Deportasi WN Iran, alasan kesehatan bukan kendala

Senin, 06 Agustus 2012 - 18:13 WIB
Deportasi WN Iran, alasan...
Deportasi WN Iran, alasan kesehatan bukan kendala
A A A
Sindonews.com - Imigrasi Bali akan mendeportasi Foroughin Monteza Baratali (25) Warga Negara (WN) Iran yang sempat meloncat dari pesawat di Bandar Udara Ngurah Rai, Bali, tanpa harus menunggu dirinya pulih dari sakit.

Pasca aksi nekatnya, hingga kini Baratali masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bali International Medical Center (RS BIMC) Kuta, akibat luka patah tulang yang dialami saat meloncat dari pesawat Sabtu 4 Agustus 2012 malam.

"Yang bersangkutan tetap akan kami deportasi secepatnya, tanpa harus menunggu sampai kondisinya benar-benar sehat," kata Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadivmin Kemenkum HAM) Provinsi Bali, MJ Maroloan Baringbing saat dihubungi, Senin (6/8/2012).

Langkah itu harus dilakukan, karena pihaknya tidak mungkin menunggu terlalu lama atas tindak pelanggaran keimigrasian yang dilakukan Baratali.

Jika sampai menunggu kondisinya benar-benar sehat, bisa memakan waktu lama. Maka itu pihaknya akan meminta hasil rekam medis dokter sebagai dasar kebijakan deportasi.

"Kita akan meminta hasil rekam medis dokter untuk dasar deportasi," kata mantan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Dirjen Imigrasi ini.

Baringbing menegaskan, alasan deportasi karena berbagai pelanggaran keimigrasian saat tiba di Bali. Dari pemeriksaan dokumen paspor diketahui, ada beberapa syarat yang tidak dipenuhinya untuk bisa tinggal di Indonesia, sehingga harus dideportasi.

"Baratali memiliki izin tinggal cukup lama padahal yang bersangkutan statusnya memegang visa kunjungan atau sebagai wisatawan yang berlibur ke Bali," terangnya.

Lantas bagaimana bisa lolos ke Bali, Baringbing mengatakan, bukan wilayahnya untuk memberi klarifikasi. Yang pasti, setiap negara memiliki prosedur dan ketentuan sendiri sehingga pelanggaran tersebut menjadi wewenang negara asal untuk memprosesnya.

"Kewenangan kami segera mendeportasi, karena ada pelanggaran keimigrasiannya saat datang ke Bali," tandasnya.

Seperti diketahui, pada Sabtu 4 Agustus 2012 sekira pukul 22.00 WITA, Baratoli yang tiba di Bali dengan pesawat Qatar Air, nekat melompat dari pesawat saat hendak dideportasi ke negaranya.

Akibatnya tulang belakang bagian bawah, tulang belikat kiri, tulang pinggul dekat kemaluan patah. Setelah kejadian itu, yang bersangkutan dirawat intensif di rumah sakit BIMC.
(mhd)
Berita Terkait
Ditjen Imigrasi tangkap...
Ditjen Imigrasi tangkap 17 WN Vietnam Pekerja Klinik Bedah
Kapal Pengangkut Imigran...
Kapal Pengangkut Imigran Gelap Terbalik di Italia, 40 Hilang
Viral Aksi Joget Mahasiswa...
Viral Aksi Joget Mahasiswa Aceh Usir Ratusan Imigran Gelap Rohingya
Dibawa Kabur Imigran...
Dibawa Kabur Imigran Gelap, Mobil Dinas Rudenim Ditemukan di Masjid
Uni Eropa Setujui Aturan...
Uni Eropa Setujui Aturan Lebih Ketat untuk Tangani Imigran Gelap
10 Fakta Mengerikan...
10 Fakta Mengerikan Rute Gelap Imigran ke Eropa, Seperti Mempertaruhkan Nyawa
Berita Terkini
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
5 jam yang lalu
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
7 jam yang lalu
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
8 jam yang lalu
Bangun Budaya Peduli...
Bangun Budaya Peduli Lingkungan, SDN Keranggan Tangsel Bidik Adiwiyata Nasional
8 jam yang lalu
Suasana Terkini Arus...
Suasana Terkini Arus Lalin di Tendean saat Pembongkaran JPO, Jalan Arah Blok M Ditutup
9 jam yang lalu
Polisi Tangkap Pembunuh...
Polisi Tangkap Pembunuh Driver Ojol yang Tidur di Pangkalan
9 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved