Peternakan Babi di Jabar akan ditutup

Selasa, 14 Agustus 2012 - 01:04 WIB
Peternakan Babi di Jabar...
Peternakan Babi di Jabar akan ditutup
A A A
Sindonews.com - Buruknya kondisi peternakan babi di kawasan Jawa Barat membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berencana menutupnya. Saat ini, Pemprov Jabar sudah memasukkan rapat peraturan daerah (Raperda) Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan yang akan dibahas DPRD Jabar 2012 ini.

Mengenai penutupan ini, tergantung dari disetujui atau tidaknya Raperda tersebut. Karena dalam salah satu pasalnya, dimasukkan pelarangaan peternakan Babi di kawasan pegunungan.

"Draft Raperdanya sudah ada di Biro Hukum (Pemprov Jabar), tinggal masuk ke dewan (DPRD)," kata Kepala Dinas Peternakan Jabar Koesmayadi Tatang Padmadinata di DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (13/8/2012).

Dia menjelaskan, penutupan peternakan babi di Jabar karena kondisi di lapangan sudah parah. Para peternak tidak mematuhi kelayakan pendirian peternakannya. Mereka membuat peternakan di gunung atau daerah tinggi.
Padahal MUI sudah menjelaskan jika aliran air yang terkena kotoran babi itu haram. "Dalam aturan, peternakan babi harusnya berdiri di tanah dengan aliran air paling rendah," terangnya.

Rencana penutupan ditopang dengan belum banyaknya peternakan babi di Jabar. "Jumlah peternak babi di Jabar tidak sampai seribu, jadi mumpung belum banyak lebih baik ditutup," lanjutnya.

Karena itu, jumlah tenaga kerja yang terlibat juga belum banyak. Sementara produksi daging babi di Jabar juga masih sangat minim hanya 87 ton per tahun.

Kebanyakan daging babi juga bukan untuk Jabar, tetapi suplai untuk Jakarta. Malah jika permintaan di Jabar sedang tinggi, akan memasok dari Boyolali.

"Jika peternakan babi di Jabar resmi ditutup, untuk memenuhi kebutuhan bisa meminta pasokan dari Jawa Tengah," katanya.
(ysw)
Berita Terkait
Tekan Polusi Organik,...
Tekan Polusi Organik, IPAL Sentra Tahu Dibangun di Jombang
Partai Perindo: Industri...
Partai Perindo: Industri Hijau dan Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan Harus Dipacu untuk Atasi Polusi
KLHK Tegaskan Indonesia...
KLHK Tegaskan Indonesia Serius Tangani Illegal Traffick Limbah
Miris! Buih Salju Detergen...
Miris! Buih Salju Detergen Penuhi Pesisir Tambak Wedi Surabaya
Buang Limbah Nuklir...
Buang Limbah Nuklir Fukushima ke Laut Picu Bencana Global
Sederet Alasan Limbah...
Sederet Alasan Limbah Batu Bara PLTU Keluar dari Daftar Bahan Berbahaya dan Beracun
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
58 menit yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
2 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
2 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved