Korban gempa di Sigie diberi arahan
Senin, 20 Agustus 2012 - 15:08 WIB
Korban gempa di Sigie diberi arahan
A
A
A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan arahan dan solusi dalam penanganan bencana di lapangan. Arahan tersebut diberikan kepada korban gempa bumi 6,8, Skala richter (SR) di Desa Tuwa, Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigie, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan dampak gempa bumi tersebut tercatat enam orang meninggal, delapan orang luka berat, 35 orang luka ringan. Sebanyak 471 rumah rusak terdiri dari 165 rumah rusak total, 120 rusak sedang, 186 rusak ringan, tiga masjid rusak ringan, dua gereja rusak ringan, satu gereja rusak berat, dua sekolah rusak ringan.
"Masyarakat masih belum berani kembali ke rumahnya karena trauma dan kondisi rumah rusak sehingga tinggal di rumah kerabat, di halaman dan ditempatkan di kantor pemerintah yang tidak rusak," ujar Syamsul dalam siaran persnya, Senin (20/8/2012).
Akses jalan menuju Kecamatan Kulawi, lanjut Syamsul juga terputus karena tertimbun runtuhan longsor bukit sehingga tiga kecamatan yakni Kulawi, Gumbasa, Lindu dan 14 desa terisolir. Dua kecamatan yaitu Kecamatan Lindu dan Kececamatan Kulawi belum sepenuhnya dapat diakses dan masih terisolir karena akses jalan menuju lokasi belum dapat dilalui kendaraan.
"Hanya dapat dilalui jalan setapak. Alat-alat berat sudah berada di lokasi longsor untuk perbaikan jalan. Diharapkan hari ini jalan dapat dibuka kembali," tandasnya.
Kebutuhan warga yang paling mendesak saat ini yakni bahan makanan, makanan siap saji, selimut dan tenda gulung. Bantuan akan didrop melalui helikopter dan jalur darat ketika akses bisa dibuka. Potensi daerah yang ada di Kabupaten Sigie masih mencukupi. Kabupaten sekitar juga memberikan bantuan seperti dari Poso, Parigi Mountong, dan Palu.
"Kepala BNPB telah memerintahkan BPBD untuk melakukan inventarisasi kerusakan bangunan untuk keperluan early recovery nantinya apakah melalui pembangunan hunian sementara atau langsung hunian tetap," papar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Selain arahan kepada korban, hari ini BNPB beserta Gubernur Sulteng memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp200 juta untuk para korban.
Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan dampak gempa bumi tersebut tercatat enam orang meninggal, delapan orang luka berat, 35 orang luka ringan. Sebanyak 471 rumah rusak terdiri dari 165 rumah rusak total, 120 rusak sedang, 186 rusak ringan, tiga masjid rusak ringan, dua gereja rusak ringan, satu gereja rusak berat, dua sekolah rusak ringan.
"Masyarakat masih belum berani kembali ke rumahnya karena trauma dan kondisi rumah rusak sehingga tinggal di rumah kerabat, di halaman dan ditempatkan di kantor pemerintah yang tidak rusak," ujar Syamsul dalam siaran persnya, Senin (20/8/2012).
Akses jalan menuju Kecamatan Kulawi, lanjut Syamsul juga terputus karena tertimbun runtuhan longsor bukit sehingga tiga kecamatan yakni Kulawi, Gumbasa, Lindu dan 14 desa terisolir. Dua kecamatan yaitu Kecamatan Lindu dan Kececamatan Kulawi belum sepenuhnya dapat diakses dan masih terisolir karena akses jalan menuju lokasi belum dapat dilalui kendaraan.
"Hanya dapat dilalui jalan setapak. Alat-alat berat sudah berada di lokasi longsor untuk perbaikan jalan. Diharapkan hari ini jalan dapat dibuka kembali," tandasnya.
Kebutuhan warga yang paling mendesak saat ini yakni bahan makanan, makanan siap saji, selimut dan tenda gulung. Bantuan akan didrop melalui helikopter dan jalur darat ketika akses bisa dibuka. Potensi daerah yang ada di Kabupaten Sigie masih mencukupi. Kabupaten sekitar juga memberikan bantuan seperti dari Poso, Parigi Mountong, dan Palu.
"Kepala BNPB telah memerintahkan BPBD untuk melakukan inventarisasi kerusakan bangunan untuk keperluan early recovery nantinya apakah melalui pembangunan hunian sementara atau langsung hunian tetap," papar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Selain arahan kepada korban, hari ini BNPB beserta Gubernur Sulteng memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp200 juta untuk para korban.
(azh)