Empat ribu pengungsi Ambon rawan penyakit

Sabtu, 04 Agustus 2012 - 14:11 WIB
Empat ribu pengungsi...
Empat ribu pengungsi Ambon rawan penyakit
A A A
Sindonews.com - Empat hari pasca bencana banjir dan longsor di Kota Ambon, Maluku, empat ribu pengungsi rawan terserang penyakit. Penyakit yang merebak dipengungsian seperti Infeksi saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare akibat sanitasi yang buruk dan tidak adanya air bersih.

Para pengungsi yang kini tersebar di 25 titik lokasi pengungsi kesulitan mendapatkan pengobatan. Dari 25 lokasi pengungsi, namun tidak semua memiliki posko kesehatan. Posko kesehatan hanya terlihat di kawasan Batu Merah, Skip, Waihaong, dan Desa Passo.

Selebihnya belum ada posko kesehatan seperti di kawasasan Kadewatan, BTN Kanawa, Tawiri, Batu Gong, Air Besar, Ahuru, dan kawasan kampus IAIN Ambon.

Di kawasan Batu Merah Dalam, ada dua posko kesehatan yakni posko
puskesmas Rijali, dan posko kesehatan Kodam 16 Patimura, untuk menampung keluhan pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan.

Menurut Dokter Wendy Pelupessy kepala posko kesehatan Rijali, kebanyakan pengungsi mengalami gangguan saluran pernafasan dan diare, selain itu kebanyakan pengungsi juga mengalami luka saat mengevakuasi diri dari terjangan banjir para pengungsi mengalami luka akibat tertusuk paku atau tersayat seng.

"Para pengungsi ini kebanyakan terserang penyakit saluran pernafasan, mereka juga mengalami diare, kami berusaha agar mereka bisa mendapat pengobatan yang memadai, setiap hari rata-rata puluhan pengungsi yang datang berobat," kata Wendy, kepada waratawan, di lokasi, Sabtu (4/8/2012).

Wendy mengatakan untuk persediaan obat-obatan masih cukup, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku juga terus menyuplai berbagai jenis obat-obatan yang dibutuhkan para pengungsi.

Salah seorang pengungsi Rahmi mengatakan, dirinya mengalami diare, karena tidak adanya air bersih. Terkadang, para pengungsi juga kesulitan mendapatkan makanan.

"Saya sering sakit perut, diare tidak berhenti. Karena air tidak ada, kita makan seadanya apalagi rumah kotor penuh lumpur dan sampah," keluhnya.

Selain penyakit yang menyerang orang dewasa, anak-anak dan bayi juga terserang berbagai penyakit. Di antaranya penyakit gatal-gatal.

Para pengungsi mengaku mengalami sejumlah penyakit. Karena, lokasi pengungsi tidak memadai dan kekurangan air bersih serta sanitasi (saluran air) yang buruk.
(mhd)
Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Bekasi Masih Tergenang Banjir
Simak! Ini 10 Langkah...
Simak! Ini 10 Langkah Penyelamatan Diri dari Bencana Banjir
Daftar Beberapa Ruas...
Daftar Beberapa Ruas Tol yang Tergenang Menurut Jasa Marga
Jakarta Diancam Banjir,...
Jakarta Diancam Banjir, Tiga Hal Ini Perlu Diantisipasi
Berita Terkini
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
12 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
21 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
25 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Dukung Nanik S Deyang...
Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, APJI Harap Tata Kelola Program MBG Dibenahi
1 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved