Panwaslu DKI akan panggil tim Foke-Nara
Senin, 06 Agustus 2012 - 15:44 WIB
Panwaslu DKI akan panggil tim Foke-Nara
A
A
A
Sindonews.com - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta berencana memanggil tim sukses pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) untuk menindaklanjuti pemeriksaan terhadap Rhoma Irama yang dilakukan hari ini.
Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengatakan, pemanggilan terhadap tim sukses pasangan Foke-Nara rencananya akan dilakukan besok (Selasa 7 Agustus 2012), untuk menuntaskan dugaan penggunaan isu SARA dalam ceramah yang dilakukan Rhoma Irama.
"Besok, tim kampanye Foke-Nara akan kita minta keterangan juga. Karena ada dugaan ini bagian dari tim kampanye. Apakah ini unsurnya SARA, atau kampanye di luar jadwal, dan kampanye di tempat ibadah. Ini tentu harus kita lakukan juga," katanya kepada wartawan di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Senin (6/8/2012).
Ramdansyah menjelaskan, proses untuk meminta keterangan dari pihak yang diduga terlibat dalam tuduhan penggunaan isu SARA ini harus memenuhi unsur pidana, atau hanya sekedar melakukan dakwah agama saja.
"Harus memenuhi semua unsur 5 W + 1H nya. Ada beberapa yang dibenarkan, untuk itu kita ingin mendalami dari unsur why dan how-nya dari keterangan timses Foke-Nara," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya baru akan menentukan keputusan setelah Panwaslu DKI Jakarta memanggil semua pihak yang diduga terkait dengan kejadian tersebut. "Kalau berlanjut bisa ke pengadilan. Tapi unsurnya, kami perlu bukti otentik, kalau unsur terpenuhi maka bisa dibawa ke kepolisian," ungkapnya.
Selain itu, Ramdansyah juga mengaku senang dengan kedatangan Rhoma Irama hari ini. Pasalnya, kedatangan Rhoma Irama untuk memberikan keterangan bisa memperjelas kasus itu.
"Kami merasa senang, Bang Rhoma hadir memberikan keterangan. Ini bukti proses demokrasi dalam Pilkada benar-benar terjadi. Ini bisa terus berlanjut untuk menciptakan suasana damai dalam Pilgub DKI Jakarta," tandasnya.
Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengatakan, pemanggilan terhadap tim sukses pasangan Foke-Nara rencananya akan dilakukan besok (Selasa 7 Agustus 2012), untuk menuntaskan dugaan penggunaan isu SARA dalam ceramah yang dilakukan Rhoma Irama.
"Besok, tim kampanye Foke-Nara akan kita minta keterangan juga. Karena ada dugaan ini bagian dari tim kampanye. Apakah ini unsurnya SARA, atau kampanye di luar jadwal, dan kampanye di tempat ibadah. Ini tentu harus kita lakukan juga," katanya kepada wartawan di Kantor Panwaslu DKI Jakarta, Senin (6/8/2012).
Ramdansyah menjelaskan, proses untuk meminta keterangan dari pihak yang diduga terlibat dalam tuduhan penggunaan isu SARA ini harus memenuhi unsur pidana, atau hanya sekedar melakukan dakwah agama saja.
"Harus memenuhi semua unsur 5 W + 1H nya. Ada beberapa yang dibenarkan, untuk itu kita ingin mendalami dari unsur why dan how-nya dari keterangan timses Foke-Nara," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya baru akan menentukan keputusan setelah Panwaslu DKI Jakarta memanggil semua pihak yang diduga terkait dengan kejadian tersebut. "Kalau berlanjut bisa ke pengadilan. Tapi unsurnya, kami perlu bukti otentik, kalau unsur terpenuhi maka bisa dibawa ke kepolisian," ungkapnya.
Selain itu, Ramdansyah juga mengaku senang dengan kedatangan Rhoma Irama hari ini. Pasalnya, kedatangan Rhoma Irama untuk memberikan keterangan bisa memperjelas kasus itu.
"Kami merasa senang, Bang Rhoma hadir memberikan keterangan. Ini bukti proses demokrasi dalam Pilkada benar-benar terjadi. Ini bisa terus berlanjut untuk menciptakan suasana damai dalam Pilgub DKI Jakarta," tandasnya.
(lil)