Tuduhan Demokrat ke Jokowi terlalu tendensius
Senin, 20 Agustus 2012 - 17:39 WIB
Tuduhan Demokrat ke Jokowi terlalu tendensius
A
A
A
Sindonews.com - Tuduhan yang disampaikan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengenai penyebar isu Suku, Ras, Agama dan Antar golongan (SARA) adalah berasal dari kubunya sendiri adalah tuduhan sangat tidak berdasar.
Calon Wakil Gubernur Basuki Purnama atau akrab dipanggil Ahok menilai, tuduhan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya telah terjadi selama ini di lapangan.
“ Saya kira tuduhan seperti itu sangat tendensius sekali,“ kata Ahok dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (20/8/2012).
Ahok menganggap, masyarakat seharusnya bisa melihat kenyataan yang sebenarnya telah terjadi. Menurutnya, masyarakat saat ini sudah pintar untuk memilah-milah mana yang benar atau pun salah.
“Masyarakat bisa menilai siapa timsesnya yang keluarkan bahasa diduga berbau SARA,“ jelasnya.
Ahok bahkan mengkaitkan hal tersebut dengan kasus dugaan isu SARA yang telah dilakukan oleh Rhoma Irama. Menurutnya, dari kasus tersebut jelaslah siapa yang telah menghembuskan isu SARA.
“Saya kira timses resminya lagi. Akhirnya, Panwaslu malah nyatakan bebas orang tersebut. Saya kira masyarakat cerdas dalam hal ini,“ pungkasnya.
Calon Wakil Gubernur Basuki Purnama atau akrab dipanggil Ahok menilai, tuduhan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya telah terjadi selama ini di lapangan.
“ Saya kira tuduhan seperti itu sangat tendensius sekali,“ kata Ahok dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (20/8/2012).
Ahok menganggap, masyarakat seharusnya bisa melihat kenyataan yang sebenarnya telah terjadi. Menurutnya, masyarakat saat ini sudah pintar untuk memilah-milah mana yang benar atau pun salah.
“Masyarakat bisa menilai siapa timsesnya yang keluarkan bahasa diduga berbau SARA,“ jelasnya.
Ahok bahkan mengkaitkan hal tersebut dengan kasus dugaan isu SARA yang telah dilakukan oleh Rhoma Irama. Menurutnya, dari kasus tersebut jelaslah siapa yang telah menghembuskan isu SARA.
“Saya kira timses resminya lagi. Akhirnya, Panwaslu malah nyatakan bebas orang tersebut. Saya kira masyarakat cerdas dalam hal ini,“ pungkasnya.
(azh)