2 pengunjung mal terkena rekoset senapan AK-47
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 10:07 WIB
2 pengunjung mal terkena rekoset senapan AK-47
A
A
A
Sindonews.com - Dua pengunjung Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara menderita luka di bagian kaki akibat pecahan lantai yang berasal dari rekoset (pantulan) tembakan senjata api.
Tembakan itu diketahui berasal dari senjata api jenis AK-47 milik Brigadir Satu (Briptu) RG. Dua korban yang mengalami luka yakni Aditya Pradana (31), warga Pondok Kelapa Jakarta Timur, dan Ahmad Syakiri (26), warga Pulo Gadung Jakarta Timur. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, insiden meletusnya senapan ini bermula saat Briptu RG tengah menjalankan tugas mengawal uang PT Securicor.
Ketika itu Briptu RG yang membawa senapan AK-47 mengawal sejumlah karyawan PT Securicor yang hendak mengambil setoran uang tunai jutaan rupiah dari tenant Zara yang berada di Mal Kelapa Gading. Senapan AK-47 tersebut digendong Briptu RG dengan kondisi mulut senapan mengarah ke bawah. Menurut Rikwanto, saat berjalan menuju tenant Zara inilah tiba-tiba senapan AK 47 tersebut meletus. Letusan senjata api laras panjang ini sontak membuat heboh pengunjung, karyawan, serta tenant pusat perbelanjaan tersebut.
"Hasil pemeriksaan, tembakan itu berasal dari rekoset tembakan senapan AK-47 yang mengarah ke lantai sebanyak satu kali,” katanya di Jakarta, Jumat 3 Agustus 2012.
Letusan senjata api milik anggota yang bertugas di Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya ini ternyata memakan korban. Rikwanto menyebutkan, korban atas nama Aditya Pradana menderita luka di paha kanan akibat terkena pecahan lantai. Sementara Ahmad Syakiri juga menderita luka di kaki kanan dan kirinya akibat terkena pecahan lantai tersebut.
Sejumlah pengunjung, dan petugas keamanan mal yang mengetahui korban terluka membawa keduanya ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan. Rikwanto menuturkan, penyidik dari Propam Polda Metro Jaya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini pun pihaknya masih menunggu hasil visum kedua korban dari pihak rumah sakit yang nanti diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan.
Adapun Briptu RG saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Propam Polda Metro Jaya. "Pemeriksaan sementara penyidik, Briptu RG melakukan kelalaian hingga senapan AK-47 yang dipegangnya meletus dan mengakibatkan dua korban terluka,” ungkapnya.
Pascakejadian ini, penyidik dari Propam telah menyita barang bukti berupa senapan AK-47 beserta satu selongsong peluru. Seorang saksi mata, Subur (31) menceritakan, saat kejadian itu dia tak jauh dari lokasi meletusnya senapan AK-47 tersebut. Ketika itu tiba-tiba seluruh pengunjung dan karyawan toko terkejut mendengar letusan tersebut. “Awalnya saya kira itu suara petasan yang meletus. Tak lama berselang ada dua lelaki yang mengerang kesakitan,” ucapnya.
Subur baru mengetahui bahwa letusan yang didengarnya berasal dari senjata api setelah sang polisi yang membawa senjata api itu juga terlihat panik sambil memberi pertolongan kepada korban. Kelalaian anggota polisi saat memegang senjata api juga pernah terjadi pada 7 September 2009 lalu. Briptu BB, anggota Satuan Intel Polsek Cikarang Utara menembak paha kanan, Obon, saat bercanda di sebuah warung jamu di Jalan Pule, Kabupaten Bekasi.
Tembakan itu diketahui berasal dari senjata api jenis AK-47 milik Brigadir Satu (Briptu) RG. Dua korban yang mengalami luka yakni Aditya Pradana (31), warga Pondok Kelapa Jakarta Timur, dan Ahmad Syakiri (26), warga Pulo Gadung Jakarta Timur. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, insiden meletusnya senapan ini bermula saat Briptu RG tengah menjalankan tugas mengawal uang PT Securicor.
Ketika itu Briptu RG yang membawa senapan AK-47 mengawal sejumlah karyawan PT Securicor yang hendak mengambil setoran uang tunai jutaan rupiah dari tenant Zara yang berada di Mal Kelapa Gading. Senapan AK-47 tersebut digendong Briptu RG dengan kondisi mulut senapan mengarah ke bawah. Menurut Rikwanto, saat berjalan menuju tenant Zara inilah tiba-tiba senapan AK 47 tersebut meletus. Letusan senjata api laras panjang ini sontak membuat heboh pengunjung, karyawan, serta tenant pusat perbelanjaan tersebut.
"Hasil pemeriksaan, tembakan itu berasal dari rekoset tembakan senapan AK-47 yang mengarah ke lantai sebanyak satu kali,” katanya di Jakarta, Jumat 3 Agustus 2012.
Letusan senjata api milik anggota yang bertugas di Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya ini ternyata memakan korban. Rikwanto menyebutkan, korban atas nama Aditya Pradana menderita luka di paha kanan akibat terkena pecahan lantai. Sementara Ahmad Syakiri juga menderita luka di kaki kanan dan kirinya akibat terkena pecahan lantai tersebut.
Sejumlah pengunjung, dan petugas keamanan mal yang mengetahui korban terluka membawa keduanya ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan. Rikwanto menuturkan, penyidik dari Propam Polda Metro Jaya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini pun pihaknya masih menunggu hasil visum kedua korban dari pihak rumah sakit yang nanti diperlukan untuk melengkapi berkas penyidikan.
Adapun Briptu RG saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Propam Polda Metro Jaya. "Pemeriksaan sementara penyidik, Briptu RG melakukan kelalaian hingga senapan AK-47 yang dipegangnya meletus dan mengakibatkan dua korban terluka,” ungkapnya.
Pascakejadian ini, penyidik dari Propam telah menyita barang bukti berupa senapan AK-47 beserta satu selongsong peluru. Seorang saksi mata, Subur (31) menceritakan, saat kejadian itu dia tak jauh dari lokasi meletusnya senapan AK-47 tersebut. Ketika itu tiba-tiba seluruh pengunjung dan karyawan toko terkejut mendengar letusan tersebut. “Awalnya saya kira itu suara petasan yang meletus. Tak lama berselang ada dua lelaki yang mengerang kesakitan,” ucapnya.
Subur baru mengetahui bahwa letusan yang didengarnya berasal dari senjata api setelah sang polisi yang membawa senjata api itu juga terlihat panik sambil memberi pertolongan kepada korban. Kelalaian anggota polisi saat memegang senjata api juga pernah terjadi pada 7 September 2009 lalu. Briptu BB, anggota Satuan Intel Polsek Cikarang Utara menembak paha kanan, Obon, saat bercanda di sebuah warung jamu di Jalan Pule, Kabupaten Bekasi.
(lil)