Jokowi-Ahok kembali disudutkan isu SARA
Senin, 20 Agustus 2012 - 01:56 WIB
Jokowi-Ahok kembali disudutkan isu SARA
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) kembali diserang kampanye hitam yang menggunakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Kali ini, tim Jokowi-Ahok menemukan ada selebaran yang menyudutkan calon gubernur dan calo wakil gubernur (cagub-cawagub) DKI Jakarta itu.
"Selebaran ini dibagikan di bus, kereta, tempat keramaian, dan di jalan dengan cara dibuang begitu saja. Mereka (yang menyebarkan) menyatu dengan keramaian," kata Koordinator Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Mustar Bona Ventura saat dikonfirmasi Sindonews, di Jakarta, Minggu 19 Agustus 2012.
Mustar mengungkapkan, penyebaran selebaran yang ditemukan tersebut dilakukan pada malam hari, atau saat umat islam sedang melakukan takbir merayakan Idul Fitri setelah berpuasa selama 30 hari.
"Ini dibagikan di jalan jalan raya tadi malam, saat ramainya orang keluar menyambut Idul Fitri. Ada yang langsung dibagikan langsung, dan ada juga yang hanya cuma di letakkan, atau dibuang," ujarnya.
Menurutnya, pihaknya tidak sempat melakukan deteksi terhadap pelaku penyebar selebaran tersebut. "Kita coba periksa di terminal mudik, dan stasiun. Ternyata juga selebaran itu sudah beredar, dan dibaca oleh banyak orang," ungkapnya.
Dia menambahkan, dengan adanya selebaran gelap yang ditemukan pihaknya, maka Pospera akan melawan dengan melakukan konsolidasi total, dan kerja lebih keras untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ahok.
"Cara-cara kotor seperti ini dilakukan saat suasana orang bergembira menyambut datangnya hari kemenangan Idul Fitri," tandasnya.
"Selebaran ini dibagikan di bus, kereta, tempat keramaian, dan di jalan dengan cara dibuang begitu saja. Mereka (yang menyebarkan) menyatu dengan keramaian," kata Koordinator Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Mustar Bona Ventura saat dikonfirmasi Sindonews, di Jakarta, Minggu 19 Agustus 2012.
Mustar mengungkapkan, penyebaran selebaran yang ditemukan tersebut dilakukan pada malam hari, atau saat umat islam sedang melakukan takbir merayakan Idul Fitri setelah berpuasa selama 30 hari.
"Ini dibagikan di jalan jalan raya tadi malam, saat ramainya orang keluar menyambut Idul Fitri. Ada yang langsung dibagikan langsung, dan ada juga yang hanya cuma di letakkan, atau dibuang," ujarnya.
Menurutnya, pihaknya tidak sempat melakukan deteksi terhadap pelaku penyebar selebaran tersebut. "Kita coba periksa di terminal mudik, dan stasiun. Ternyata juga selebaran itu sudah beredar, dan dibaca oleh banyak orang," ungkapnya.
Dia menambahkan, dengan adanya selebaran gelap yang ditemukan pihaknya, maka Pospera akan melawan dengan melakukan konsolidasi total, dan kerja lebih keras untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ahok.
"Cara-cara kotor seperti ini dilakukan saat suasana orang bergembira menyambut datangnya hari kemenangan Idul Fitri," tandasnya.
(lil)