Putaran kedua, para calon harus sportif
Senin, 20 Agustus 2012 - 15:23 WIB
Putaran kedua, para calon harus sportif
A
A
A
Sindonews.com - Pemilihan Gubernur (PIlgub) DKI Jakarta putaran kedua nanti diharapkan jauh dari kampanye yang salinbg menjatuhkan atau black campaign.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengingatkan kepada para calon gubernur yang akan bertarung pada putaran kedua nanti agar bisa bersikap secara sportif.
Menurut Hayono, sudah seharusnya mereka bisa bersikap secara profesional dalam persaingan yang terbilang sangat ketat tersebut. Hal tersebut dimaksudkan agar terciptanya perdamaian di DKI Jakarta.
“Keduanya mempunyai peluang. Yang saya harapkan tentunya kompetisi walau saling mengalahkan tapi tidak boleh saling menjatuhkan,“ kata Hayono saat acara open house di Menteng, Jakarta, Senin (20/8/2012).
Hayono beranggapan, walaupun peluang kedua calon tersebut memang sangat tipis, itulah nantinya yang dikhawatirkan akan menjadi permasalahan. Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap agar kedua calon tidak menggunakan isu-isu yang dapat memicu perpecahan.
“Yang terjadi adalah jangan sampai isu-isu yang masuk kategori black campaign, Suku, Ras, Agama dan Antar golongan (SARA) itu jangan sampai terjadi,“ tegasnya.
Hayono mengatakan masyarakat harus bisa melihat secara mendalam siapa calon yang akan dipilihnya nanti pada putaran kedua. Menurutnya, masyarakat jangan hanya melihat calon tersebut hanya karena sering beriklan di mana mana.
“Sebaiknya kita memberi peluang kepada warga dki jakarta untuk membidik siapa calon calon yang tampil. Jangan hanya mengenal dari iklan tapi didalami oleh pemilih. Karena kita menginginkan demokrasi yang berkualitas,“ pungkasnya.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengingatkan kepada para calon gubernur yang akan bertarung pada putaran kedua nanti agar bisa bersikap secara sportif.
Menurut Hayono, sudah seharusnya mereka bisa bersikap secara profesional dalam persaingan yang terbilang sangat ketat tersebut. Hal tersebut dimaksudkan agar terciptanya perdamaian di DKI Jakarta.
“Keduanya mempunyai peluang. Yang saya harapkan tentunya kompetisi walau saling mengalahkan tapi tidak boleh saling menjatuhkan,“ kata Hayono saat acara open house di Menteng, Jakarta, Senin (20/8/2012).
Hayono beranggapan, walaupun peluang kedua calon tersebut memang sangat tipis, itulah nantinya yang dikhawatirkan akan menjadi permasalahan. Oleh karena itu, pihaknya sangat berharap agar kedua calon tidak menggunakan isu-isu yang dapat memicu perpecahan.
“Yang terjadi adalah jangan sampai isu-isu yang masuk kategori black campaign, Suku, Ras, Agama dan Antar golongan (SARA) itu jangan sampai terjadi,“ tegasnya.
Hayono mengatakan masyarakat harus bisa melihat secara mendalam siapa calon yang akan dipilihnya nanti pada putaran kedua. Menurutnya, masyarakat jangan hanya melihat calon tersebut hanya karena sering beriklan di mana mana.
“Sebaiknya kita memberi peluang kepada warga dki jakarta untuk membidik siapa calon calon yang tampil. Jangan hanya mengenal dari iklan tapi didalami oleh pemilih. Karena kita menginginkan demokrasi yang berkualitas,“ pungkasnya.
(azh)