Warga keluhkan kualitas raskin
Selasa, 07 Agustus 2012 - 09:03 WIB
Warga keluhkan kualitas raskin
A
A
A
Sindonews.com - Warga penerima manfaat program beras untuk rakyat miskin (raskin) di Dusun Kali Dukuh, Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang mengeluhkan kualitas raskin periode Agustus yang disalurkan pekan lalu.
Raskin yang mereka beli dari Bulog melalui pemerintah desa setempat dinilai tidak layak konsumsi. Ari (38), warga setempat menuturkan, kondisi beras yang disalurkan kepada warga mayoritas tidak baik. Berasnya berwarna kekuning-kuningan dan banyak menirnya.
“Butir berasnya banyak yang pecah dan berdebu. Debunya berwarna cokelat seperti katul (bekatul),” ungkap Ari menjelaskan, Senin 6 Agustus 2012.
Beras raskin yang disalurkan pada periode sebelumnya masih layak konsumsi.Baru pada penyaluran Agustus kualitas raskin yang diberikan kepada warga tidak baik.Karena itu, warga meminta kepada Bulog dan pemerintah untuk memperbaiki kualitas raskin yang disalurkan kepada warga.
“Kami minta pemerintah dan Bulog menjaga kualitas raskin yang disalurkan kepada warga. Jika tidak layak dikonsumsi, warga memilih menjualnya atau untuk pakan ternak,” ucapnya.
Ungkapan yang sama juga dikemukakan warga lain, Warmin (47). Dia meminta agar pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran raskin hingga ke titik distribusi secara ketat.
“Meski raskin harganya murah, bukan berarti kualitasnya tidak baik. Kami bisa menerimanya jika beras yang kami beli layak dikonsumsi. Kalau kondisi berasnya seperti ini (buruk),jelas kami kecewa,” paparnya.
Kepala Gudang Bulog Bawen, Kabupaten Semarang, Hosdiyanto ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya meminta kepada warga yang menerima raskin dalam kondisi tidak baik segera melapor ke Bulog. Bulog membuka laporan dari masyarakat selama 24 jam dan siap mengganti dengan beras yang baik.
“Bulog membuka layanan pengaduan 24 jam. Saya pribadi juga siap menerima laporan dari masyarakat. Jika ada masyarakat yang menerima raskin dengan kondisi tidak layak dikonsumsi, silakan melapor ke saya melalui nomor ponsel 081326780312. Beras tersebut langsung saya ganti dengan kualitas yang baik,” ujarnya.
Pihaknya tidak bisa melakukan pengecekan satu persatu karung beras yang masuk ke Gudang Bulog. Pengecekan beras yang dilakukan yakni menggunakan sistem acak.
“Karena itu, jika ada satu dua karung beras yang isinya tidak baik, kami harap masyarakat bisa memakluminya. Sebab kami juga memiliki keterbatasan. Yang jelas,kami siap mengganti beras yang tidak baik dengan beras yang baik,” kata Hosdiyanto.
Raskin yang mereka beli dari Bulog melalui pemerintah desa setempat dinilai tidak layak konsumsi. Ari (38), warga setempat menuturkan, kondisi beras yang disalurkan kepada warga mayoritas tidak baik. Berasnya berwarna kekuning-kuningan dan banyak menirnya.
“Butir berasnya banyak yang pecah dan berdebu. Debunya berwarna cokelat seperti katul (bekatul),” ungkap Ari menjelaskan, Senin 6 Agustus 2012.
Beras raskin yang disalurkan pada periode sebelumnya masih layak konsumsi.Baru pada penyaluran Agustus kualitas raskin yang diberikan kepada warga tidak baik.Karena itu, warga meminta kepada Bulog dan pemerintah untuk memperbaiki kualitas raskin yang disalurkan kepada warga.
“Kami minta pemerintah dan Bulog menjaga kualitas raskin yang disalurkan kepada warga. Jika tidak layak dikonsumsi, warga memilih menjualnya atau untuk pakan ternak,” ucapnya.
Ungkapan yang sama juga dikemukakan warga lain, Warmin (47). Dia meminta agar pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran raskin hingga ke titik distribusi secara ketat.
“Meski raskin harganya murah, bukan berarti kualitasnya tidak baik. Kami bisa menerimanya jika beras yang kami beli layak dikonsumsi. Kalau kondisi berasnya seperti ini (buruk),jelas kami kecewa,” paparnya.
Kepala Gudang Bulog Bawen, Kabupaten Semarang, Hosdiyanto ketika dikonfirmasi menyatakan, pihaknya meminta kepada warga yang menerima raskin dalam kondisi tidak baik segera melapor ke Bulog. Bulog membuka laporan dari masyarakat selama 24 jam dan siap mengganti dengan beras yang baik.
“Bulog membuka layanan pengaduan 24 jam. Saya pribadi juga siap menerima laporan dari masyarakat. Jika ada masyarakat yang menerima raskin dengan kondisi tidak layak dikonsumsi, silakan melapor ke saya melalui nomor ponsel 081326780312. Beras tersebut langsung saya ganti dengan kualitas yang baik,” ujarnya.
Pihaknya tidak bisa melakukan pengecekan satu persatu karung beras yang masuk ke Gudang Bulog. Pengecekan beras yang dilakukan yakni menggunakan sistem acak.
“Karena itu, jika ada satu dua karung beras yang isinya tidak baik, kami harap masyarakat bisa memakluminya. Sebab kami juga memiliki keterbatasan. Yang jelas,kami siap mengganti beras yang tidak baik dengan beras yang baik,” kata Hosdiyanto.
(azh)