Teknisi Pas Band tewas tergantung di belakang cafe
Rabu, 08 Agustus 2012 - 09:02 WIB
Teknisi Pas Band tewas tergantung di belakang cafe
A
A
A
Sindonews.com – Diduga karena dituduh sebagai pencuri, asisten gitaris Pas Band yang juga mantan gitaris band Jeruji ditemukan tewas gantung diri di belakang sebuah kafe. Keluarga menolak korban di otopsi kendati ditubuhnya ditemukan sejumlah luka lebam.
Korban tewas, Heru Santoso (37) ditemukan tergantung di halaman belakang sebuah kafe di daerah Kampung Warung Daweung, Kabupaten Bandung, Selasa 7 Agustus 2012 sore.
Ayak korban, Tukijo mengungkapkan, pihak keluarga baru menerima kabar kematian anggota keluarganya dari pihak kepolisian Polsek Cimenyang sekitar pukul 17.00 WIB.
“Katanya gantung diri pake sabuk gitar di halaman belakang cafe,” jelasnya kepada wartawan saat ditemui di rumah duka Jalan Mustang VI No 24, RT 3 RW 29, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan.
Menurut keterangan pemilik kafe, lanjutnya, korban datang sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan muka lebam-lebam yang diduga habis dipukuli.
Saat datang di kafe itu, korban sempat makan bahkan merokok. Namun beberapa saat kemudian korban meminta izin untuk berdiam diri di halaman belakang.
“Setelah beberapa lama, Heru tidak kembali lagi. Dan waktu di lihat ternyata sudah meninggal tergantung,” katanya.
Pihak keluarga menduga, Heru nekat mengkahiri hidupnya karena diancam untuk mengakui jika dirinya mencuri telepon genggam dan pakaian.
“Heru sudah sumpah tidak mengambil, tapi malah diancam akan diperkarakan kalau tiga hari tidak ngembaliin barang itu,” tuturnya.
Meski dalam tubuh Heru ditemukan luka lebam, namun pihak keluarga menolak jika jenazah Heru harus di otopsi.
Korban tewas, Heru Santoso (37) ditemukan tergantung di halaman belakang sebuah kafe di daerah Kampung Warung Daweung, Kabupaten Bandung, Selasa 7 Agustus 2012 sore.
Ayak korban, Tukijo mengungkapkan, pihak keluarga baru menerima kabar kematian anggota keluarganya dari pihak kepolisian Polsek Cimenyang sekitar pukul 17.00 WIB.
“Katanya gantung diri pake sabuk gitar di halaman belakang cafe,” jelasnya kepada wartawan saat ditemui di rumah duka Jalan Mustang VI No 24, RT 3 RW 29, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan.
Menurut keterangan pemilik kafe, lanjutnya, korban datang sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan muka lebam-lebam yang diduga habis dipukuli.
Saat datang di kafe itu, korban sempat makan bahkan merokok. Namun beberapa saat kemudian korban meminta izin untuk berdiam diri di halaman belakang.
“Setelah beberapa lama, Heru tidak kembali lagi. Dan waktu di lihat ternyata sudah meninggal tergantung,” katanya.
Pihak keluarga menduga, Heru nekat mengkahiri hidupnya karena diancam untuk mengakui jika dirinya mencuri telepon genggam dan pakaian.
“Heru sudah sumpah tidak mengambil, tapi malah diancam akan diperkarakan kalau tiga hari tidak ngembaliin barang itu,” tuturnya.
Meski dalam tubuh Heru ditemukan luka lebam, namun pihak keluarga menolak jika jenazah Heru harus di otopsi.
(ysw)