Geram, warga potong tangan pelaku curanmor
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 07:29 WIB
Geram, warga potong tangan pelaku curanmor
A
A
A
Sindonews.com - Ini peringatan bagi para pelaku kriminalitas agar segera menghentikan aksinya. Sebab, jika “pengadilan rakyat” sudah digelar, hukuman yang bakal diterima bakal sangat berat.
Seperti yang dialami Heriansyah (25), warga Jalan Ki Gede Ingsuro, Lorong Sirengam I, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II. Sekira pukul 02.30 WIB tangan kanannya putus dipotong warga Jalan Kapten A Rivai Lorong Lebak yang memergokinya mencuri sebuah sepeda motor.
Sementara, rekan dan tetangganya, Benny (28) ditombak lehernya oleh warga. Kini Heriansyah dan Benny masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang. Kapolsekta IT I Palembang Kompol Dedy Andrianto melalui Kanit Reskrim Ipda Bobby Eltarik mengatakan mengetahui kondisi kedua tersangka setelah mendapat telepon warga setempat.
“Mendapat laporan itu, kami langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP), ternyata benar dua tersangka curanmor bersimbah darah di Lorong Lebak, bahkan salah satu tersangka atas nama Heriansyah tangan kanannya putus diduga terkena sabetan benda tajam milik warga yang emosi,” ungkap Bobby menjelaskan, Kamis 9 Agustus 2012.
Dari informasi yang diperoleh polisi, sebenarnya selain kedua tersangka, ada dua pelaku lain yang beraksi malam itu. Namun, dua pelaku tersebut berhasil kabur dengan sepeda motornya. Para tersangka saat kejadian itu tengah mengincar sebuah sepeda motor yang terparkir di teras rumah warga di Jalan Letnan Mukmin Lorong Amal.
“Namun, saat sedang memanjat pagar rumah korban, ada beberapa warga yang melihat dan langsung berteriak perampok,” papar Bobby.
Mendengar teriakan itu,warga dari tiga lorong, yakni Lorong Turbo,Lorong Amal,dan Lorong Lebak, berhamburan keluar dengan membawa senjata tajam. Mereka kemudian mengejar para pelaku.
”Tersangka Heriansyah dan Benny kabur ke jalan buntu dan padat penduduk hingga akhirnya tertangkap. Sementara, kedua teman mereka berhasil kabur lewat jalan pintas ke arah Pasar Cinde,” tukasnya.
Warga yang menangkap Heriansyah dan Benny langsung meluapkan amarah dan kekesalan mereka. Heriansyah ditebas tangannya, sedangkan Benny ditombak di leher bagian belakangnya.
“Tersangka Heriansyah tadi (kemarin siang) sudah menjalani operasi tangan di RSMH Palembang. Sementara, tersangka Benny masih kritis belum sadarkan diri di ruang IGD PI RSMH Palembang,” katanya.
Saat ini polisi sedang mengejar dua rekan tersangka yang kabur. Sementara, kasus pencurian yang dilakukan para tersangka hingga kemarin belum ditangani. Pasalnya, korban belum melaporkan peristiwa itu ke polisi.
“Kita sudah arahkan untuk melapor, tapi belum datang-datang.Kita harap melapor karena kita dapat menjerat kedua tersangka dengan pasal percobaan pencurian,” tandasnya.
Ketua RT 15, Lorong Lebak Marini (35), mengaku,saat kejadian mendengar ada warga yang berteriak rampok dan maling. Mendengar hal itu, Marini keluar rumah menuju arah suara teriakan.
“Saya melihat warga sudah keluar rumah semua membawa sajam dan menghakimi kedua tersangka. Seingat saya, kalau tersangka Heriansyah diamuk massa di dekat rumah korban pencurian, sedangkan Benny diamuk massa di depan tikungan Lorong Lebak,” ungkap Marini.
Dia memperkirakan aksi main hakim yang dilakukan warganya itu akibat kesal dengan aksi curanmor yang merajalela di daerahnya. Selama Ramadan saja, sudah empat motor hilang dicuri.
”Terakhir Rabu 8 Agustus sekitar pukul 10.00 WIB, motor Yamaha Vixion warganya dicuri orang tak dikenal. Belum lagi warganya yang lain juga kehilangan motor mereka saat di parkir di teras depan rumahnya,” ungkapnya.
Selain harus kehilangan tangannya, tersangka Heriansyah juga terancam kehilangan calon istrinya, Okta (25). Okta mengaku sedih dan benci dengan perilaku calon suaminya itu yang mencuri sepeda motor.
”Saya kaget sekali ketika polisi bilang calon suami saya pencuri dan tangannya dipotong massa yang emosi,” kata Okta di RSMH Palembang kemarin.
Rencananya, Heriansyah dan Okta bakal menikah sehabis Lebaran. Namun, karena masalah tersebut, Okta mengaku ragu melanjutkan rencana pernikahannya dengan sopir angkutan kota itu.
”Nantilah mikirin itu (pernikahannya), yang penting dia sembuh total dulu dan kita lihat nanti, proses selanjutnya apakah dihukum atau tidak,” kata Okta.
