Intelijen selidiki video pungli oknum polisi
Selasa, 07 Agustus 2012 - 03:01 WIB
Intelijen selidiki video pungli oknum polisi
A
A
A
Sindonews.com - Beredarnya video oknum polisi menerima pungli di jejaring sosial sangat disesalkan Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Hari Santoso. Pihaknya berjanji akan menindak tegas oknum polisi itu.
Menurutnya, kasus itu telah diserahkan kepada pihak intelijen dan reserse krimninal agar ditindaklanjuti. Selanjutnya, jika terbukti maka akan diserahkan kepada pihak Propam.
“Ya, jika terbukti maka sesuai dengan perundang-undangan kita akan tindak," tegas Hari di kantornya Senin (6/8/20120.
Namun, Hari juga menyesalkan tindakan akun facebook milik PRFM (Pikiran Rakyat FM) yang langsung mengupload video tersebut tanpa mengkonfirmasinya terlebih dahulu.
“Dari PRFM tidak ada konformasi. Padahal baru kemarin ada yang wawancara saya, sedangkan itu video sudah ada sejak kemarin-kemarin,” sesalnya.
Dia juga masih belum bisa menyimpulkan motif dari aksi candid camera yang dilakukan oleh pengambil gambar.
“Motifnya apakah ini sengaja (menjebak) merekam atau tidak sengaja. Tapi jika dilihat sepintas, si sopir dan polisinya tidak tahu jika direkam,” tuturnya.
Menurutnya, kasus itu telah diserahkan kepada pihak intelijen dan reserse krimninal agar ditindaklanjuti. Selanjutnya, jika terbukti maka akan diserahkan kepada pihak Propam.
“Ya, jika terbukti maka sesuai dengan perundang-undangan kita akan tindak," tegas Hari di kantornya Senin (6/8/20120.
Namun, Hari juga menyesalkan tindakan akun facebook milik PRFM (Pikiran Rakyat FM) yang langsung mengupload video tersebut tanpa mengkonfirmasinya terlebih dahulu.
“Dari PRFM tidak ada konformasi. Padahal baru kemarin ada yang wawancara saya, sedangkan itu video sudah ada sejak kemarin-kemarin,” sesalnya.
Dia juga masih belum bisa menyimpulkan motif dari aksi candid camera yang dilakukan oleh pengambil gambar.
“Motifnya apakah ini sengaja (menjebak) merekam atau tidak sengaja. Tapi jika dilihat sepintas, si sopir dan polisinya tidak tahu jika direkam,” tuturnya.
(lns)