Bus Transjakarta dirusak penumpang yang panik
Senin, 13 Agustus 2012 - 15:07 WIB
Bus Transjakarta dirusak penumpang yang panik
A
A
A
Sindonews.com - Satu unit bus Transjakarta dirusak penumpang yang panik saat bus Transjakarta Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) mengalami kerusakan di bagian radiator. Bus dengan nomor polisi B 7219 IV yang melaju dari arah Pinang Ranti itu mengalami kerusakan di sekitar depan halte Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sesaat menurun dan menaikkan penumpang.
"Ada penumpang yang berteriak meledak, dan tiba-tiba panik. Ketika diperiksa ternyata hanya tutup radiator yang lepas," kata Retno yang juga sopir bus tersebut di lokasi kejadian, Senin (13/8/2012).
Dia mengungkapkan, akibat teriakan dari satu orang penumpang tersebut, penumpang lain menjadi panik dan berusaha menyelamatkan diri. "Penumpang panik gara-gara salah satu orang teriak, katanya ada asap dari belakang mobil," tambahnya.
Lebih lanjut, Retno juga menjelaskan, setelah kejadian tersebut para penumpang mampu ditenangkan, sementara pria yang membuat kepanikan malah menghilang dan tidak tahu dimana. "Ketika penumpang lain tenang, bapak yang teriak kebakaran malah sudah tidak jelas berada dimana," paparnya.
Sementara itu, Sigit yang juga seorang petugas onboard atau kondektur bus Transjakarta yang terbakar mengatakan, bunyi ledakan yang terjadi kemungkinan berasal dari suara tutup radiator yang lepas. Sementara asap diduga berasal dari uap air yang keluar dari radiator tersebut.
"Itu bukan meledak, tapi tutup air radiator lepas. Jadi terdengar seperti bunyi ledakan. Sesaat itu, keluar uap air sehingga penumpang mengira, itu adalah kebakaran, padahal uap air," jelasnya.
Sigit juga mengatakan, penumpang sempat memecahkan kaca dengan palu emergency, karena panik. Namun, setelah diberikan penjelasan, mereka pun bisa ditenangkan. "Penumpang kami pindahkan ke bus lain, karena bus harus diperbaiki dan kaca masih dalam keadaan pecah," tandasnya.
"Ada penumpang yang berteriak meledak, dan tiba-tiba panik. Ketika diperiksa ternyata hanya tutup radiator yang lepas," kata Retno yang juga sopir bus tersebut di lokasi kejadian, Senin (13/8/2012).
Dia mengungkapkan, akibat teriakan dari satu orang penumpang tersebut, penumpang lain menjadi panik dan berusaha menyelamatkan diri. "Penumpang panik gara-gara salah satu orang teriak, katanya ada asap dari belakang mobil," tambahnya.
Lebih lanjut, Retno juga menjelaskan, setelah kejadian tersebut para penumpang mampu ditenangkan, sementara pria yang membuat kepanikan malah menghilang dan tidak tahu dimana. "Ketika penumpang lain tenang, bapak yang teriak kebakaran malah sudah tidak jelas berada dimana," paparnya.
Sementara itu, Sigit yang juga seorang petugas onboard atau kondektur bus Transjakarta yang terbakar mengatakan, bunyi ledakan yang terjadi kemungkinan berasal dari suara tutup radiator yang lepas. Sementara asap diduga berasal dari uap air yang keluar dari radiator tersebut.
"Itu bukan meledak, tapi tutup air radiator lepas. Jadi terdengar seperti bunyi ledakan. Sesaat itu, keluar uap air sehingga penumpang mengira, itu adalah kebakaran, padahal uap air," jelasnya.
Sigit juga mengatakan, penumpang sempat memecahkan kaca dengan palu emergency, karena panik. Namun, setelah diberikan penjelasan, mereka pun bisa ditenangkan. "Penumpang kami pindahkan ke bus lain, karena bus harus diperbaiki dan kaca masih dalam keadaan pecah," tandasnya.
(lil)