gubernur yang bukan muslim.
“Memang susah dan tidak mudah untuk mencari pelaku itu. Kita tidak tahu yang menyebar jangan-jangan pedukung Jokowi. Jangan-jangan memang ada tujuan untuk menjatuhkan seseorang,“ kata Hayono saat menggelar silahturahim di Menteng, Jakarta, Senin 20 Agustus 2012.
suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) bersumber dari kubu Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapat tanggapan dari pengamat politik Yunarto Wijaya.
Menurutnya, pernyataan Hayono tersebut harus memiliki dasar yang kuat. “Hayono Isman harusnya bisa membuktikan pernyataannya,“ kata Yunarto saat dihubungi sindonews, Rabu 22 Agustus 2012.
Sebelumnya, Hayono Isman mengatakan, pihak penyebar isu SARA kemungkinan berasal dari salah
satu calon gubernur untuk menjatuhkan pesaingnya di putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Indikasinya, dari pembagian buku kecil di stasiun kereta yang berisi ajakan untuk tidak memilih gubernur yang bukan muslim.
“Memang susah dan tidak mudah untuk mencari pelaku itu. Kita tidak tahu yang menyebar jangan-jangan pedukung Jokowi. Jangan-jangan memang ada tujuan untuk menjatuhkan seseorang,“ kata Hayono saat menggelar silahturahim di Menteng, Jakarta, Senin 20 Agustus 2012.
(kur)