Ahok: Isu SARA di kampung saya lebih dahsyat
Minggu, 12 Agustus 2012 - 14:42 WIB
Ahok: Isu SARA di kampung saya lebih dahsyat
A
A
A
Sindonews.com - Calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menganggap penggunaan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) adalah hal yang biasa.
"Isu SARA sudah biasa terjadi. Bahkan permasalahan SARA di Jakarta belum terlalu besar jika dibandingkan di kampung saya," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/8/2012).
Dia juga menyatakan jika beberapa pernyataan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang menyudutkan pihaknya, hanya sebuah candaan Fauzi Bowo saat bertemu warga Jakarta. "Saya rasa Pak Foke (Fauzi Bowo) hanya bercanda. Saya kenal baik dengan Pak Foke," ujarnya.
Disinggung soal banyaknya partai politik (parpol) yang mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara), cawagub yang akrab disapa Ahok itu mengatakan, hal itu merupakan hak dari setiap parpol.
"Dari awal kami sadar hanya didukung oleh dua partai, yaitu PDIP dan Gerindra. Kita berdoa untuk koalisi rakyat saja," tandasnya.
Seperti yang diketahui, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menentukan pilihannya untuk mendukung pasangan Foke-Nara pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua September mendatang. Padahal sebelumnya diprediksi PKS akan mendukung pasangan Jokowi-Ahok.
"Isu SARA sudah biasa terjadi. Bahkan permasalahan SARA di Jakarta belum terlalu besar jika dibandingkan di kampung saya," katanya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/8/2012).
Dia juga menyatakan jika beberapa pernyataan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang menyudutkan pihaknya, hanya sebuah candaan Fauzi Bowo saat bertemu warga Jakarta. "Saya rasa Pak Foke (Fauzi Bowo) hanya bercanda. Saya kenal baik dengan Pak Foke," ujarnya.
Disinggung soal banyaknya partai politik (parpol) yang mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara), cawagub yang akrab disapa Ahok itu mengatakan, hal itu merupakan hak dari setiap parpol.
"Dari awal kami sadar hanya didukung oleh dua partai, yaitu PDIP dan Gerindra. Kita berdoa untuk koalisi rakyat saja," tandasnya.
Seperti yang diketahui, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menentukan pilihannya untuk mendukung pasangan Foke-Nara pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua September mendatang. Padahal sebelumnya diprediksi PKS akan mendukung pasangan Jokowi-Ahok.
(lil)