Ratusan Hektar sawah terancam puso
Rabu, 08 Agustus 2012 - 13:31 WIB
Ratusan Hektar sawah terancam puso
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan hektar sawah di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar terancam gagal panen atau puso karena sawah mengering . Sejumlah biit padi yang sudah ditanam dua bulan lalu, mulai mengering karena tidak segera di aliri air.
Pantauan Sindonews.com, Rabu (8/8/2012) dikawasan tersebut, sejumlah lahan yang sudah lama tidak dialiri air mulai pecah-pecah. Saluran irigasi yang berada di tepi sawah juga terlihat kering.
Masyarakat Desa Bakoi, mengeluhkan air irigasi yang tidak mengalir hingga ke desa mereka. Peristiwa ini sudah terjadi sejak musim kemarau tiba dua bulan lalu. Padahal bibit padi sudah ditanam sejak dua bulan lalu.
Memasuki musim kemarau seperti ini, aliran irigsi memang jaran sampai ke Kecamatan Ingin Jaya. Pasalnya, kawasan mereka berada dipenghujung aliran irigasi terebut. Sehingga belum sampai desa mereka, air irigasi sudah habis di sedot desa sebelumnya.
Yusuf salah seorang warga memprediksi, jika pkan ini tidak turun hujan jangan harap petani bisa menikmati panen tahun ini. "Bibit padi ini sudah terlihat menguning semua, jika tidak segera diberi air bisa mati," katanya.
Sebelum bencana itu menimpa, Yusuf berharap, pemerintah setempat segera mengambil tindakan mengalirkan air ke desa-desa dari irigasi. Empat tahun lalu, petani kawasan ini mendapat jatah air dari irigasi sejak seminggu musim tanam.
Biasanya, untuk megatasi kelangkaan air, para petani menarik air menggunakan pompa listrik. Namun usaha itu tidak cukup membantu, Karna debit air yang dibutuhkan tidak mencukupi.
Pantauan Sindonews.com, Rabu (8/8/2012) dikawasan tersebut, sejumlah lahan yang sudah lama tidak dialiri air mulai pecah-pecah. Saluran irigasi yang berada di tepi sawah juga terlihat kering.
Masyarakat Desa Bakoi, mengeluhkan air irigasi yang tidak mengalir hingga ke desa mereka. Peristiwa ini sudah terjadi sejak musim kemarau tiba dua bulan lalu. Padahal bibit padi sudah ditanam sejak dua bulan lalu.
Memasuki musim kemarau seperti ini, aliran irigsi memang jaran sampai ke Kecamatan Ingin Jaya. Pasalnya, kawasan mereka berada dipenghujung aliran irigasi terebut. Sehingga belum sampai desa mereka, air irigasi sudah habis di sedot desa sebelumnya.
Yusuf salah seorang warga memprediksi, jika pkan ini tidak turun hujan jangan harap petani bisa menikmati panen tahun ini. "Bibit padi ini sudah terlihat menguning semua, jika tidak segera diberi air bisa mati," katanya.
Sebelum bencana itu menimpa, Yusuf berharap, pemerintah setempat segera mengambil tindakan mengalirkan air ke desa-desa dari irigasi. Empat tahun lalu, petani kawasan ini mendapat jatah air dari irigasi sejak seminggu musim tanam.
Biasanya, untuk megatasi kelangkaan air, para petani menarik air menggunakan pompa listrik. Namun usaha itu tidak cukup membantu, Karna debit air yang dibutuhkan tidak mencukupi.
(ysw)