Okta mengaku mengetahui peristiwa yang dialami Heriansyah setelah calon suaminya itu meneleponnya mengabarkan dirinya kecelakaan.
Seperti yang dialami Heriansyah (25), warga Jalan Ki Gede Ingsuro, Lorong Sirengam I, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II. Sekira pukul 02.30 WIB tangan kanannya putus dipotong warga Jalan Kapten A Rivai Lorong Lebak yang memergokinya mencuri sebuah sepeda motor.
Sementara, rekan dan tetangganya, Benny (28) ditombak lehernya oleh warga. Kini Heriansyah dan Benny masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang. Kapolsekta IT I Palembang Kompol Dedy Andrianto melalui Kanit Reskrim Ipda Bobby Eltarik mengatakan mengetahui kondisi kedua tersangka setelah mendapat telepon warga setempat.
“Mendapat laporan itu, kami langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP), ternyata benar dua tersangka curanmor bersimbah darah di Lorong Lebak, bahkan salah satu tersangka atas nama Heriansyah tangan kanannya putus diduga terkena sabetan benda tajam milik warga yang emosi,” ungkap Bobby menjelaskan, Kamis 9 Agustus 2012.
Dari informasi yang diperoleh polisi, sebenarnya selain kedua tersangka, ada dua pelaku lain yang beraksi malam itu. Namun, dua pelaku tersebut berhasil kabur dengan sepeda motornya. Para tersangka saat kejadian itu tengah mengincar sebuah sepeda motor yang terparkir di teras rumah warga di Jalan Letnan Mukmin Lorong Amal.
“Namun, saat sedang memanjat pagar rumah korban, ada beberapa warga yang melihat dan langsung berteriak perampok,” papar Bobby.
Mendengar teriakan itu,warga dari tiga lorong, yakni Lorong Turbo,Lorong Amal,dan Lorong Lebak, berhamburan keluar dengan membawa senjata tajam. Mereka kemudian mengejar para pelaku.
”Tersangka Heriansyah dan Benny kabur ke jalan buntu dan padat penduduk hingga akhirnya tertangkap. Sementara, kedua teman mereka berhasil kabur lewat jalan pintas ke arah Pasar Cinde,” tukasnya.
Warga yang menangkap Heriansyah dan Benny langsung meluapkan amarah dan kekesalan mereka. Heriansyah ditebas tangannya, sedangkan Benny ditombak di leher bagian belakangnya.
“Tersangka Heriansyah tadi (kemarin siang) sudah menjalani operasi tangan di RSMH Palembang. Sementara, tersangka Benny masih kritis belum sadarkan diri di ruang IGD PI RSMH Palembang,” katanya.
Saat ini polisi sedang mengejar dua rekan tersangka yang kabur. Sementara, kasus pencurian yang dilakukan para tersangka hingga kemarin belum ditangani. Pasalnya, korban belum melaporkan peristiwa itu ke polisi.
“Kita sudah arahkan untuk melapor, tapi belum datang-datang.Kita harap melapor karena kita dapat menjerat kedua tersangka dengan pasal percobaan pencurian,” tandasnya.
Ketua RT 15, Lorong Lebak Marini (35), mengaku,saat kejadian mendengar ada warga yang berteriak rampok dan maling. Mendengar hal itu, Marini keluar rumah menuju arah suara teriakan.
“Saya melihat warga sudah keluar rumah semua membawa sajam dan menghakimi kedua tersangka. Seingat saya, kalau tersangka Heriansyah diamuk massa di dekat rumah korban pencurian, sedangkan Benny diamuk massa di depan tikungan Lorong Lebak,” ungkap Marini.
Dia memperkirakan aksi main hakim yang dilakukan warganya itu akibat kesal dengan aksi curanmor yang merajalela di daerahnya. Selama Ramadan saja, sudah empat motor hilang dicuri.
”Terakhir Rabu 8 Agustus sekitar pukul 10.00 WIB, motor Yamaha Vixion warganya dicuri orang tak dikenal. Belum lagi warganya yang lain juga kehilangan motor mereka saat di parkir di teras depan rumahnya,” ungkapnya.
Selain harus kehilangan tangannya, tersangka Heriansyah juga terancam kehilangan calon istrinya, Okta (25). Okta mengaku sedih dan benci dengan perilaku calon suaminya itu yang mencuri sepeda motor.
”Saya kaget sekali ketika polisi bilang calon suami saya pencuri dan tangannya dipotong massa yang emosi,” kata Okta di RSMH Palembang kemarin.
Rencananya, Heriansyah dan Okta bakal menikah sehabis Lebaran. Namun, karena masalah tersebut, Okta mengaku ragu melanjutkan rencana pernikahannya dengan sopir angkutan kota itu.
”Nantilah mikirin itu (pernikahannya), yang penting dia sembuh total dulu dan kita lihat nanti, proses selanjutnya apakah dihukum atau tidak,” kata Okta.
Okta mengaku mengetahui peristiwa yang dialami Heriansyah setelah calon suaminya itu meneleponnya mengabarkan dirinya kecelakaan.
(azh)