Demokrat beranggapan kubu Jokowi pelaku isu SARA
Senin, 20 Agustus 2012 - 15:57 WIB
Demokrat beranggapan kubu Jokowi pelaku isu SARA
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat menuding ada upaya provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dalam penyebaran isu SARA terkait salah satu calon Gubernur DKI Jakarta.
Menurut anggota dewan pembina Partai Demokrat Hayono Isman, pihak-pihak tersebut bahkan kemungkinan berasal dari salah satu calon gubernur. Hayono bahkan menuduh, pasangan tersebut bermaksud melempar isu tersebut untuk menjatuhkan pasangan lainnya.
“Memang susah dan tidak mudah untuk mencari pelaku itu. Kita tidak tahu yang menyebar jangan-jangan pendukung jokowi,“ kata Hayono saat menggelar silahturahmi di Menteng, Jakarta, Senin 20/8/2012.
Hayono mengatakan, hal tersebut bisa saja terjadi untuk membuat strategi lain. Pasalnya, Hayono menganggap memang tidak mudah untuk mengetahui penyebar isu tersebut mengingat begitu besarnya isu tersebut. Hal tersebut, menurut Hayono terlihat dari pembagian buku kecil di stasiun kereta yang berisi ajakan untuk tidak memilih gubernur yang bukan muslim.
“Dalam kondisi yang ketat ini kita tidak tahu siapa-siapa yang menyebar isu. Jangan-jangan memang ada tujuan untuk menjatuhkan seseorang,“ jelasnya.
Hayono pun menegaskan, dengan maraknya isu dan peristiwa tersebut, sebaiknya merupakan ajang pembelajaran bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk lebih dapat menangani hal tersebut. Jika tidak, lanjutnya, akan sangat berpotensi pada perpecahan umat.
“Menurut saya, KPU dan Panwaslu harus menelusuri darimana asal usulnya. Kalau terbukti, kenakan peraturan yang berlaku. Dari KPU juga harus ada pengawasan dan masyarakat juga harus melaporkan,“ tandasnya.
Menurut anggota dewan pembina Partai Demokrat Hayono Isman, pihak-pihak tersebut bahkan kemungkinan berasal dari salah satu calon gubernur. Hayono bahkan menuduh, pasangan tersebut bermaksud melempar isu tersebut untuk menjatuhkan pasangan lainnya.
“Memang susah dan tidak mudah untuk mencari pelaku itu. Kita tidak tahu yang menyebar jangan-jangan pendukung jokowi,“ kata Hayono saat menggelar silahturahmi di Menteng, Jakarta, Senin 20/8/2012.
Hayono mengatakan, hal tersebut bisa saja terjadi untuk membuat strategi lain. Pasalnya, Hayono menganggap memang tidak mudah untuk mengetahui penyebar isu tersebut mengingat begitu besarnya isu tersebut. Hal tersebut, menurut Hayono terlihat dari pembagian buku kecil di stasiun kereta yang berisi ajakan untuk tidak memilih gubernur yang bukan muslim.
“Dalam kondisi yang ketat ini kita tidak tahu siapa-siapa yang menyebar isu. Jangan-jangan memang ada tujuan untuk menjatuhkan seseorang,“ jelasnya.
Hayono pun menegaskan, dengan maraknya isu dan peristiwa tersebut, sebaiknya merupakan ajang pembelajaran bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk lebih dapat menangani hal tersebut. Jika tidak, lanjutnya, akan sangat berpotensi pada perpecahan umat.
“Menurut saya, KPU dan Panwaslu harus menelusuri darimana asal usulnya. Kalau terbukti, kenakan peraturan yang berlaku. Dari KPU juga harus ada pengawasan dan masyarakat juga harus melaporkan,“ tandasnya.
(azh)