Jokowi-Ahok pasrah tak didukung partai besar
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 21:47 WIB
Jokowi-Ahok pasrah tak didukung partai besar
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya mendukung pasangan Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli dalam putaran kedua pemilu kepala daerah DKI Jakarta.
Menanggapi hal itu, Tim Sukses Jokowi-Ahok menghormati pilihan PKS yang mendukung pasangan incumbent.
"Koalisi yang dilakukan oleh partai apapun adalah pilihan para pimpinan partai. Kami menghormati keputusan para pemimpin partai untuk berkoalisasi dengan siapapun," kata Ketua Tim Kampanye Jokowi-Basuki, Boy Bernadi Sadikin di Jakarta, Sabtu (11/8/2012).
Atas keputusan PKS itu, lanjut Boy pihaknya hanya bisa pasrah dan tidak mempermasalahkan dikeroyok oleh koalisi partai besar.
"Lha kita mau gimana lagi kalau mereka bersatu. Kami nggak masalah dikeroyok koalisi partai besar, kami memilih koalisi dengan warga dan rakyat saja," jelasnya.
Boy memastikan pihaknya tidak melakukan antisipasi secara khusus menghadapi koalisi dengan bergabungnya PKS ke kubu Foke ini.
"Kami semakin semangat dan tetap bekerja dengan serius, melakukan strategi kecil yaitu mengunjungi warga sebanyak-banyaknya dan melakukan aliansi dengan warga sebanyak-banyaknya," paparnya.
Namun harus diingat pula, tambahnya bahwa warga Jakarta dari mana pun asal partainya tentu juga memiliki pilihan untuk memilih siapa calon pemimpinnya.
"Warga Jakarta adalah warga yang cerdas, pintar, dan rasional sehingga mereka akan memilih calon yang tepat," ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Tim Sukses Jokowi-Ahok menghormati pilihan PKS yang mendukung pasangan incumbent.
"Koalisi yang dilakukan oleh partai apapun adalah pilihan para pimpinan partai. Kami menghormati keputusan para pemimpin partai untuk berkoalisasi dengan siapapun," kata Ketua Tim Kampanye Jokowi-Basuki, Boy Bernadi Sadikin di Jakarta, Sabtu (11/8/2012).
Atas keputusan PKS itu, lanjut Boy pihaknya hanya bisa pasrah dan tidak mempermasalahkan dikeroyok oleh koalisi partai besar.
"Lha kita mau gimana lagi kalau mereka bersatu. Kami nggak masalah dikeroyok koalisi partai besar, kami memilih koalisi dengan warga dan rakyat saja," jelasnya.
Boy memastikan pihaknya tidak melakukan antisipasi secara khusus menghadapi koalisi dengan bergabungnya PKS ke kubu Foke ini.
"Kami semakin semangat dan tetap bekerja dengan serius, melakukan strategi kecil yaitu mengunjungi warga sebanyak-banyaknya dan melakukan aliansi dengan warga sebanyak-banyaknya," paparnya.
Namun harus diingat pula, tambahnya bahwa warga Jakarta dari mana pun asal partainya tentu juga memiliki pilihan untuk memilih siapa calon pemimpinnya.
"Warga Jakarta adalah warga yang cerdas, pintar, dan rasional sehingga mereka akan memilih calon yang tepat," ungkapnya.
(lns)